Media Islam dan Muslim Store No. 1 Balikpapan
Berita Nusantara

Alasan Penolakan Kesaksian Melihat Hilal di Cakung

MADINATULIMAN – Pemerintah telah menetapkan awal Ramadhan jatuh pada hari Sabtu 21 Juli 2012. Meskipun ada pihak yang menyatakan telah melihat hilal di Cakung, Jakarta Timur. Mereka mengaku melihat hilal pada pukul 17.53 sampai 17.56 WIB.

Namun keterangan mereka diragukan oleh Ketua Lajnah Falakiyah PBNU KH A Ghazalie Masroeri .
 

''Lajnah Falakiyah PBNU, mempertanyakan bagaimana mungkin di Cakung bisa melihat hilal, padahal pada jam itu wilayah Jakarta belum masuk waktu Maghrib. Saya meragukan kesahihah hasil pemantauan di Cakung,'' ujar KH A Ghazalie.
 
Selain itu, Lajnah Falakiyah PBNU juga meragukan peralatan dan tempat yang digunakan untuk pemantauan. Karena peralatan yang digunakan seadanya dan tempatnya hanya berlantai tiga.
 
Lajnah Falakiyah PBNU menegaskan pihaknya juga melakukan pemantauan di dua gedung tinggi di Jakarta, namun tak melihat hilal. KH A Ghazalie juga meminta agar hakim yang menyumpah dipanggil dan diberi peringatan. Tak hanya itu, Ghozali juga menyebutkan bahwa kondisi Jakarta sore ini dalam kondisi mendung.
 
Setelah mendengarkan pandangan dari 17 orang peserta dari perwakilan ormas Islam seluruh Indonesia, para ahli astronomi dari LAPAN dan Boscha, diputuskan awal Ramadhan jatuh pada 21 Juli 2012. Sidang juga dihadiri oleh perwakilan Majelis Ulama Indonesia (MUI) . []
 
 
Redaktur : AR
 
Rangkuman Alasan Penolakan : PertamaHilal terlihat sebelum waktu Maghrib. Kedua, Peralatan yang digunakan tidak canggih (biasa). Ketiga, Tempat yang digunakan pemantauan juga diragukan, karena Cakung berada di daerah gedung-gedung tinggi dan hanya dipantau melalui gedung berlantai 3, sedangkan Lajnah Falakiyah PBNU yang memantau di 2 gedung tinggi di Jakarta, tidak melihat hilal. Keempat, Di posisi mana matahari tenggelam dan hilal terbit, juga tidak jelas. Kelima, Yang melihat hilal dan hakim yang jadi saksi, itu-itu saja dari tahun ke tahun. Yakni tempat maupun orang-orang yang sama, yang sudah diragukan semenjak dahulu dan ditolak kesaksiannya. Ke-enam, Hilal yang nampak bisa jadi halusinasi karena ada dorongan dari metode hisab yang mendorong harus terlihat hilal. Ke-tujuh, Cuaca sore itu dalam kondisi mendung. Ke-delapan, Hakim yang menyumpah saksi masih dipertanyakan asalnya. Dan lain sebagainya.

Related posts

Indonesia Kembali Jadi Tuan Rumah Konferensi Islam Dunia

admin

Film ‘SANG KIAI’ Akan Segera Tayang Dibioskop

admin

Dubes Arab Klarifikasi Polemik Makam Nabi ke PKB

admin

Mendikbud Yakin Kurikulum 2013 Berjalan Lancar di Tahun Ajaran Baru

admin

MQK PPU, Pesantren Berperan Cetak Kader Ulama

admin

Ketua Fatwa MUI KH Ma’ruf Amin : Jangan Generalisir Rohis Sebagai Sarang Teroris

admin
SILAHKAN BERTANYA
WP Twitter Auto Publish Powered By : XYZScripts.com