Media Islam dan Muslim Store No. 1 Balikpapan
Berita Nusantara

Kemenag ; Sidang Itsbat 19 Juli Jalan Terus Tanpa Muhammadiyah

MADINATULIMAN – Kementerian Agama (Kemenag) bakal mengadakan sidang isbat penentuan 1 Ramadan 1433 pada 19 Juli. Ormas-ormas Islam diundang untuk menghadiri sidang, termasuk Muhammadiyah yang sejatinya sudah memutuskan awal Ramadan 1433 jatuh pada 20 Juli.

Direktur Jenderal Pembinaan Masyarakat (Dirjen Bimas) Islam Kemenag Abdul Jamil menuturkan, undangan kepada PP Muhammadiyah sudah dilayangkan. Kemenag mengundang PP Muhammadiyah sebagai salah satu anggota badan hisab dan rukyat (BHR).

’’Perkara mereka tidak datang, ya tidak apa-apa. Tetapi, lebih baik datang untuk menunjukkan kekompakan Islam di Indonesia,” kata Jamil dalam kunjungan kerja di Ponpes Minhadlul Ulum, Trimulyo, Lampung, kemarin.

Jamil mengatakan, hadir atau tidaknya Muhammadiyah tidak akan memengaruhi hasil sidang isbat. Keputusan sidang tetap berlaku dan harus dijalankan. Jamil berharap agar Muhammadiyah menghadiri sidang isbat. Toh, selama ini salah satu ormas Islam terbesar di tanah air itu cukup aktif dalam mengikuti agenda-agenda di BHR. Termasuk sidang isbat. ’’Tahun lalu mereka ikut,” ucapnya.

Jamil menegaskan bahwa sidang isbat bukan forum otot-ototan. Karena itu, dia ingin Muhammadiyah bisa hadir dalam sidang lantaran aspirasi mereka tetap ditampung.
Seandainya nanti penetapan 1 Ramadan 1433 antara Muhammadiyah dan pemerintah berbeda, Jamil berharap agar masyarakat menyikapi dengan dewasa. ”Kita beda bukan sekali ini saja,” tuturnya.

Di sisi lain, Ketua PP Muhammadiyah Abdul Fattah Wibisono mengungkapkan, pihaknya mungkin tidak akan hadir dalam sidang isbat. ”Saya sudah berkomunikasi dengan jajaran pimpinan, memang tidak ada rencana untuk mengirim orang ikut sidang isbat,’’ kata dia. Ada juga kabar bahwa Muhammadiyah akan mengirim wakil untuk sidang isbat. Tetapi, wakil tersebut tidak ikut mengambil keputusan.

Muhammadiyah sudah menetapkan 1 Ramadan 1433 jatuh pada 20 Juli. Sementara itu, pemerintah baru menetapkan awal puasa pada sidang isbat 19 Juli nanti. Pemerintah dan ormas Islam lain seperti Nahdlatul Ulama (NU) sangat mungkin menetapkan awal puasa pada 21 Juli.

Di bagian lain, Menteri Agama (Menag) Suryadharma Ali mencemaskan tayangan televisi selama Ramadan yang jauh dari nuansa Islam. Misalnya, acara guyonan atau lawak. ”Ini kurang produktif untuk kekhusyukan umat Islam yang sedang menjalankan puasa,” tutur dia.

Tayangan humor berkedok siraman rohani muncul karena muatan bisnis yang kental. Sebab, acara-acara tersebut punya rating tinggi sehingga sangat menggiurkan bagi pemasang iklan. Menag berharap agar tayangan televisi selama Ramadan lebih menonjolkan nuansa Islam. (jpnn/sil/dajar.co.id,16/7/12)

Ilustrasi : Google

Related posts

Kadar Zakat Fitrah Berupa Beras dan Uang Dalam Rilis LBM NU Jawa Timur

admin

Pelajar NU dan Muhammadiyah Desak Pendidikan Nasional Ditinjau

admin

Aplikasi KESAN: Teman dan Referensi Ibadah Ramadan

admin

Tinggi Hilal 6 Derajat, NU dan Muhammadiyah Diprediksi Awali Ramadhan Bersama

admin

Dituding Syiah dan Bela Gus Muwafiq, Haddad Alwi Diusir Saat Shalawatan

admin

Fatayat NU Apresiasi Kapolri Restui Polwan Berjilbab

admin
SILAHKAN BERTANYA
WP Twitter Auto Publish Powered By : XYZScripts.com