Media Islam Madinatul Iman Balikpapan
Berita Nusantara

40.000 Kader Gerakan Pemuda (GP) Ansor Padati Stadion Manahan

MADINATULIMAN (Solo) – Sedikitnya empat puluh ribu kader Gerakan Pemuda Ansor memadati Stadion Manahan, Surakarta, Jawa Tengah, Senin (16/7) malam. Mereka adalah pengurus wilayah, cabang, dan anak cabang yang dari 32 wilayah di Indonesia.

Mereka mengisi stadion sejak jam 2 Senin siang. Saat matahari tenggelam, stadion mulai dipadati oleh hadirin. Mereka menggemakan lantunan selawat Nabi. Dengan riang gembira, mereka merayakan peringatan puncak harlah ke-78 GP Ansor.

Peringatan puncak harlah ke-78 GP Ansor ini, dihadiri oleh Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj, Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono, jajaran menteri, dan duta besar pelbagai negara.

Tampak hadir di tengah mereka, Habib Luthfi bin Yahya, Ibu Shinta Nuriyah Abdurrahman Wahid (istri presiden RI keempat KH Abdurrahman Wahid) dan putrinya Alissa Wahid.

Pelbagai acara turut mengisi malam peringatan puncak. Sejumlah acara yang disisipkan antara lain, apel banser, laporan Nusron Wahid, Ketua Umum PP GP Ansor disaksikan Presiden RI, sambutan Bibit Waluyo, Gubernur Jateng.

Selain itu, Ahmad Rifai, Pengurus Banser Pusat (Barisan Ansor Serbaguna) membacakan Nawa Prasetya Banser. Sumpah ini berisi sembilan poin yang harus ditaati oleh setiap kader Banser di manapun.  Pembacaan Nawa Prasetya Banser, diikuti oleh segenap pasukan banser yang memadati tribun stadion.

Kepengurusan PP GP Ansor memberikan lencana prasetya Ansor kepada lima orang yang telah berjasa bagi pergerakan GP. Ansor. Mereka yang berhak mendapatkan penghargaan di atas panggung, yakni KH Tolchah Hasan, KH Cholid Mawardi, Slamet Effendi Yusuf, Habib Luthfi bin Yahya, dan Iqbal Assegaf.  

Di saat yang sama, PP GP Ansor memberikan hadiah kepada pemenang anugerah wirasantri Mandiri yang diraih oleh santriwati PP Alyasini, Pasuruan. Penyerahan penghargaan kemudian ditujukan kepada GP Ansor Cabang Malang sebagai pengurus ansor terbaik tahun ini.

Acara dilanjutkan pada pidato amanat presiden yang disampaikan oleh presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Amanat ini kemudian ditutup dengan pemukulan bedug oleh presiden sebagai tanda peresmian pembukaan International Financial Inclusion Summit, IFIS.

Segenap kader yang memenuhi tribun dan sejumlah tamu dalam, maupun luar  negeri, disajikan dengan parade bendera di tengah stadion. Laskar parade bendera, berlari membawa tongkat panjang berbendera. Mereka menari dan bergerak sedemikian rupa sehingga membentuk lingkaran yang indah.

Selepas itu, para hadirin turut mendengarkan lagu ‘Padamu Negeri’ yang dipersembahkan oleh grup paduan suara UKSW. Nyanyian grup ini diiringi music oleh grup orchestra Ansor.

Ketua Umum PBNU kemudian membacakan doa sebelum acara ditutup dengan gegap gempita kembang api yang meletus di angkasa stadion Manahan. Sebagai hiburan, Edo Kondologit membawakan lagu ‘Gebyar’ yang diikuti oleh segenap kader Ansor di tribun.

Sementara di luar, sejumlah ribuan orang tidak bisa memasuki stadion mengingat keterbatasan kapasitas. (nuonline)

Related posts

NU Kirim Dai dan Imam Ikuti Daurah di Al Azhar Mesir

admin

Edaran MUI terkait Vaksin MR Belum Memiliki Label Halal

admin

IAIN Pontianak Menyambut Baik Workshop Manuskrip Al-Qur’an Nusantara

admin

Fatwa Resolusi Jihad 22 Oktober Lahirkan Hari Pahlawan Nasional

admin

MUI: Tayangan Tiga Stasiun TV Lecehkan Nilai Ramadhan

admin

Alhamdulillah Idul Fitri 1 Syawal 1434 H (2013 M) Akan Bersamaan

admin
WP Twitter Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
WhatsApp BAGI INFO KE KAMI