Media Islam dan Muslim Store No. 1 Balikpapan
Warta Dalam Kota

Baret Merah Hanya Kopassus, Ormas Dilarang Pakai Atribut Militer

MADINATULIMAN – Rapat Koordinasi Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Kalimantan Timur digelar di Polda Kaltim dihadiri Gubernur Kaltim H Awang Faroek Ishak, Ketua DPRD Kaltim HM Mukmin Faisyal HP, Pangdam VI Mulawarman Mayjen TNI Dicky Wainal Usman dan Kajati Kaltim M Salim SH MH.
 

Polda Kaltim sebagai tuan rumah, hadir Wakapolda Brigjen (Pol) Toto Adi Kuncoro. Rapat bersama tim terpadu Penanganan Gangguan Keamanan Dalam Negeri. Di sela memberikan paparan terkait keamanan, Pangdam menyoroti organisasi kemasyarakatan (Ormas) yang saat ini banyak berpenampilan ala tentara, menggunakan atribut militer.

Terhadap kondisi tersebut, Pangdam Dicky menegaskan bahwa semua ormas dilarang menggunakan atribut militer. Atribut militer seperti badge, baret dan sangkur. Karena itulah, Pangdam meminta agar aparat terkait dalam hal ini kepolisian, melakukan penertiban terhadap ormas-ormas yang berpenampilan ala militer karena dikhawatirkan disalahgunakan.

Pangdam juga menegaskan bahwa ormas yang mengenakan atribut menyerupai militer bukan binaan TNI. “Bahwa yang berhak menggunakan seragam loreng adalah anggota TNI yang dilindungi oleh Undang-undang. Kemudian tentara berseragam loreng itu mendapat pendidikan, kode etik dan aturan-aturan yang tidak sembarangan.

Ormas pakai baju loreng perlu dilakukan penertiban. Karena tidak layak di dunia manapun kalau baju tentara dipakai ormas," tegasnya di ruang Mahakam Polda Kaltim, Dicky juga menyinggung ada ormas menggunakan baret merah. Padahal yang berhak menggunakan baret merah itu adalah Kopassus. "Baret merah itu hanya Kopassus yang ada sekolahnya, tidak elok baret merah itu digunakan sembarangan oleh ormas," tegasnya.

Pangdam menegaskan, anggota tentara adalah manusia-manusia yang didoktrin untuk menjaga kedaulatan negara. Sementara pendidikan masyarakat (ormas) tidak boleh doktriner. “Seragam loreng digunakan oleh tentara sebagai kamuflase di lingkugannya. Baju loreng itu bukan untuk gagah-gagahan dan jangan dijadikan untuk beking-bekingan," tegasnya.

Dicky kembali menegaskan, TNI tidak melakukan pembinaan terhadap ormas yang mengenakan atribut menyerupai atribut militer yang dimaksud. “Saat ini banyak ormas yang menggunakan seragam loreng seperti milter. Sudah saatnya dilakukan penertiban,” pungkasnya.(bp-15/balikpapanpos)

Related posts

Siswa SMP Balikpapan Berhasil Olah Nanas Jadi Bahan Bakar

admin

Pengelolaan Balikpapan Islamic Centre tak Diserahkan ke Yayasan

admin

Selama Ramadhan Ada 7 Kebakaran di Balikpapan Madinatul Iman

admin

Tanah Longsor di Ponpes Asy-Syifa Balikpapan Butuh Bantuan

admin

Muhammadiyah Balikpapan Akan Buka Perguruan Tinggi Islam dan Kesehatan

admin

Balikpapan Islamic Center Telah Rampung 55%

admin
SILAHKAN BERTANYA
WP Twitter Auto Publish Powered By : XYZScripts.com