Media Islam Madinatul Iman Balikpapan
Berita Internasional

IM Memohon Kepada Al-Azhar Agar Turun Tangan Redam Konflik di Mesir

MADINATULIMAN (Kairo) – Kondisi politik Mesir semakin memanas akhir-akhir ini. Setelah kalangan oposisi menyerukan revolusi kedua tanggal 30 Juni demi melengserkan Presiden Morsi yang dianggap gagal, kalangan islamiyyin pendukung Morsi hari ini Jumat (21/6/2013) menggelar demo terlebih dahulu. Mereka berdemo dengan tajuk ‘tidak untuk kekerasan’ di depan masjid Rabi’ah al-Adaweah, Kairo.
 

Seluruh mata saat ini tertuju kepada Kantor Grand Shaikh Al-Azhar (Masyikhah). Semua berharap Grand Shaikh Al-Azhar akan turun tangan mencegah terjadinya pertumpahan darah dengan mengaktifkan Piagam Penghapusan Kekerasan yang telah ditandatangani oleh seluruh faksi Mesir pada akhir Januari lalu.

Dalam beberapa hari ini Masyikhah sibuk menyambut sejumlah tokoh masyarakat. Juga sibuk menerima gelombang telpon yang tidak kunjung berhenti untuk meminta Al-Azhar menggelar pertemuan untuk menyatukan seluruh pihak yang berseteru; pemerintah dan oposisi.

Walaupun sangat sulit untuk mempertemukan seluruh faksi yang ada, namun Al-Azhar pernah berhasil mempertemukan mereka ketika perayaan satu tahun revolusi Mesir, kesepakatan terhadap Piagam Al-Azhar, dan ketika peresmian Piagam Penghapusan Kekerasan. Karena perannya yang kuat, Al-Azhar selalu mengambil sikap demi mendahulukan maslahat tertinggi negara dan  merealisasikan perdamaian dan persatuan rakyatnya.

Dr. Muhammad al-Baltaji, salah satu pimpinan Ikhwanul Muslimin memohon kepada Grand Shaikh Al-Azhar agar turun tangan melobi berbagai kekuatan politik Mesir yang telah mengumumkan akan menggelar demonstrasi besar-besaran pada tanggal 30 Juni mendatang, yaitu dengan kembali mengaktifkan Piagam Penghapusan Kekerasan, agar tidak terjadi bentrokan saat demonstrasi yang akan digelar oleh partai-partai oposisi.

Lembaga Fatwa Mesir juga menyerukan agar diaktifkannya kembali Piagam Al-Azhar untuk mencegah kekerasan yang menjadi kesepakatan seluruh partai politik di Mesir. Piagam tersebut menegaskan keharaman menumpahkan darah dan kewajiban negara dalam menjaga warga, menghapuskan kekerasan dalam segala bentuknya dan selalu menjaga perdamaian. Juga menegaskan bahwa Al-Azhar akan senantiasa menjadi benteng bagi orang-orang Mesir di saat-saat krisis. (youm7/ai)

Source: Mosleminfo

Related posts

Kunjungi Paus Tawadros II, Grand Syaikhul Azhar Ucapkan Selamat Hari Paskah

admin

Salman al-Audah Dituntut Hukuman Mati Oleh Jaksa Arab Saudi

admin

Putra Syaikh Said Ramadlan al-Buthi Bantah Klaim Adanya Penembakan

admin

TV Islam Pertama di Rusia Siaran Selama 24 Jam

admin

Respon Dunia Islam Terhadap Persoalan Xinjiang

admin

Indonesia Raih Penghargaan Penyelenggara Haji Terbaik Dunia 2012

admin
WP Twitter Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
WhatsApp BAGI INFO KE KAMI