Media Islam Madinatul Iman Balikpapan
HMI Balikpapan (foto: balikpapantody)
Warta Dalam Kota

HMI Balikpapan Soroti Dugaan Korupsi Rumah Potong Unggas

MADINATULIMAN.COM –┬áHimpunan Mahasiswa Islam (HMI) cabang Kota Balikpapan menyatakan kekecewaannya atas adanya indikasi dugaan korupsi pada proyek Rumah Potong Unggas (RPU) yang dikerjakan oleh pemerintah Kota Balikpapan, Kalimantan Timur.

Demikian diutarakan oleh Ketua Umum HMI cabang Balikpapan, Rizqi Usman, kepada Tribunkaltim.co melalui sambungan telepon selulernya pada Sabtu (18/8/2018) siang.

Negara Indonesia termasuk di dalamnya pemerintah daerah Balikpapan ikut rusak bobrok terkena virus korupsi yang tidak lagi sesuai dengan cita-cita reformasi yang digalakan oleh kalangan mahasiswa.

Belum lagi, menurut Transparency International, ungkap Rizqi, Indonesia merupakan negara dengan peringkat ke-96 di dunia dalam hal negara bersih dari Korupsi.

Diperingkat pertama negara paling bersih ada di Selandia Baru, sedangkan negara paling korup adalah Somalia.

“Walau demikian dari tahun ke tahun Indonesia masih tidak bisa sembuh dari penyakit kronis yang sedang menggrogoti bangsa ini. Mulai dari kasus korupsi yang besar pada tingkatan pemerintahan pusat sampai ke pemerintahan daerah,” ungkapnya.

Sebagai contoh gambaran, baru-baru ini telah terkuak kasus dugaan korupsi pada tingkatan pemerintah daerah di Kota Balikpapan yang dilakukan oleh beberapa oknum legislator Balikpapan.

“Kasus dugaan korupsi pengadaan lahan pembangunan Rumah Pemotongan Unggas di Kilometer 13, Karang Joang, Balikpapan Barat,” katanya.

Mencuatnya kasus dugaan korupsi ini kabarnya, melibatkan terdugaa personel DPRD Kota Balikpapan.

Kasus ini telah menyita banyak perhatian publik, sesuai data auditor dari Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Kaltim.

Kasus tersebut telah merugikan negara senilai Rp 11 miliar. Persoalan kasus RPU merupakan kasus di tahun 2014 yang kemudian baru kembali mencuat di tahun 2018 ini.

“Kasus ini telah berjalan sekitar 4 tahun lamanya,” ujar Rizqi, yang pernah juga memperjuangkan aspirasi penanganan tuntas banjir Kota Balikpapan

Tentunya hal tersebut menimbulkan rasa ketidakpercayaan masyarakat kepada DPRD Kota Balikpapan.

Bagaimana tidak, tegas Rizqi bahwa anggaran yang seharusnya Ro 2,5 miliar tiba-tiba membengkak menjadi 12,5 miliar.

“Jumlahnya besar dan tidak adanya transparansi terkait membengkaknya anggaran,” ungkapnya.

Jelas tegas Rizqi, ini sangat bertolak belakang dengan dalih pemerintah yang selama ini terus-terusan mengatakan bahwa pemerintah Kota Balikpapan sedang mengalami defisit anggaran.

Maka dari itu HMI Cabang Balikpapan akan mengambil sikap tegas dan akan melakukan aksi demonstrasi di Kantor DPRD Kota Balikpapan sebagai bentuk kekecewaan terhadap kasus korupsi yang dilakukan oleh beberapa oknum DPRD Kota Balikpapan.

“Walaupun sudah dlakukan proses hukum kami tetap akan turun aksi turun ke jalan, karena ini aksi bentuk kekecewaan kami kepada para oknum DPRD. Minggu depan insyaallah,” ujar Rizqi.

Tentunya HMI Cabang Balikpapan juga akan terus memberikan dukungan kepada pihak yang berwajib dalam hal penanganan kasus tersebut dan akan terus ikut mengawal kasus tersebut sampai akhirnya membuahkan hasil.

“Satu sisi kita juga akan buat gerakan-gerakan untuk mendukung kinerja para pihak berwajib dalam hal penanganan kasus korupsi ini,” tegas Rizqi.

Source : Kaltim Tribun

Related posts

Badan Lingkungan Hidup : Restoran Wajib Miliki IPAL

admin

238 Kafilah Ikuti Pembukaan MTQ Tingkat Kota Balikpapan

admin

Balikpapan Siap Jadi Percobaan Program Full Day School Mendikbud

admin

Besaran Zakat Fitrah Di Balikpapan Adalah Rp. 25 Ribu dan Rp. 30 Ribu

admin

Menteri Agama: Urusan Haji 90 Persen Siap

admin

MUI dan DPRD Balikpapan Dukung Cabut Izin THM

admin
WP Twitter Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
WhatsApp Share info ke kami