Media Islam Madinatul Iman Balikpapan
Islam Balikpapan

Jama’ah Haji Kloter Pertama Tiba Di Balikpapan

MADINATULIMAN – Pesawat yang membawa 360 jemaah haji yang tergabung dalam kelompok terbang (kloter) pertama Embarkasi Haji Balikpapan, mendarat mulus di Bandara Internasional Sepinggan Kamis (1/11) kemarin. Pesawat Garuda dengan nomor penerbangan GA 4201 yang membawa jemaah haji asal Samarinda ini terlambat sekira tiga jam. Sesuai jadwal, mestinya kloter pertama tiba di Tanah Air pukul 07.45 Wita.
 

Namun, baru mendarat pukul 10.13 Wita. “Jemaah haji kloter pertama sudah tiba dan selamat, walaupun sempat terlambat selama tiga jam. Ya, Alhamdulillah,” kata Kepala Kanwil Kemenag Kalimantan Timur, DR HM Kusasi MPd. Ketika pesawat yang dinanti tiba, dua petugas dari Imigrasi langsung naik ke pesawat untuk mengecek paspor dan memberi stempel. Sementara jemaah dipersilakan turun dan langsung naik bus yang telah disediakan.

 
Ada sembilan bus menunggu di situ. Satu persatu jemaah naik bus yang telah bernomor sesuai rombongannya. Model ini, lanjut Kusasi, diharapkan dapat mempercepat proses pengangkutan jemaah dari Bandara Sepinggan ke Asrama Haji Balikpapan yang jaraknya sekira 8 kilometer. Selain Kusasi, rombongan kloter pertama ini disambut staf ahli wali kota Balikpapan bidang sosial Amin Latif dan Kepala Kantor Kementerian Agama Balikpapan, H Saifi serta sejumlah undangan lainnya.
 
Saat sampai di Embarkasi Haji Batakan, ada beberapa jemaah yang langsung mendapatkan perawatan. Ada yang memang sakit sejak awal, seperti jemaah Isintang binti Lakimah (53) yang menderita komplikasi diabetes dan anemia. Kusasi menjelaskan, keterlambatan selama 3 jam ini disebabkan kepulangan jemaah haji Samarinda berbarengan dengan kepulangan jemaah dari seluruh dunia di Bandara King Abdul Aziz, Jeddah. Akhirnya, terjadi antrean pesawat.
 
Terkait hal ini, Kemenag sudah meminta kepada pihak Kerajaan Arab Saudi agar pintu-pintu menuju pesawat diperbanyak dalam rangka memerkecil keterlambatan. “Kita sudah memohon kepada Kerajaan agar diperbanyak, tetapi belum ada jawaban dari Bandara King Abdul Aziz. Memang kita maklumi kalau orang banyak bersamaan keluar pasti ada kendala-kendalanya," kata mantan Kepala Kemenag Balikpapan ini.
 
Di Bandara King Abdul Aziz, Jeddah, terdapat 12 pintu yang dibuka untuk keberangkatan jemaah kembali ke negaranya. Sedangkan untuk jemaah haji Indonesia yang menggunakan pesawat Garuda hanya disediakan tiga pintu. Karena itu, diperkirakan kepulangan jemaah kloter 1 hingga 5 terlambat sekira tiga jam. "Berdasarkan pengalaman sebelumnya, biasanya setelah kloter 5 hingga seterusnya, jadwal kedatangan jemaah akan kembali normal sesuai jadwal," katanya.
 
Meski demikian, Kusasi sangat bersyukur karena jumlah jemaah kloter I dari Samarinda saat berangkat dan pulang tetap sama, 360 orang. Seperti dua tahun lalu, kata Kusasi, para penjemput jemaah hanya diizinkan sampai di pintu keluar. Sehingga pemandangan penjemputan di Embarkasi Haji Batakan tidak terlihat membeludak. Penjemput tidak diizinkan masuk ke area ring 1 dan 2.
 
Selain itu, sambung dia, jemaah juga tidak diizinkan langsung pulang setibanya di Batakan, namun diimbau untuk melakukan aktivitas lainnya, seperti mandi dan beristirahat. "Setelah jemaah selesai registrasi, baru diperbolehkan pulang ke rumah masing-masing. Ini juga berlaku untuk jemaah Balikpapan dan lainnya, tidak buru-buru," tandasnya. Dia menyebutkan, jemaah haji yang pada waktu berangkat masuk kloter pertama, maka pemulangannya juga dengan kloter 1.
 
Sedangkan jemaah yang tergabung dengan kloter akhir akan pulang belakangan. “Itu aturannya. Sesuai proses ibadahnya,” sebutnya. Menurut Kusasi, jemaah haji embarkasi Balikpapan mendapat kuota 5.352 orang, terdiri dari 2.819 jemaah dari Kalimantan Timur; 1.758 jemaah dari Sulawesi Tengah; dan 700 orang dari Sulawesi Utara. Namun yang berangkat hanya 5.286 orang, ada 66 orang yang batal berangkat. Mereka diangkut pesawat Garuda Airways sebanyak 15 kloter.
 
Satu kloter di antaranya gabungan dari Embarkasi Balikpapan dan Makassar. “Ada 19 jemaah dari Makassar yang tergabung dalam kloter 15 embarkasi Balikpapan. Karena kloter 15 itu kan kloter sisa, terakhir,” Dia memaparkan, sampai Kamis kemarin, jemaah haji embarkasi Balikpapan yang meninggal sebanyak lima orang. 2 orang dari Kaltim, 2 dari Sulteng dan seorang dari Sulut. “Mudah-mudahan yang lain tidak ada kendala, semua sehat,” pungkas Kusasi.(die/balikpapanpos.co.id)

Related posts

PDAM Balikpapan Konsisten Gelar Ta’lim

admin

Santri Ponpes Al-Muttaqien Balikpapan Gelar Pawai Obor Muharram

admin

AKSIOMA 2013 Tingkat Kota Balikpapan Digelar

admin

Rapat Kerja MUI Kota Balikpapan Akan Dilaksanakan di Hotel Pacific

admin

Ratusan Calon Santri Ikuti Tes Tertulis di Pondok Pesantren Asy-Syifa Balikpapan

admin

Warga Somber Balikpapan Menyambut Bulan Suci Ramadhan 1433 H

admin
WP Twitter Auto Publish Powered By : XYZScripts.com