Media Islam Madinatul Iman Balikpapan
Syariah

Berdasarkan Hukum Islam Bid’ah Ada 5 Macam

MADINATULIMAN.COM – Umumnya kita mengenal ulama membagi bid'ah menjadi 2 macam yaitu bid'ah Hasanah dan bid'ah Qabihah. Pembagian tersebut berdasarkan pada kesesuaian dengan al-Qur'an, al-Sunnah, Ijma' maupun Atsar, atau berdasarkan pada kesesuaian dengan Sunnah Nabi Saw.

Bila suatu perkara baru itu baik serta tidak menyelisihi al-Qur'an, al-Sunnah, Atsar maupun Ijma', maka ulama mengkategorikannya sebagai bid'ah yang baik. Bila menyelisihi salah satunya berarti termasuk bid'ah yang buruk. Pembagian semacam ini belum berdasarkan pada hukum suatu perkara atau perbuatan sehingga belum diketahui hukumnya.

Sebagaimana telah diketahui bahwa hukum Islam ada 5 macam yang disepakati oleh ulama, yaitu wajib, sunnah (mandub), mubah, makruh dan haram. Adapun bid'ah bukanlah sebuah hukum, melainkan sebuah istilah untuk menyebut perkara-perkara yang dianggap baru. Oleh karena itu, dalam melakuka klasifikasi terhadap suatu perkara maka ulama juga membagi bid'ah sesuai dengan hukum yang telah disepakati.

Imam 'Izzuddin Abdil 'Aziz bin Abdissalam, seorang ulama Syafi'iyah yang dijuluki sebagai Sulthanul Ulama didalam kitabnya, Qawaidul Ahkam fii Mashalihil Anam pada fasal tentang Bid'ah menjelaskan sebagai berikut:

 الْبِدْعَةُ فِعْلُ مَا لَمْ يُعْهَدْ فِي عَصْرِ رَسُولِ اللَّهِ – صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ -. وَهِيَ مُنْقَسِمَةٌ إلَى: بِدْعَةٌ وَاجِبَةٌ، وَبِدْعَةٌ مُحَرَّمَةٌ، وَبِدْعَةٌ مَنْدُوبَةٌ، وَبِدْعَةٌ مَكْرُوهَةٌ، وَبِدْعَةٌ مُبَاحَةٌ، وَالطَّرِيقُ فِي مَعْرِفَةِ ذَلِكَ أَنْ تُعْرَضَ الْبِدْعَةُ عَلَى قَوَاعِدِ الشَّرِيعَةِ: فَإِنْ دَخَلَتْ فِي قَوَاعِدِ الْإِيجَابِ فَهِيَ وَاجِبَةٌ، وَإِنْ دَخَلَتْ فِي قَوَاعِدِ التَّحْرِيمِ فَهِيَ مُحَرَّمَةٌ، وَإِنْ دَخَلَتْ فِي قَوَاعِدِ الْمَنْدُوبِ فَهِيَ مَنْدُوبَةٌ، وَإِنْ دَخَلَتْ فِي قَوَاعِدِ الْمَكْرُوهِ فَهِيَ مَكْرُوهَةٌ، وَإِنْ دَخَلَتْ فِي قَوَاعِدِ الْمُبَاحِ فَهِيَ مُبَاحَةٌ، .
"Bid'ah merupakan perbutan yang tidak dijumpai pada masa Rasulullah Saw. dan bidah terbagi menjadi lima yaitu bid’ah wajibah, bid’ah muharramah, bid’ah mandubah, bid’ah makruhah, dan bid’ah mubahah. Dan cara (metode) untuk mengetahui klasifikasi yang demikian berdasarkan pada kaidah-kaidah syari’ah. Apabila suatu perkara baru masuk dalam kaidah-kaidah hukum wajib maka hukumnya adalah wajib; apabila masuk dalam kaidah penetapan hukum haram maka bid'ah muharrahmah, dan seterusnya”.

Oleh : AR
Kitab قواعد الأحكام في مصالح الأنام

Related posts

Hukum Makmum Yang Tidak Ikut Sujud Tilawah Bersama Imam

admin

Pembahasan Tentang Qurban dan Kriteria Hewan Qurban

admin

Sekilas Mengenai Khutbah Shalat ‘Ied (Hari Raya)

admin

Hukum Memelihara Anjing Didalam Islam

admin

Membaca Shalawat Disela-Sela Pelaksanaan Shalat Tarawih

admin

Hukum Berbicara Saat Wudlu’

admin
WP Twitter Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
WhatsApp Share info ke kami