Media Islam Madinatul Iman Balikpapan
Kepala Dinas Pendidikan Kota Balikpapan, Muhaimin (Foto: Tribun Kaltim)
Warta Dalam Kota

Disdik Balikpapan Berharap Sekolah Tidak Memberikan PR kepada Siswa

MADINATULIMAN.COM – Disdik Balikpapan atau Dinas Pendidikan Kota Balikpapan Kalimantan Timur memberikan pernyataan kepada seluruh sekolah yang ada di wilayah Balikpapan, diharapkan para penyelenggara pendidikan tidak memberikan tugas Pekerjaan Rumah (PR) kepada para siswa.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Balikpapan, Muhaimin, menjelaskan, sudah diberitahukan kepada sekolah-sekolah untuk tidak memberikan PR kepada para siswa-siswi.

Saat ditanya mengenai penerapan kebijakan Disdik Balikpapan soal penerapan mengenai tidak perlunya siswa-siswi diberi PR oleh pihak sekolah, Muhaimin ungkap sudah lama diberlakukan.

“Kan sudah kami berlakukan,” ujarnya kepada Tribunkaltim melalui sambungan WhatsApp pada Kamis (19/7/2018).

Dia menjelaskan, penyelenggaraan belajar-mengajar di sekolah diterapkan kebijakan lima hari kegiatan.

“Untuk kebijakan 5 hari sekolah sudah kami minta agar seluruh proses pembelajaran selesai di sekolah, tidak boleh dibebani tugas-tugas saat di rumah,” ujar Muhaimin.

Kata dia, kebijakan yang dimunculkan memiliki tujuan. Pemberlakuan tidak memberikan PR kepada pelajar memiliki manfaat bagi diri pelajar itu sendiri, termasuk bagi orang tuanya.

“Senin sampai Jumat di sekolah. Sabtu dan minggu digunakan untuk kumpul bersama keluarga,” tutur Muhaimin.

Di tempat terpisah ada pengakuan orang tua murid yang anaknya masih mengenyam pendidikan di sekolah negeri.

Dia adalah Yethi Hernawati, warga Sumber Rejo, yang memiliki dua anak yang kini menimba ilmu di Sekolah Dasar Negeri (SDN) 011 Balikpapan Utara dan SDN 027 Balikpapan Tengah Sungai Ampal.

“Anak saya masih keduanya sering dikasih PR, tapi saya setuju saja daripada tidak ada PR,” ujarnya kepada Tribunkaltim.

Dia menyatakan, pemberian penugasan PR dari gurunya untuk dikerjakan di rumah memberikan manfaat tersendiri.

“Malah saya senang kalau ada yang begitu. Bisa memacu kerja sama antara orangtua dan anak, mendiskusikan bersama membahas PR dari sekolah,” ujar wanita berjilbab ini.

Yethi mengungkapkan, kedua anaknya masih sering diberi PR dari pihak sekolah, hampir setiap hari.

Terkadang, tambah dia, pihak anaknya juga disuruh untuk membuat prakarya kerajinan tangan sampai mesti harus dikerjakan di rumah.

“Hari Sabtu tetap datang ke sekolah, masuk kegiatannya hanya ekstrakurikuler atau ikut pramuka,” ungkap Yethi. (ilo)

 

Source : Kaltim Tribun

Related posts

Sekolah Swasta Balikpapan Rugi Rp 49 Miliar Akibat Pelanggaran PPDB

admin

Mahasiswa Islam Tergabung Dalam PMII Balikpapan Gelar Aksi Peduli Lombok

admin

DKPP Balikpapan Bantah Larang Shalat bagi Petugas Kebersihan

admin

Rhoma Irama dan Elvie Sukaesih Hibur Warga Balikpapan

admin

Tablig Akbar FPMKB Bersama KH. Said Aqil Al Munawar Dihadiri Ribuan Orang

admin

BKPAKSI Kota Balikpapan Resmikan Berdirinya TK/TPA di Masjid Nurul Haq Damai Bahagia

admin
WP Twitter Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
WhatsApp Share info ke kami