Media Islam Madinatul Iman Balikpapan
Islam Balikpapan

Haul Pertama, Mengenang Wafatnya KH. Anas Mochtar Kiai Yang Tegas

MADINATULIMAN.COM – Ribuan jemaah dan santri memadati area Pondok Pesantren Modern Al-Muttaqien, Jalan Letjen S Parman, kawasan Gunung Guntur, Balikpapan Tengah, saat acara haul ke-1 KH Mohammad Anas Muchtar.
 KH Mohammad Anas Muchtar merupakan sosok ulama karismatik yang dicintai umat muslim Balikpapan dan santrinya.
 Apalagi, pendiri Yayasan Ponpes Modern Al-Muttaqien yang juga wakil ketua MUI dan Rois Syuriah NU Balikpapan ini diakui oleh para hadirin memiliki ketegasan dalam bertindak, namun tawadu dalam menjalankan aktivitas.

 Haul ke-1 diawali dengan pembacaan surat Yasin, tahlil, dan doa. Ustaz H Agus Choirul Huda Lc menyebutkan, ada tujuh hikmah pelajaran yang didapatnya dari sosok Romo Kiai Anas.
 Ketujuh hikmah itu disampaikan Agus di hadapan umat muslim yang hadir. Pertama, akan pentingnya mendirikan akidah yang sempurna (salimul akidah).
 “Untuk itulah, beliau mendirikan ponpes agar para santri terjaga akidahnya, jauh dari akidah yang menyimpang serta syirik. Jika akidah telah sempurna, tentunya tidak ada lagi yang korupsi, tidak perlu pakai KPK lagi,” ujar Ustaz Agus.
Kedua, KH Mohammad Anas Mochtar mengajarkan shohibus syariah atau amalan yang dikerjakan harus mengetahui syariatnya.
KH Anas adalah sosok ulama yang menguasai fikih Syafi’i. “Artinya, amalan soleh jika tidak tahu syariatnya maka akan jadi sia-sia. Dan syariat Islam tidak boleh direndahkan, apalagi orang Islam malah tidak tahu syariat,” ujar Ustaz Agus yang sempat menyindir tokoh yang berpuisi karena tidak tahu syariat, namun lebih mengetahui konde.
Ketiga adalah akhlakul karimah dan tawadu. “Beliau tetap menghargai siapa pun dan dari golongan apa pun, tidak pandang bulu, semua dihormati,” cerita Agus.
Bahkan kepada dirinya, KH Anas kerap memanggil ustaz sebagai bentuk penghormatan. Inilah yang patut dicontoh umat Islam di Balikpapan, yang mengharapkan generasi mendatang menjadi penerus perjuangan beliau.
Keempat, sosok yang sehat karena usia beliau mencapai 72 tahun. Artinya beliau sosok yang juga menjaga kesehatan, bahkan Nabi Muhammad SAW menekankan agar umat Islam memiliki kemampuan olahraga, yaitu berkuda, panahan, dan berenang.
“Kelima adalah sosok beliau yang menekankan intelektualitas dalam berpikir. Beliau juga berfatwa tentang bagaimana pemotongan hewan kurban yang benar. Jadi seorang muslim tidak hanya tahu masalah agama saja, tetapi hal lainnya. Makanya beliau juga mendirikan SMK NU, dengan berbagai jurusan agar santri juga bisa merakit mesin,” jelasnya.
Keenam, mencetak santri-santri yang modern dan berbasis kemandirian. “Makanya beliau mengharapkan santri tidak hanya pintar agama saja, tetapi juga pandai ilmu lainnya sehingga mereka menjadi santri mandiri,” jelasnya.
Sebab, jika santri hanya pintar dalam ilmu tetapi tidak pintar mencari uang, maka mereka bisa menjadi santri pengemis.
Terakhir, Romo KH Anas juga mengharapkan umat Islam menjadi orang-orang yang memiliki manfaat kepada sesama.
“Jangan sombong rajin ibadah, tetapi tidak memberi manfaat pada orang lain. Sosok beliau dengan mendirikan pondok pesantren di tengah Kota Balikpapan sebagai bentuk menebarkan manfaat kepada umat dan jemaah yang hadir, tentunya menjadi santri KH Anas. Insya Allah, menjadi pengikut beliau dan bersama-sama masuk surga di akhirat kelak,” harap Agus mengakhiri tausiahnya.
Sementara itu, Wali Kota nonaktif Balikpapan H Rizal Effendi yang juga sahabat Kiai KH Anas Muchtar menyempatkan hadir di tengah hadirin.
“Saya anak muridnya KH Anas dan bila bertemu selalu diberi pelajaran agama. Beliau tidak segan-segan mengajari saya, walaupun seorang pejabat atau wali kota belum tentu agamanya sudah baik. Apa yang harus dilakukan dalam peran umat, bahkan ditegur cara ibadah yang benar. Beliau tidak segan mengingatkan,” cerita Rizal.
KH Mohammad Anas Muchtar, menurut Rizal, merupakan sosok ulama yang menyejukkan namun tegas. Merintis pesantren SMK, mengajari anak-anak tidak hanya menguasai ibadah saja namun juga ilmu dunia.
“Beliau sosok menegakkan agama yang tidak perlu teriak, yang perlu adalah karya di tengah umat. Semoga almarhum husnul khotimah. Seluruh keluarga diberikan kekuatan, melanjutkan apa yang sudah beliau hasilkan,” harap Rizal.
Sementara, menjelang Ramadan perlu membangun umat dengan baik. Kalaupun ada perbedaan, jangan dipertajam. Saling pengertian dan silaturahmi.
Arbain Side mewakili Plt wali kota berharap, sosok KH Anas Muchtar diberikan rahmat. Melalui acara haul, semoga selalu terjalin silaturahmi dan ikatan persaudaraan umat Islam.
Kepada Ponpes Al-Muttaqien, diharapkan dapat meningkatkan peran dalam mengupayakan figur muslim ke arah tatanan lebih baik dan berperan optimal. Turut hadir pula dalam acara haul HM Izzat Sholihin dari Kemenag, pengurus MUI Balikpapan HM Kasyim Pallanjo, Drs HM Jailani, H Abdul Muis Abdullah, Kapolsek Balikpapan Utara Kompol Sofyan, dan KH Muhammad Muhlasin dari PCNU Balikpapan. (han/rus/k1/PROKAL)

Related posts

Pemkot Balikpapan Gelar Do’a Bersama Sambut Ramadhan dan Nishfu Sya’ban

admin

Gebyar Syi’ar dan Do’a Bersama Sambut Tahun Baru Hijriyah di Masjid Al-Muthmainnah

admin

Rhoma Irama di Balikpapan

admin

Pengukuhan Keluarga Sakinah Teladan Tahun 2013 Tingkat Kota Balikpapan

admin

Soal Game Pokemon, MUI Balikpapan Tunggu Keputusan Pusat

admin

Dukung Pemilu Damai, Para Da’i Balikpapan Ikuti Acara Silaturahmi Da’i Kamtibnas

admin
WP Twitter Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
WhatsApp Share info ke kami