Media Islam Madinatul Iman Balikpapan
Ubudiyah

Hukum Menyaringkan Bacaan Shalat Dhuhur?

MADINATULIMAN.COM – Shalat Dhuhur merupakan salah satu shalat siriyah (shalat yang bacaannya dilirihkan/ tidak diperdengarkan kepada orang lain). Demikian pula shalat 'Ashar, dan beberapa shalat sunnah lainnya.

Membaca lirih (tidak nyaring) didalam shalat Dhuhur maupun 'Ashar merupakan suatu kesunnahan didalam fikih. Namun, bagaimana bila terjadi sebuah kasus dimana ada orang yang shalat Dhuhur dengan bacaan yang dinyaringkan (jahr) seperti sedang melaksanakan shalat Maghrib, 'Isya', shalat Jum'at dan lainnya.

Apakah kasus seperti diatas bisa merusak terhadap shalatnya ataukah tidak?. Demikian pula, apakah batal shalatnya orang yang bacaannya didalam shalat Maghrib, Isya' dan Shubuh tidak dinyaringkan (jahr) tetapi dilirihkan (sir).?

Imam al-Nawawi didalam Syarh al-Muhadzdzab dalam satu satu cabang penjabarannya pada Kitabush Shalah menjelaskan sebagai berikut:

لو جهر في موضع الإسرار أو عكس لم تبطل صلاته ولا سجود سهو فيه ولكنه ارتكب مكروها هذا مذهبنا وبه قال الأوزاعي وأحمد في أصح الروايتين وقال مالك والثوري وأبو حنيفة واسحق يسجد للسهو
"Seandainya menjaharkan (menyaringkan bacaan) pada tempat yang semestinya israr (dibaca lirih) atau sebaliknya (yaitu melirihkan bacaan pada tempat yang semestinya dinyaringkan), maka shalatnya tidak batal dan tidak perlu melakukan sujud syahwi, tetapi termasuk perbuatan yang makruh, inilah madzhab kami (Syafi'i), pendapat ini dipegang oleh Imam al-Auza'i, Ahmad bin Hanbal dalam satu riwayat yang lebih shahih, sedangkan Imam Malik, Sufyan al-Tsauri, Abu Hanifah dan Ishak mengatakan perlu sujud syahwi.

Secara sederhana dapat kita jelaskan bahwa menyaringkan / melirihkan bacaan bukan termasuk syarat dan rukun (fardlu) shalat. Demikian pula tidak termasuk didalam pembatal shalat sehingga tidak akan membatalkan shalat (tetapi ulama menghukumi makruh) bila melirihkan bacaan pada tempat yang semestinya di-jahar-kan, atau menjaharkan pada tempat yang semestinya dilirihkan. [AR]

————-

Foto Ilustrasi: Seorang petugas Satlantas Polres Balikpapan mengikuti salat Id saat puluhan ribu umat muslim memadati kawasan Lapangan Merdeka Balikpapan untuk mengikuti Salat Id Idul Fitri 1436 H/2015, Jumat (17/7). (TRIBUNKALTIM.CO/FACHMI RACHMAN)

Related posts

Risalah Ramadhan (4) ; Imam Syafi’i dan Generasi Salaf Ketika Khatmul Qur’an

admin

Hal-Hal Yang Dianjurkan (Sunnah-Sunnah) Ketika Hari Raya

admin

Ketika Lupa Niat Puasa Ramadlan Dimalam Hari

admin

Salam Dengan Isyarat dan Salam Untuk Orang Bisu Tuli

admin

Hukum Puasa 10 Hari Pertama Bulan Dzulhijjah

admin

Hukum Menjaharkan Shalat-Shalat Sunnah

admin
WP Twitter Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
WhatsApp Share info ke kami