Media Islam Madinatul Iman Balikpapan
Kaltim News

Kemenag PPU: Pentingnya Manajemen Profesional Tempat Ibadah

MADINATULIMAN (Penajam) – Dalam rangka pengelolaan masjid, langgar dan  musala dari tahun ketahun manajemennya  harus mendapat pembinaan dengan baik.Selama ini harus diakui rumah-rumah ibadah diurusi secara tradisional.
 

Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) H Hakimin mengatakan itudalam kesempatan menghadiri acara-acara penting Pemkab PPU.

Menurutnya, masjid yang sudah ditempati untuk salat 5 waktu saat ini mencapai 179 buah,namun jumlahyang belum terdata masih ditelusuri dan berapa pula yang masih akan dan sedang dibangun.

Sementara jumlah musala di daerahini 48 buah,sedangkan langgar 221 buah dan 179 masjid, data ini sangat penting diketahui agar  semua  masjid, langgar dan musala dari tahun ketahun dapat dibina dari pemerintah dengan baik yang difasilitasi Kementerian Agama.

“Dalam rangka pengelolaan masjid,langgar dan musala itu manajemennya harus dibinaagar pengelolaan rumah ibadah berlangsung dengan baik,” kata Hakimin. Karena, lanjut dia,  hal itu kondisi rata rata rumah-rumah ibadah diurusi secara tradisional.

Mulai dari pembentukan pengurus, memenuhi standar kemampuan siapa saja yang inginjadi pengurus tak jadi masalah.“Sementara terbentuknya pengurus sebuah masjid terkesan menjadi acak-acakan yang akhirnya sering terjadi saling tunjuk-menunjuk.

Setelah terjadi pembentukan, yang menjadi ketua tidak terbatas periodenya.Bahkan ada yang menjadi ketua pengurus masjid seumur hidup.Nahuntuk itu, mulai sekarang harus ada pembenahan agar pengelolaanrumah ibadah semakin tahun semakin membaik,” harap Hakimin.

Pihaknya mencotohkan, saat pergantian pengurus yang baru, dicari data-datanya, ketika ditanyakan mana data administrasi pembukuan keuangan masjid, mantan pengurus masjid bingung, lalu mengatakan saya sekian lama menjadi pengurus masjid tidak pernah mencatat tentang keuangan masjid.

“Buktinya masjid jadi juga ‘kan,” tuturnya. Terutama sekali, ujar Hakimin, menyangkut soal keuangan, karenakeuangan paling sensitif,dan ini juga yang paling sering ingin diketahui oleh para jamaah masjid.

Karena itu, katanya, bagaimana pengelolaan masjid ini dari tahun ketahun supaya ada perbaikan, terutamadari sisi kemakmuran masjid itu sendiri.Hakimin juga meminta agar masyarakat yang ingi membangun rumah ibadah jangan membangun ditengah-tengah bermukim masyarakatdominan.

Ia mencontohkan, umat Islam jangan membangun masjid dimana terbanyak umat non-muslim.Demikian juga sebaliknya yang non-muslim dianjurkan tidak membangun rumah ibadahnya ditengah-tengah pemukiman yang banyak orang muslimnya. Hal ini penting diperhatikan, katanya, agar tidak memicu munculnya pergesekan dan suasana yang tidak nyaman ditengah masyarakat.

“Kedepan rencananya, Kemenag juga akan mengusulkan kepada pemerintah daerah agar yang belum tercatatsebagai penerima insentif segera diperjuangkan, pemerintah senantiasa menghargai hal-hal yang baik seperti ini,karena Allah pun menjanjikan membalas semua amal baik yang dilakukan manusia,asalkan amal yang dilakukan itu dikerjakan dengan cara ikhlas,”pungkasnya.(*/pam/BALIKPAPANPOS)

Foto Ilustrasi: Google

Related posts

Sultan Kutai Kartanegara Kalimantan Timur Wafat Dalam Usia 94 Tahun

admin

Di Tarakan, Sebuah Ponpes Dicurigai Ajarkan Paham Radikal

admin

Masjid Al-Amin Nipahnipah Penajam : Umara dan Ulama Harus Sejalan

admin

Sekjend PB PMII Lantik PKC PMII Kaltim-Kaltara dan PC PMII Samarinda

admin

Pelaksanaan Rukyatul Hilal 1434 H di Kabupaten Kutai Timur

admin

Wujudkan Pendidikan Berkualitas dan Berkarakter

admin
WP Twitter Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
WhatsApp Share info ke kami