Media Islam Madinatul Iman Balikpapan
Syariah

Bacaan Shalat Maghrib, Isya dan Shubuh Sendirian, Nyaring atau Lirih?

MADINATULIMAN.COM – Sebagaimana diketahui bahwa didalam shalat wajib pada malam hari seperti Maghrib, Isya' dan Shubuh, seorang imam disunnahkan men-jahr-kan (menyaringkan bacaannya), sedangkan makmum disunnahkan sir (melirihkan bacaannya).

Lalu bagaimana jika seseorang shalat sendirian, apakah bacaannya dilirihkan atau dinyaringkan (jahr) sebagaimana imam didalam shalat berjama'ah. Hukum masalah ini dijelaskan dalam kitab Syarh al-Muhadzdzab sebagai berikut:

أَمَّا حُكْمُ الْمَسْأَلَةِ فَالسُّنَّةُ الْجَهْرُ فِي رَكْعَتِي الصُّبْحِ وَالْمَغْرِبِ وَالْعِشَاءِ وَفِي صَلَاةِ الْجُمُعَةِ وَالْإِسْرَارُ فِي الظُّهْرِ وَالْعَصْرِ وَثَالِثَةِ المغرب والثالة وَالرَّابِعَةِ مِنْ الْعِشَاءِ وَهَذَا كُلُّهُ بِإِجْمَاعِ الْمُسْلِمِينَ مَعَ الْأَحَادِيثِ الصَّحِيحَةِ الْمُتَظَاهِرَةِ عَلَى ذَلِكَ هَذَا حُكْمُ الْإِمَامِ وَأَمَّا الْمُنْفَرِدُ فَيُسَنُّ لَهُ الْجَهْرُ عِنْدَنَا وَعِنْدَ الْجُمْهُورِ قَالَ الْعَبْدَرِيُّ هُوَ مَذْهَبُ الْعُلَمَاءِ كَافَّةً إلَّا أَبَا حَنِيفَةَ فَقَالَ جَهْرُ المنفرد وَإِسْرَارُهُ سَوَاءٌ دَلِيلُنَا أَنَّ الْمُنْفَرِدَ كَالْإِمَامِ فِي الْحَاجَةِ إلَى الْجَهْرِ لِلتَّدَبُّرِ فَسُنَّ لَهُ الْجَهْرُ كَالْإِمَامِ وَأَوْلَى لِأَنَّهُ أَكْثَرُ تَدَبُّرًا لِقِرَاءَتِهِ لِعَدَمِ ارْتِبَاطِ غَيْرِهِ وَقُدْرَتِهِ عَلَى إطَاقَةِ الْقِرَاءَةِ وَيَجْهَرُ بِهَا لِلتَّدَبُّرِ كَيْفَ شَاءَ وَيُخَالِفُ الْمُنْفَرِدُ الْمَأْمُومَ فَإِنَّهُ مَأْمُورٌ بِالِاسْتِمَاعِ وَلِئَلَّا يُهَوِّشَ عَلَى الْإِمَامِ وَأَجْمَعَتْ الْأُمَّةُ عَلَى أَنَّ الْمَأْمُومَ
يُسَنُّ لَهُ الاسرار ويكره له الجهر سواء سمع قِرَاءَةَ الْإِمَامِ أَمْ لَا قَالَ صَاحِبُ الْحَاوِي حَدُّ الْجَهْرِ أَنْ يُسْمِعَ مَنْ يَلِيهِ وَحَدُّ الْإِسْرَارِ أَنْ يُسْمِعَ نَفْسَهُ
Sunnah jahr (menyaringkan bacaan) pada 2 rakaat shubuh dan (2 rakaat pertama) maghrib da shalat Isya', serta didalam shalat Juma'at. Dan (sunnah) israr (melirihkan bacaan) pada shalat Dhuhur, 'Ashar, raka'at ketiga shalat Maghrib, dan raka'at ke-3 dan ke-4 shalat Isya'. Ini semuanya berdasarkan pada Ijma' kaum muslimin disertai hadits-hadits shahih yang jelas atas masalah tersebut, inilah hukum seorang imam.

Sedangkan orang yang shalat sendirian (munfarid), tetap disunnahkan jahr (menyaringkan bacaan) menurut hemat kami dan pendapat jumhur (mayoritas ulama). Al'Abdari berkata: itu merupakan madzhab (pendapat) ulama seluruhnya kecuali Abu Hanifah. Abu Hanifah mengatakan bahwa israr dan jahr dalam shalat sendiria itu sama saja. Dalil kami adalah bahwa seorang yang shalat sendiri (munfarid) layaknya seorang imam didalam hal kebutuhan terhadap jahr yaitu untuk tadabbur (menghayati bacaannya) maka sunnah baginya jahr seperti seorang imam dan lebih utama sebab lebih banyak melakukan tadabbur terhadap bacaannya karena ketiadaan keterkaitan dengan yang lain, kemampuan mempertahankan bacaan dan bisa tadabbur bagaimana pun yang dikehendaki.

Shalat sendirian berbeda dengan makmum, karena makmum diperintahkan untuk mendengarkan bacaan imam dan supaya tidak mengganggu terhadap imam. Umat islam telah ijma' (sepakat) bahwa makmum disunnahkan israr (melirihkan bacaan) dan makruh jahr (menyaringkan bacaan), sama saja bisa mendengar bacaan imam atau tidak. Shahibul Hawi berkata: batasan jahr adalah bisa didengar orang disampingnya dan batasan israr adalah sebatas bisa didengar orang dirinya sendiri".

[AR] Foto: Google

Related posts

Oase Khilafah : Memahami Khilafah Dengan Benar dan Tepat

admin

Shighat (Bacaan) dan Hukum Takbir Hari Raya (‘Idul Fithri dan ‘Idul Adlha)

admin

Hukum Islam Ada 5 Yakni Wajib, Sunnah, Mubah, Makruh dan Haram

admin

Mengapa Indonesia Bukan Khilafah ? Kajian Khilafah dan Indonesia

admin

Membaca Shalawat Disela-Sela Pelaksanaan Shalat Tarawih

admin

Risalah Ramadhan (7) ; Kebiasaan Ulama dan Tadarus Al-Qur’an

admin
WP Twitter Auto Publish Powered By : XYZScripts.com