Media Islam Madinatul Iman Balikpapan
Pilihan Utama Syariah

Hukum Bekam Saat Puasa menurut Fikih

MADINATULIMAN.COM – Bekam (al-hijamah) merupakan salah satu metode pengobatan berdasarkan sunnah Rasulullah SAW.  Pengobatan dengan cara mengeluarkan darah statis (kental) yang mengandung toksin dari dalam tubuh manusia ini dulunya menggunakan tanduk kerbau atau sapi, tulang unta, gading gajah. Sementara dalam perkembangannya, sudah menggunakan kop/gelas bekam, handpump (pompa) dan lain sebagainya.

Bekam juga dapat dilakukan meskipun dalam kondisi puasa karena tidak termasuk hal-hal yang dapat membatalkan puasa, khususnya didalam fatwa madzhab Syafi’i sebagai madzhab fiqih mayoritas di Indonesia. Meskipun ada pula ulama yang berpendapat bahwa bekam dapat membatalkan puasa.

Imam An-Nawawi rahimahullah didalam Al-Majmu’ menjelaskan sebagai berikut:

أَمَّا) حُكْمُ الْمَسْأَلَةِ فَقَالَ الشَّافِعِيُّ وَالْأَصْحَابُ تَجُوزُ الْحِجَامَةُ لِلصَّائِمِ وَلَا تُفْطِرُهُ وَلَكِنَّ الْأَوْلَى تَرْكُهَا هَذَا هُوَ الْمَنْصُوصُ وَبِهِ قَطَعَ الْجُمْهُورُ وَقَالَ جَمَاعَةٌ مِنْ أَصْحَابِنَا الْجَامِعِينَ بَيْنَ الْفِقْهِ وَالْحَدِيثِ يُفْطِرُ بِالْحِجَامَةِ مِمَّنْ قَالَهُ مِنْهُمْ أبو بكر ابن الْمُنْذِرِ وَأَبُو بَكْرِ بْنُ خُزَيْمَةَ وَأَبُو الْوَلِيدِ النيسابوري والحاكم أبو عَبْدِ اللَّهِ
Hukum masalah bekam, Imam Asy-Syafi’i dan ashhab membolehkan hijamah (bekam) bagi orang yang puasa dan tidak menjadikan batal puasanya, tetapi lebih utama (aula) meninggalkannya (tidak berbekam) saat puasa. Ini adalah manshush (teks Imam Syafi’i dan ashhab) dan dipegang oleh mayoritas ulama. Namun, sekelompok dari ashhab kami (ahli fiqih dan hadits) berpendapat puasa bisa batal sebab hijamah, diantara yang berpendapat demikian adalah Ibnul Mundzir, Ibnu Khuzaimah, Abul Walid An-Naisaburi dan Al-Hakim.

Imam An-Nawawi menegaskan kembali bahwa pendapat bekam tidak membatalkan puasa merupakan fatwa madzhab Syafi’i dan dipegang oleh banyak ulama.

قَدْ ذَكَرْنَا أَنَّ مَذْهَبَنَا أَنَّهُ لَا يُفْطِرُ بِهَا لا الحاجم ولا لمحجوم وَبِهِ قَالَ ابْنُ مَسْعُودٍ وَابْنُ عُمَرَ وَابْنُ عَبَّاسٍ وَأَنَسُ بْنُ مَالِكٍ وَأَبُو سَعِيدٍ الْخُدْرِيُّ وأم سلمة وسعيد بن المسيب وعروة ابن الزُّبَيْرِ وَالشَّعْبِيُّ وَالنَّخَعِيُّ وَمَالِكٌ وَالثَّوْرِيُّ وَأَبُو حَنِيفَةَ وَدَاوُد وَغَيْرُهُمْ قَالَ صَاحِبُ الْحَاوِي وَبِهِ قَالَ أَكْثَرُ الصَّحَابَةِ وَأَكْثَرُ الْفُقَهَاءِ
“Madzhab kami, bekam itu tidak menyebabkan puasa batal, orang yang membekam dan orang yang dibekam tidak batal puasanya. Ibnu Mas’ud, Ibnu Umar, Ibnu ‘Abbas, Anas bin Malik, Abu Sa’id Al-Khudri, Ummu Salamah, Sa’id bin al-Musayyab, ‘Urwah bin Az-Zubair, Asy-Sya’bi, An-Nakha’i, Malik bin Anas, Sufyan Ats-Tsauri, Abu Hanifah, Daud dan selain mereka berpendapat sama. Pemilik kitab Al-Hawi berkata “Kebanyakan sahabat dan kebanyakan fuqaha’ berpendapat demikian”.

Salah satu hujjah atas pendapat diatas adalah hadits dari Ibnu ‘Abbas ra.

أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ” احْتَجَمَ وَهُوَ مُحْرِمٌ وَاحْتَجَمَ وَهُوَ صَائِمٌ ” رَوَاهُ الْبُخَارِيُّ
“Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallsam berbekam sementara beliau berihram, beliau berbekam sementara beliau berpuasa.” (HR. Al-Bukhari)

Sedangkan bagi sekelompok ulama yang menyatakan bahwa berbekam dapat membatalkan puasa, maka wajib mengqadla’ puasanya tanpa membayar kafarat. Berbeda halnya dengan pendapat ‘Atha’, bahwa orang yang berbekam di bulan Ramadlan maka batal puasanya dan wajib mengqadla’ puasa sekaligus bayar kaffarat.

Hujjah pendapat yang menyatakan bahwa berbekam dapat membatalkan puasa, salah satunya adalah hadits Tsauban berikut:

سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وسلم يقول أَفْطَرَ الْحَاجِمُ وَالْمَحْجُومُ ” رَوَاهُ أَبُو دَاوُد وَالنَّسَائِيُّ وَابْنُ مَاجَهْ
“Aku mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallsam bersabda batal puasa orang yang membekam dan yang dibekam”, (HR. Abu Daud, An-Nasa’i, dan Ibnu Majah)

Meskipun hadits diatas juga termasuk hadits shahih, menurut sejumlah ulama, itu terjadi saat Fathu Makkah (diawal Islam) dan hukumnya mansukh (terhapus) oleh hadits Ibnu ‘Abbas yang terjadi saat haji Wada’.

[4bd]

Related posts

TNI/Polri bersama Masyarakat Balikpapan Gelar Do’a Bersama Untuk Korban Gempa

admin

Hukum Makmum Yang Tidak Ikut Sujud Tilawah Bersama Imam

admin

Ribuan Umat Islam Bershalawat Bersama Gus Azmi di Lapangan Merdeka

admin

Pengasuh Ponpes Al-Izzah Balikpapan Buka Ngaji Kitab Hadits Secara Live

admin

Sarjana Muslim Dunia Desak Indonesia dan Negara Islam Redam Laju Radikalisasi

admin

Mengapa Indonesia Bukan Khilafah ? Kajian Khilafah dan Indonesia

admin
WP Twitter Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
WhatsApp BAGI INFO KE KAMI