Media Islam Madinatul Iman Balikpapan
Berita Nusantara

Gempa Donggala dan Palu Menjadi Perhatian Dunia #PrayForPalu

MADINATULIMA.COM – Bencana gempabumi di Kota Palu dan Donggala Sulawesi Tengah menjadi topik pembicaraan warga netizen dunia. Hanya sekitar enam jam pasca kejadian, dua tanda pagar (tagar) #PrayForDonggala dan #PrayForPalu menjadi dua dari lima tagar yang paling banyak dibicarakan di twitter level dunia Sabtu (29/9/2018) dini hari dengan 130 ribu ciutan di twitter.

Sebelumnya, gempabumi dengan kekuatan magnitude 7,7 yang kemudian dimutakhirkan oleh BMKG menjadi magnitudo 7,4 telah mengguncang wilayah Kota Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah pada Juat (28/9) 17.02 WIB. Pusat gempa. Pusat gempa pada 10 km pada 27 km Timur Laut Donggala, Sulawesi Tengah. Gempabumi berpotensi tsunami. BMKG telah mengaktivasi peringatan dini tsunami dengan status Siaga (tinggi potensi tsunami 0,5 – 3 meter) di pantai Donggala bagian barat, dan status Waspada (tinggi potensi tsunami kurang dari 0,5 meter) di pantai Donggala bagian utara, Mamuju bagian utara dan Kota Palu bagian barat. BMKG telah mengakhiri peringatan dini tsunami sejak 28/9/2018 pukul 17.36 WIB.

Berdasarkan konfirmasi kepada BMKG, tsunami terjadi menerjang pantai. Posko BNPB juga telah mengkonfirmasi ke BPBD bahwa tsunami telah menerjang pantai Talise di Kota Palu dan pantai di Donggala. Beberapa video yang didokumentasikan masyarakat dan disebarkan di sosial media mengenai tsunami di Kota Palu dan Donggala adalah benar. Gempa tsunami menimbulkan korban jiwa. Laporan sementara, terdapat beberapa korban yang meninggal karena tertimpa bangunan roboh. Tsunami juga menerjang beberapa permukiman dan bangunan yang ada di pantai. Jumlah korban dan dampaknya masih dalam pendataan.

“Petugas BPBD, TNI, Polri, Basarnas, SKPD, dan relawan melakukan evakuasi dan pertolongan pada korban. Korban yang luka-luka ditangani oleh petugas kesehatan. Penanganan darurat terus dilakukan,” kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho dalam keterangan tertulisnya, Jumat (28/9).

Kondisi listrik padam menyebabkan jaringan komunikasi di Donggala dan sekitarnya tidak dapat beroperasi karena pasokan listrik PLN putus. Terdapat 276 base station yang tidak dapat dapat digunakan. Operator komunikasi terus berusaha memulihkan pasokan listrik secara darurat. Kemkominfo telah melakukan langkah-langkah penanganan untuk memulihkan komunikasi yang putus tersebut. (Ahmad Rozali/NUON)

Related posts

MUI dan PBNU Desak Pemerintah Soal Kekerasan di Rohingya

admin

Menteri Agama Suryadharma Ali: Aksi Terorisme Membuat Umat Islam Tersakiti

admin

Habib Zen Minta Maaf Jika Ada Keturunan Rasulullah Minta Dilayani

admin

Ulama al-Azhar Ingatkan Tiga Prinsip Cegah Terorisme

admin

Dapat Mandat Para Kyai, PKB Terdepan Tangkal Radikalisme

admin

Aceh Kembangkan Program Digitalisasi Pesantren

admin
WP Twitter Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
WhatsApp Share info ke kami