Media Islam dan Muslim Store No. 1 Balikpapan
Kaltim News

Diduga ISIS Menyebar di Kukar, MUI Ingatkan Tokoh Agama

MADINATULIMAN.COM (Tenggarong) – Penyebaran paham Negara Islam Irak dan Suriah atau Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) diduga mulai berkembang di Indonesia. Dianggap pergerakan terlarang, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kukar mengimbau seluruh warga waspada. Ketua MUI Kukar Hormansyah menuturkan, sebanyak 228 dai di Kukar diharapkan mengawasi pergerakan organisasi ISIS yang menyimpang.

 
Perhatian tokoh agama sangat penting agar tidak ada generasi muda yang menjadi korban. ”Kami harap, jika ada yang mengetahui atau melihat organisasi yang menyimpang, segera laporkan. Seluruh dai di Kukar diimbau mengingatkan umat berhati-hati terhadap ISIS atau ajaran serupa yang justru merusak Islam,” kata Hormansyah, kemarin (11/8).
 
ISIS, sebut Hormansyah, bukan organisasi Islam karena perbuatan mereka menyimpang dan tak patut diikuti. Hal tersebut dikuatkan dengan asal-muasal organisasi bukan dari Indonesia. Hormansyah menambahkan, beberapa waktu lalu dia sempat didatangi aparat keamanan dalam dugaan ISIS yang masuk ke Kukar yaitu di sebuah desa di Tenggarong.
 
Namun dia menegaskan, tak tahu persis dugaan itu. ”Sempat didatangi intelijen tapi saya jawab tidak tahu karena memang belum jelas,” katanya. Meski demikian, dugaan penyebaran ISIS di Kukar diperkuat argumen Kasi Haji dan Umrah, Kantor Kemenag Kukar, Nasrun. Dia mengaku didatangi seorang warga Kukar yang sempat diajak bergabung organisasi mirip ISIS.
 
”Seorang warga berkonsultasi dengan saya. Dia mengaku dua kali didatangi seseorang dari Desa Jahab (Tenggarong) yang mengajak bergabung organisasi mirip ISIS. Saya khawatir, organisasi itu memang ISIS,” terang Nasrun. Sementara itu, sosialisasi untuk mencegah ISIS mulai digelorakan. Satpol PP Kukar berencana mengadakan sosialisasi di beberapa tempat.
 
Kukar sangat rawan penyebaran ISIS. Pada 2013 lalu, Densus 88 Antiteror Mabes Polri pernah menangkap tersangka teroris di Desa Sepatin, Kecamatan Anggana. Ali Imron, yang disebut sebagai teroris dalam peristiwa Bom Bali turut ditangkap pada 2012 silam di Desa Loa Duri Ilir, Kecamatan Loa Janan. ”Ada dua penangkapan teroris di wilayah Kukar.
 
Wajar bila harus siaga mengantisipasi penyebaran ISIS,” terang Kepala Satpol PP Kukar Fida Hurasani melalui Kanit Pengawasan Masyarakat Tri Joko Kuncoro, kemarin. Menurutnya, sosialisasi sangat penting agar masyarakat waspada sejak dini. Penting bagi warga Kukar meningkatkan kewaspadaan di lingkungan masing-masing.
 
Ada lima cara, lanjutnya, yakni membina hubungan dan silaturahmi dengan lingkungan terkecil di masyarakat. Berkomunikasi dengan pemuda dan remaja, memanfaatkan modal sosial di dalam masyarakat seperti pengajian, mengetahui identitas pendatang baru, dan terakhir berinteraksi dengan masyarakat dari unit terkecil. (*/abe/hrm/kpnn/fel/k8/kaltimpost)

Related posts

Pejabat Kutai dan Bontang Sambut Kirab Satu Negeri, Lagu Syubbanul Wathan Menggema

admin

Dekati Masyarakat, Pejabat Polda Shalat Shubuh di Masjid At-Taqwa Balikpapan

admin

Ketua NU Kutai Kartanegara Kaltim Apresiasi Pengamanan Unjuk Rasa 22 Mei

admin

PW Muhammadiyah Kaltim Gelar Musypimwil Selama Dua Hari

admin

Ya Lal Wathan Menggema di Safari Ramadhan Danrem 091/ASN PPU Kaltim

admin

Sultan Kutai Kartanegara Kalimantan Timur Wafat Dalam Usia 94 Tahun

admin
SILAHKAN BERTANYA
WP Twitter Auto Publish Powered By : XYZScripts.com