Media Islam Madinatul Iman Balikpapan
Warta Dalam Kota

Badan Lingkungan Hidup : Restoran Wajib Miliki IPAL

MADINATULIMAN.COM – Semakin pesatnya pertumbuhan penduduk Kota Balikpapan membuat kebutuhan kuliner ikut meningkat. Seiring itu, para pengusaha kuliner pun kian menjamur di Kota Minyak, yang ditandai pesatnya pula pertumbuhan usaha restoran, rumah makan ataupun katering. Ternyata Pemkot sudah menyikapi dampak buruk limbah yang dihasilkan pelaku usaha restoran, rumah makan atau usaha katering tersebut.
 

Saat ini, melalui Badan Lingkungan Hidup (BLH) mewajibkan semua pengusaha kuliner memiliki alat pengolahan limbah seperti grease trap (penyaring lemak). "Grease trap ini merupakan alat pengolahan limbah dalam skala kecil.

Jadi, grease trap berfungsi sebagai filter (penyaringan) dari limbah bekas makanan dan minuman termasuk bekas minyak atau lemak makanan yang dihasilkan pelaku usaha kuliner," kata Sekretaris BLH Kota Balikpapan, Ir Panti Suhartono, kepada Balikpapan Pos, Kamis (29/8). Panti menambahkan, semua restoran atau rumah makan berskala kecil di Balikpapan wajib memiliki penyaring lemak tersebut.

Sementara itu, restoran skala besar diwajibkan memiliki Instansi Pengolahan Air Limbah (IPAL) sendiri. Saat ini, BLH bersama tim terkait tengah melakukan proses inventarisir restoran ataupun usaha katering yang belum memiliki pengolahan limbah kulinernya. Dari hasil inventarisir itu, 32 restoran yang telah memiliki kajian upaya pengelolaan lingkungan (UKL) dan upaya pemantauan lingkungan (UPL).

"Semua pengusaha kuliner baru wajib mengurus izin pengolahan limbahnya dulu. Nanti, kita (BLH, Red) akan membantu memberikan pengarahan dalam pembuatan limbahnya, baik IPAL atau grease trap-nya," tambahnya. Di tempat terpisah, Kabag Humas dan Protokoler Sekdakot Balikpapan Drs Sudirman Djayaleksana MM menyebut tim sudah diturunkan ke lapangan untuk pengecekan izin pengolahan limbah.

Dalam tahap awal pemeriksaan ini, lanjut Sudirman, lebih menekankan kepada restoran besar yang sudah terdata. Saat ini, pedagang kuliner yang sudah menggunakan pengolahan limbah grease trap di RSS Damai III, Ringroad. "Ke depannya, pengolahan limbah ini lebih sangat diperhatikan karena ini bisa menjadi penyebab pencemaran lingkungan,” pungkas mantan Kabid Pertamanan dan Pemakaman DKPP ini.(rus/balikpapanpos)

Related posts

DKPP Balikpapan Bantah Larang Shalat bagi Petugas Kebersihan

admin

Ustadz Balikpapan Berjuang Tanpa Modal

admin

Mimpi Pemkot Balikpapan Bangun Minipolitan di Balikpapan Timur

admin

Wali Kota Balikpapan Minta Dukungan Soal Penutupan Pelacuran di KM 17

admin

Disdik Balikpapan Berharap Sekolah Tidak Memberikan PR kepada Siswa

admin

FKUB Balikpapan Imbau Meregistrasi Rumah Ibadah

admin
WP Twitter Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
WhatsApp Share info ke kami