Media Islam Madinatul Iman Balikpapan
Ubudiyah

Isi Khutbah Setelah Shalat Gerhana

MADINATULIMAN.COM – Imam al-Nawawi dalam Syarh al-Muhaddzab (5/52-/53) mengatakan bahwa khutbah setelah shalat gerhana hukumnya sunnah.

Nas-nas dari Imam al-Syafi'i dan Ashhab (ulama Syafi'iyah) telah sepakat atas kesunnahan khutbatain (dua khutbah) setelah shalat gerhana, keduanya sunnah, bukan menjadi syarat sahnya shalat. Ashhab kami mengatakan sifat (tatacara) dua khutbah tersebut seperti halnya dua khutbah Jum'at dalam rukun-rukun, syarat-syarat dan lainnya, sama aja shalatnya secara berjama'ah di kota atau desa, shalatnya orang-orang yang sedang perjalanan (musafirun) di shahro' (tanah lapang/lapangan) dan ahlul badiyah (daerah terpencil/pedalaman). Tidak ada khutbah orang yang shalat gerhana sendirian (munfarid).

Adapun isi khutbah tersebut adalah orang-orang dimotivasi atau diajak bertaubat dari berbagai kema'siatan, mengerjakan perbuatan yang baik, bershadaqah, memberikan peringatan atas sikap lalai, memerintahkan mereka agar perbanyak do'a, istighfar, dzikir. [AR]

Related posts

Adab Membaca Al-Qur’an : Siwak dan Membaca Dalam Keadaan Suci

admin

Sunnah Makan Sebelum Shalat Idul Fitri, Tidak Saat Idul Adlha

admin

Jumlah Raka’at Shalat Tarawih Didalam Kitab Ulama Madzhab

admin

Dua Golongan Yang Wajib Mengqadla Puasa dan Membayar Fidyah

admin

Membaca Al-Qur’an untuk Orang Mati

admin

Hukum Mengadzankan Bayi dalam Kitab Kuning

admin
WP Twitter Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
WhatsApp BAGI INFO KE KAMI