Media Islam dan Muslim Store No. 1 Balikpapan
Warta Dalam Kota

Densus 88 dan Polres Balikpapan Amankan 2 Terduga ISIS di Balsel

MADINATULIMAN.COM – Kabar dua pria diamankan anggota Detasemen Khusus (Densus 88) Antiteror Mabes Polri bersama Polres Balikpapan, di Balikpapan Selatan, Sabtu (9/8) malam. Mereka diduga terlibat dalam Islamic State of Iraq and Syria (ISIS).

“Ada, tapi itu masih dugaan, sedang didalami,” kata Kapolres Balikpapan AKBP Andi Azis Nizar, kemarin (13/8/2014).

Kedua orang yang diduga menjadi anggota ISI ini saat diamankan, disebut menyebarkan bendera, dokumen, dan selebaran ajakan bergabung ke kelompok tersebut. “Mengenai keterlibatannya, sedang kami dalami,” ujarnya.

Sebelumnya, Polres Balikpapan, MUI, pengurus masjid, ormas Islam serta para tokoh masyarakat, menggelar pertemuan di Hotel Pasific, Jalan Ahmad Yani, Balikpapan, belum lama ini.

Pertemuan itu membahas upaya menangkal penyebaran ISIS. Sebab, tak menutup kemungkinan, Balikpapan bisa berpotensi menjadi tempat masuknya ISIS ataupun kelompok radikal.

Hingga saat ini, terang Andi, polisi sudah mengambil langkah-langkah antisipasi dan represif untuk menindak orang atau kelompok dari kelompok radikal.

Ketua MUI Balikpapan, Abdul Muis Abdullah menyatakan, seluruh tokoh agama dan ormas Islam Balikpapan telah sepakat menolak keberadaan kelompok ekstremis itu. Karena ISIS mengajarkan kekerasan yang menyimpang dari ajaran Islam yang cinta damai dan toleran.

Karenanya, dia meminta warga agar waspada, tidak mudah terpengaruh ajaran-ajaran radikalisme yang mengatasnamakan agama. Apalagi bertentangan dengan Pancasila maupun UU 1945 serta Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Muis yakin, tidak akan ada warga Balikpapan yang terpengaruh dan mau bergabung dengan ISIS. Pihaknya bersama tokoh masyarakat dan ormas Islam akan terus mensosialisasikan tentang ancaman dan bahaya kelompok radikal ini.

Pengurus masjid di Kota Minyak menyebutkan, dokumen dan selebaran maupun bendera ISIS sudah beredar di Balikpapan sejak pertengahan Juli. Selebaran itu sengaja diedarkan di masjid, pesantren maupun tokoh Islam untuk memengaruhi mereka. (aim/rom/k8/kaltimpost)
 

gambar ilustrasi

Related posts

Disdik Balikpapan Berharap Sekolah Tidak Memberikan PR kepada Siswa

admin

Kesenjangan Kesejahteraan di Balikpapan Masih Tinggi

admin

Alhamdulillah Balikpapan Kota Beriman Raih Adipura Kencana

admin

HMI Kota Balikpapan Galangn Dana 30 Juta untuk Gaza

admin

Kantor Sekretariat MUI Balikpapan Menunggu Penyerahan Pemkot

admin

Pungli: Di Pelabuhan Semayang, Masuk Kamar Kecil Bayar Rp.10.000

admin
SILAHKAN BERTANYA
WP Twitter Auto Publish Powered By : XYZScripts.com