Media Islam Madinatul Iman Balikpapan
Hikmah

Ilmu Ikhlas

MADINATULIMAN.COM –  عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُوْلُ اللهِ : إِنَّ اللهَ لاَ يَنْظُرُ إِلَى صُوَرِكُمْ وَ أَمْوَالِكُمْ وَ لَكِنْ يَنْظُرُ إِلَى قُلُوْبِكُمْ وَ أَعْمَالِكُمْ

“Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: Nabi Shallallahu ‘alihi wa sallam telah bersabda,”Sesungguhnya Allah tidak memandang kepada rupa kalian, juga tidak kepada harta kalian, akan tetapi Dia melihat kepada hati dan amal kalian”.

“Ikhlas ialah, membersihkan amal dari setiap noda.” Yang lain mengatakan “Seorang yang ikhlas ialah, seorang yang tidak mencari perhatian di hati manusia dalam rangka memperbaiki hatinya di hadapan Allah, dan tidak suka seandainya manusia sampai memperhatikan amalnya, meskipun hanya seberat biji sawi”.

Allah akan mengambil apa-apa yang kita anggap berharga untuk meguji keikhlasan kita. Saat Allah mengambil satu kebahagianmu tapi kita justru mengeluh, maka akan diambilah kebahagianmu yang lain. Lalu kita masih mengeluh, maka allah akan mengambil kebahagiaanmu yang lain lagi. Lalu kita berkata “Aku Ikhlas ya Allah…”
Namun, kenapa Allah masih mengambil kebahagian kita yang lain lagi?

Ingat Allah yang maha tahu segalanya, bukankah kalo sudah begini hanya tinggal mawas diri ? Jelas mungkin kita ikhlas hanya di lisan saja, Sudahkah kita ikhlas dihati???? .
Semuanya akan menemukan titik keseimbangannya saat segala yang berharga hilang semua sampai pada akhirnya kita merasa tak ada yang lebih berharga lagi (Kecuali Allah) sehingga muncul ucapan yang rela untuk berkata “Ya sudah, berikanlah saja dan Lupakan…”

Karena itu Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berdo’a

يَا مُقَلِّبَ القُلُوْبِ ، ثَبِّتْ قَلْبِيْ عَلَى دِيْنِكَ
Ya, Rabb yang membolak-balikkan hati, teguhkanlah hatiku pada agamaMu.

 

إِنَّ اللهَ لاَ يَقْبَلُ مِنَ العَمَلِ إِلاَّ مَا كَانَ لَهُ خَالِصاً وَ ابْتُغِيَ بِهِ وَجْهُهُ

“Sesungguhnya Allah Azza wa Jalla tidak menerima amal perbuatan, kecuali yang ikhlas dan dimaksudkan (dengan amal perbuatan itu) mencari ridho Allah. (HR Nasa-i & Imam Mundziri dalam At Targhib Wat Tarhib,)

Oleh : Ust. Ahmad Badri – Balikpapan

 

Related posts

Apakah Ramadhan Meningkatkan Kualitas Diri Kita?

admin

Sumpah Imam Al Qurthubi Bahwa Telah Berjumpa Dengan Nabi Muhammad Saw

admin

Kenapa Semua Kok Terlihat Jahat ?

admin

Ketika Umar Al-Faruq Akan Penggal Kepala Orang

admin

Saat Wajah Sayyidina Ali bin Abi Thalib Diludahi

admin

Ketika Rasulullah Singgah di Perkemahan Umi Ma’bad

admin
WP Twitter Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
WhatsApp Share info ke kami