Media Islam Madinatul Iman Balikpapan
Islam Balikpapan

Kaltimpos : Infrakstuktur Memadai di Ponpes Modern Al Muttaqien Balikpapan

MADINATULIMAN.COM Punya infrastruktur yang memadai, Pondok Pesantren (Ponpes) Modern Al-Muttaqien berdiri di Jalan S Parman Kelurahan Gunung Sari Ulu (GSU). Ada ratusan santri yang menuntut ilmu agama di ponpes ini.
 
SUASANA rindang dengan sejumlah pohon besar menutupi cahaya matahari. Punya pagar beton seperti perkampungan kecil dengan bangunan bertingkat dua tersebut berwarna hijau terang.

Suasana asri itu terlihat saat Kaltim Post menginjakkan kaki masuk ke Ponpes Al-Muttaqien, pekan lalu. Beberapa santri tampak bercanda dengan sesama santri di halaman kelas.

Media ini pun segera menemui KH Mohammad Anas Mochtar, pendiri Ponpes Al-Muttaqien. Saat itu, dia sedang mengajar salah seorang santri perempuan menulis bahasa Arab. Dengan sabar Anas meminta santri tersebut membenahi beberapa tulisannya. Karakter kuat sebagai sosok pengasuh yang disegani.

Pelopor pendiri Yayasan Ponpes Modern Al-Muttaqien ini tidak hanya Anas. Adapun tiga orang lain ikut andil yaitu Machsun Sholeh, Bustani Daeng, dan Idrus Sompa. Kini hanya tersisa Anas dan Machsun, sedangkan dua lainnya telah tiada. Rupanya mereka berdua pun berasal dari daerah yang sama Jombang, Jawa Timur.

Mengenakan baju batik, dia bercerita, sebelum tiba di Balikpapan, Anas terlebih dulu ke Tarakan pada 1970 silam. Lalu berpindah ke Bulungan, hingga akhirnya menetap di Balikpapan sejak 1980.

Lulusan dua pondok ternama di Jombang, Pondok Pesantren Darul Ulum dan Pondok Pesantren Raudhatul Ulum di Kediri mendorong ia terjun di dunia pendidikan, khususnya agama. “Tidak ada niatan lain, selain mencari ilmu dan bekal akhirat,” tuturnya.

Punya niatan besar, ia pun mengajak Machsun Sholeh membangun Langgar Al-Muhajirin di Gunung Guntur, Balikpapan pada 1985. Kala itu bernama Yayasan Pendidikan Islam Al-Muhajirin. Yang hanya menangani satu pendidikan formal yaitu Madrasah Diniyah Awaliyah.

Sehubungan pemugaran Langgar Al-Muhajirin menjadi Masjid Al-Muhajirin, yayasan pendidikan mengalihkan kegiatan ke Langgar Al-Muttaqien tahun 1988. Dan secara yuridis berganti nama menjadi Yayasan Pendidikan Islam (YPI) Al-Muttaqien. “Kami sepakat meningkatkan pendidikan dari sebuah madrasah menjadi Yayasan Pondok Pesantren Modern (YPPM) Al-Muttaqien,” bebernya.

Secara resmi pada Desember 2001 yayasan itu terbentuk dan mulai membangun asrama pada Januari 2002 lalu. Kini setidaknya santri di ponpes itu sebanyak 173. Terdiri 78 putra dan 98 putri. Pusat pendidikan agama Islam ini memiliki 45 pengajar.

Kebanyakan santri berasal dari Bontang, Sangatta, Berau, Nunukan, Bulungan, Kukar, dan Penajam Paser Utara (PPU). Rutinitas keseharian dimulai pukul 04.30 Wita hingga 22.00 Wita. Selama Ramadan, aktivitas dimulai pukul 04.30 Wita hingga pukul 23.00 Wita, karena ada tadarus. (*/yin/rom/k8)

http://m.kaltimpost.co.id/berita/detail/83704-demi-ilmu-untuk-bekal-akhirat

Related posts

Pegawai Majelis Agama Islam Johor Sambangi Ponpes Al-Muttaqien Balikpapan

admin

PCNU Balikpapan Siapkan Kader Penggerak Ranting NU

admin

Habaib dan Ulama Bersatu di Majelis Nurul Khairat Lil-Muhibbin

admin

Kajian Dakwah Center Nurul Hayat dan Santunan Anak Yatim

admin

Lomba Kaligrafi Festival Muharam 1434 Hijriyah

admin

Angkatan Muda Muhammadiyah Balikpapan Galang Dana Untuk Bencana Lombok

admin
WP Twitter Auto Publish Powered By : XYZScripts.com