Media Islam dan Muslim Store No. 1 Balikpapan
Berita Internasional

Inilah Ceramah Menteri Agama Republik Indonesia di Maroko

MADINATULIMAN (Rabat) – Menteri Agama Republik Indonesia Suryadharma Ali memenuhi undangan Menteri Awkaf dan Urusan Islam di Maroko. Ia juga menghadiri Durus Hasaniyyah atas undangan Raja Mohammed VI, akhir pekan lalu.
 

KBRI memberikan kesempatan kepada masyarakat Indonesia di Maroko untuk bersilaturahim dengan Menteri Agama pada acara buka bersama yang diadakan di Wisma Duta RI, Rabat Jumat (19/7).

Dalam ceramahnya, Mentri Agama menyampaikan bahwa yang paling harus terus diikuti adalah perubahan-perubahan di tengah masyarakat, seperti berkembangnya ilmu pengetahuan, teknologi, IT, industri.

Hal itu, kkata dia dapat mengubah pola pikir orang, mengubah adat istiadat orang, mengubah hubungan antarmanusia. Bahkan bisa juga mengubah hubungan manusia dengan Tuhannya.

Ia menambahkan, dengan berkembangnya ilmu pengetahuan juga tentu berkembangnya alur-alur pemikiran, isme-isme di dalam pemikiran ini juga harus terus diikuti.

“Hal itu disebabkan karena generasi kita saat ini sering menjadi generasi terkaget-kaget ketika mendapat sesuatu yang baru dari negeri orang. Kita bangga dan kemudian yang kita dapati itu menjadi semacam landasan pemikiran kita, mempengaruhi pemikiran kita, mempengaruhi pola pikir kita bahkan perilaku kita,“ ujarnya.

Ia menambahkan, bahwa fenomena inilah yang harus kita cermati. Karena tidak semua yang dari luar itu baik dan tidak semua yang dimilki dari dalam negeri itu jelek dan tidak semua yang di dalam negeri juga baik. Semunya tergantung kepada kemampuan kita mengkritisi hal–hal yang kita dapati, jangan sampai sesuatu yang kita dapati di telan mentah-mentah tanpa seleksi dari pikiran-pikiran yang kita dapati.

Di akhir ceramahnya ia menekankan agar para pelajar Indonesia di Maroko belajar sebaik-baiknya. Karena teori dengan realitas sangatlah berbeda. Kadang teori sangat sulit di praktikan dengan realitas.

Diantara solusinya, kata dia, yaitu dengan berorganisasi, karena dengan berorganisasi berarti kita belajar masuk pada ranah realitas, kalau semata-mata belajar saja berarti kita masuk dalam ranah teoritik saja sehingga begitu diimplementasikan teorinya sudah nggak cocok, karena biasanya buku yang kita baca itu buku yang ditulis 10 tahun yang lalu dengan realitas 10 tahun yang lalu, sehingga ketika kita mau mengimplementasikan realitasnya sudah berbeda.

Dalam kegiatan tersebut, Duta Besar RI untuk Kerajaan Maroko Tosari Widjaja menyampaikan, tujuan diadakan acara ini diantaranya agar warga Indonesia yang berada di Maroko mendapatkan informasi yang sedang berkembang di tanah air sekaligus memperoleh dukungan semangat supaya apa yang dicita-citakan oleh semua warga Indonesia yang ada di Maroko berjalan dengan baik dan dapat memberikan makna bagi mereka masing-masing.

Pada kesempatan tersebut hadir para mahasiswa Indonesia yang tergabung dalam organisasi Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) Maroko, para pekerja professional dan masyarakat Inodonesia lainnya beserta sejumlah masyarakat Maroko. (nuon)

Kontributor: Kusnadi El-Ghezawa

Related posts

TV Islam Pertama di Rusia Siaran Selama 24 Jam

admin

Pihak Militer Mesir Lengserkan Presiden Morsi

admin

Alhamdulillah Klub Sepak Bola Jerman Akan Bangun Masjid

admin

Al-Qardlawi Serukan Intervensi Asing, Ulama Al Azhar Menjawab

admin

Indonesia Raih Penghargaan Penyelenggara Haji Terbaik Dunia 2012

admin

Pameran Budaya Islam China Digelar di Istanbul Turki

admin
SILAHKAN BERTANYA
WP Twitter Auto Publish Powered By : XYZScripts.com