Media Islam Madinatul Iman Balikpapan
Konsultasi

Bolehkah Keramas Ketika Sedang Berpuasa (Dibulan Ramadhan)

MADINATULIMAN – Sebuah pertanyaan datang dari +62856320xxxx melalui SMS Center Islam Balikpapan. Pertanyaannya adalah : "Assalamualaikum, mau tanya jika sedang berpuasa apa boleh keramas? Terima kasih"

 

Jawab : Wa'alykumussalam wa Rahmatullahi wa Barakatuh saudara/i yang dimulyakan oleh Allah. 

 

Keramas bukanlah termasuk hal-hal yang membatalkan puasa. Oleh karena itu, keramas ketika sedang berpuasa tidak apa-apa, alias boleh. Dengan catatan, air tidak masuk kedalam tubuh. Dalam sebuah riwayat dari Abu Bakar bin Abdurrahman bin Al-Harits bin Hisyam disebutkan,

 

لَقَدْ رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِالْعَرْجِ يَصُبُّ عَلَى رَأْسِهِ الْمَاءَ، وَهُوَ صَائِمٌ مِنَ الْعَطَشِ، أَوْ مِنَ الْحَرِّ
"Sungguh aku menyaksikan Rasulullah Shallallhu 'Alayhi wa Salam di ‘Araj menyiramkan air keatas kepalanya sedangkan beliau dalam keadaan berpuasa, karena dahaga dan panasnya cuaca” (HR. Abu Daud, Ahmad dan Al-Baihaqi)
 
Berdasarkan hadits ini, Imam Al-Nawawi berkomentar didalam kitabnya Al-Majmu’ ;
 
“Boleh bagi orang yang perpuasa berendam didalam air, menyelam didalamnya serta menyiramkan air diatas kepalanya, sama saja ditempat pemandian atau tempat yang lainnya, tidak ada perselisihan dalam hal ini, dan dalilnya yaitu hadits yang menyebutkan hal tersebut (diatas) dan hadits ‘Aisyah serta hadits lainnya didalam Al-Shahihayn,
 
أن النبي – صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ – كان يصبح جنباً، ثم يغتسل، ثم يصوم 
bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alayhi wa Sallam ketika waktu shubuh masih dalam keadaan junub , kemudian ia mandi, dan kemudian (melanjutkan) puasa”.
 
Demikian juga Imam Al-‘Imrani didalam Al Bayan :
 
“Tentang Masalah Orang Yang Berpuasa Menyelam Didalam Air : “Boleh bagi orang yang berpuasa menyiramkan air diatas kepalanya dan menyelam didalam air, selama air tersebut tidak masuk ketenggorokannya (kedalam tubuh, penj), berdasarkan hadits ‘Aisyah Radliyallahu ‘Anha bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alayhi wa Sallam ketika waktu shubuh masih dalam keadaan junub kemudian ia mandi, dan kemudian (melanjutkan) puasa
 
 
Wallahu A’lam[]

Related posts

Berenang Ketika Puasa dan Ketut Didalam Air

admin

Kafarat Pelaku Onani dan Hukum Mengenai Puasa Mutih

admin

Shalat Jum’at Kurang dari 40 Orang Dalam Madzhab Syafi’i

admin

Transaksi Didalam Masjid dan Membayar Zakat Fitrah Dengan Uang

admin
WP Twitter Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
WhatsApp Share info ke kami