Media Islam Madinatul Iman Balikpapan
Gambar 'Ied Mubarak, Idul Adlha 1439 H
Islam Balikpapan

Idul Adlha 1439 H Insyaallah 22 Agustus 2018, Data Hisab LFNU Balikpapan

MADINATULIMAN.COM – Hari raya Idul Adlha 1439 H diprediksi jatuh pada 22 Agustus 2018. Hal itu berdasarkan data hasil hisab awal bulan Dzulhijjah bahwa 1 Dzulhijjah 1439 H jatuh pada Senin, 13 Agustus 2018 M. Hisab awal bulan tersebut dirilis oleh Lembaga Falakiyah Nahdlatul Ulama (LFNU) Kota Balikpapan, sebagaimana dimuat dalam situs NU Balikpapan.

Dalam laman tersebut dipaparkan bahwa data hisab dari LFNU Balikpapan yang mengambil markaz observasi Menara Amerilis Pertamina Balikpapan menunjukkan bahwa Ijtima’ terjadi pada Sabtu, 11 Agustus 2018 pukul 17: 57:44,96 WITA , sementara matahari terbenam pukul 18:21:47,75 WITA. Tinggi matahari saat terbenam adalah -1° 15’ 47,1”. Posisi hilal masih berada di bawah ufuk saat matahari terbenam, dengan ketinggian hilal mar’i -0° 25’ 29,19”, sehingga bulan Dzulqa’dah genap 30 hari.

Berdasarkan Teori Visibilitas Hilal yang menyatakan bahwa hilal hanya mungkin bisa dirukyat jika jarak sudut Bulan dan Matahari minimal 6,4° (ekstrapolasi terhadap limit Danjon 7° dengan menggunakan alat optik), maka hasil perhitungan menunjukkan bahwa syarat dalam kriteria ini tidak terpenuhi, dengan demikian istikmal dan 1 Dzulhijjah jatuh pada hari Senin, 13 Agustus 2018.

Demikian juga dengan kriteria Imkanur Rukyat Mabims yang menyatakan bahwa ketika matahari terbenam, ketinggian bulan di atas horison tidak kurang dari 2° dan umur bulan tidak kurang dari 8 jam selepas ijtima’ berlaku. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa syarat kriteria Imkanur Rukyah juga tidak terpenuhi, dengan demikian, laporan atau klaim rukyah pada hari Sabtu, 11 Agustus 2018 dapat dipastikan ditolak sehingga awal Dzulhijjah 1439 H akan ditetapkan jatuh pada hari Senin, 13 Agustus 2018.

Hasil perhitungan LFNU Balikpapan juga menunjukkan bahwa bulan terbenam lebih dulu daripada matahari, sehingga telah memenuhi kriteria Wujudul Hilal yang dipakai oleh ormas Islam seperti Muhammadiyah yang menyatakan bahwa “Jika setelah terjadi ijtima’, bulan terbenam setelah terbenamnya matahari maka malam itu ditetapkan sebagai awal bulan Hijriyah tanpa melihat berapapun sudut ketinggian bulan saat matahari terbenam”.

Source : NU Balikpapan

Related posts

MUI Akan Gelar Silaturahim Bersama Lembaga Dakwah dan Ormas Islam

admin

Guru PAI Balikpapan Dilatih Manfaatkan Alat Peraga Al-Qur’an

admin

Sedang Dirintis Pondok Pesantren Jamiatul Mudaqirin Balikpapan Utara Km 20

admin

NU Balikpapan Barat Gelar Pengajian dan Konsolidasi GP Ansor

admin

Pelatihan Standarisasi Guru Tilawati di Masjid Al-Amin AURI Berjalan Sukses

admin

Ketua RMI Balikpapan : Imbau Maghrib Mengaji dan Aktifkan Jam Belajar Malam

admin
WP Twitter Auto Publish Powered By : XYZScripts.com