Media Islam Madinatul Iman Balikpapan
Khazanah Islam

Al-Azhar, Pelindung Umat Muslim Sepanjang Sejarah

MADINATULIMAN.COM – Sejak terbitnya matahari pada seribu tahun yang lalu, al-Azhar adalah rumah bagi kebangsaan rakyat dan mimbar bagi moderatisme Islam, dan pihak yang berdiri di barisan terdepan dalam melawan kesewenang-wenangan. Berulang kali revolusi gerakan rakyat melawan pemimpin yang zalim bermula dari mimbarnya, berulang kali pula mimbar itu menguak kebatilan dengan kebenaran yang membuat takut para penguasa zalim.
 

Dr. Abdullah al-Najjar, Anggota Lembaga Riset Ilmiah Islami di al-Azhar menyatakan bahwa al-Azhar adalah pemimpin bagi umat Islam, dan akan terus dalam kedudukannya hingga akhir nanti, tak ada yang bisa memalingkan Azhar dari perannya dalam memimpin umat. Itu merupakan entitas Azhar yang telah Allah anugerahkan kepada Mesir agar menjadi corong terdepan dalam penyebaran agama Islam yang benar.

Ia pun menambahkan bahwa al-Azhar adalah pusat dari pertimbangan Negara-negara Islam, dan bukan hanya untuk Mesir saja. Al-Azhar melindungi umat dari pemikiran-pemikiran yang ekstrem, dan menjadi pelindung dari serangan kelompok-kelompok yang mengatasnamakan Islam yang berbicara dengan nama Islam namun tidak mengetahui makna yang benar dan moderat dari Islam. Ia pun menegaskan bahwa al-Azhar sejak dulu hingga sekarang tidak pernah mundur sedikit pun dari tanggung jawab nya dalam hal agama, sosial dan kebangsaan.

Dr. Shalah Zaydan, Mantan Dekan Fakultas Syari`ah wa al-Qanun Universitas al-Azhar menyatakan bahwa Allah telah meridhai al-Azhar untuk menjadi sandaran yang sangat penting bagi umat muslim. Ia pun menyatakan bahwa kedudukan mulia milik al-Azhar telah tertanam di dalam hati dan pikiran, baik kaum muslimin maupun kaum non-muslim, yang telah mengetahui kedudukannya dalam kebangsaan, dakwah, dan keilmuan.

Ia pun menambahkan bahwa risalah Azhar telah menyatukan umat Islam di barat dan di timur untuk bersama-sama menyebarkan pemikiran-pemikiran islam yang moderat dan toleran. Ia juga menambahkan bahwa dari al-Azhar telah keluar orang-orang yang memengang tanggung jawab besar dalam memimpin umat islam, mengungkapkan nilai-nilai keislaman, dan menyebarkan pemahaman yang benar tentang Islam sejak dahulu kala hingga saat ini.

Ia pun mencontohkan sikap Imam al-Bushayri ketika kedatangan pasukan kolonial Perancis untuk menjajah Mesir. Beliau pergi menghadap Napoleon Bonaparte dan memintanya untuk berdiri di hadapan beliau, kemudian Imam al-Bushayri menamparnya dengan keras sebagai simbol penolakan yang keras terhadap kesewenang-wenangnya menjajah rakyat Mesir, dan sebagai simbol yang mewakili suara seluruh rakyat Mesir dalam menghadapi penjajahan Perancis.

Seorang pemikir Kristen Koptik, Jamal As`ad menyatakan bahwa tidak ada yang bisa mengingkari peran al-Azhar dalam memimpin umat Islam dalam berbagai krisis, dan al-Azhar mampu untuk melewati setiap krisis dan ujian yang menimpa umat. Dan Azhar telah memegang tanggung jawab yang diberikan oleh umat sepanjang sejarah. Ia pun mengingatkan bahwa saat terjadi penjajahan dari pasukan kolonial Perancis di atas tanah Mesir, al-Azhar menjadi penentang utama sekaligus pelindung rakyatnya yang terzalimi, dan al-Azhar tidak pernah lengah sesaat pun dalam menjaga umatnya.

Sumber: Surat Kabar Shaut al-Azhar edisi Jum`at, 30 Agustus 2013/Suara Al Azhar

Related posts

Madrasah al-Mustanshiriyyah Cikal Bakal Universitas Modern

admin

Madrasah Al-Umariyyah; Universitas Pertama di Damaskus

admin

Sejarah dan Arsitektur Masjid Agung At-Taqwa Balikpapan

admin

Pengertian Istilah Haram, Makruh Tahrim, Makruh Tanzih dan Khilaful Aula

admin

Mana Tulisan Insyāallāh Yang Benar ?

admin

Tahukah Antum ? Tulisan “Ya Muhammad” Diganti Menjadi “Ya Majid”

admin
WP Twitter Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
WhatsApp Share info ke kami