Media Islam Madinatul Iman Balikpapan
Berita Nusantara

Ketua DPR Marzuki Alie : RUU Ormas Ditunda Karena Muhammadiyah dan NU

MADINATULIMAN (Jakarta) – Sesuai jadwal paripurna, hari ini (Jum’at, 12/4/2013) Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) akan mengesahkan RUU Ormas. Namun rencana itu ditunda karena RUU Ormas tersebut mendapat penolakan dari beberapa ormas dan LSM.
 

Ketua DPR Marzuki Alie mengatakan, penundaan pengesahan RUU Ormas karena adanya penolakan dari ormas besar, seperti Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama (NU). Menurut Marzuki, Pimpinan DPR menginstruksikan kepada Pansus RUU Ormas untuk mengintensifkan komunikasi dengan dua ormas itu.

“Prinsipnya, kami dengarkan suara dari ormas khususnya yang sudah punya sejarah panjang dalam perjalanan bangsa Indonesia, seperti NU dan Muhammadiyah. Saya tegaskan kepada Ketua Pansus untuk berkomunikasi dengan mereka. Apa pun hasilnya akan kami ikuti,” kata Marzuki, di Kompleks Parlemen, Jumat, 12/4/2013.

Dikatakan Marzuki, dari laporan Pansus RUU Ormas kepada seluruh pimpinan fraksi, diputuskan menunda karena ada beberapa pasal yang perlu penyesuaian. “Hanya akan ditunda satu masa sidang,” imbuhnya.

Ia menjelaskan, DPR masih butuh waktu untuk menyosialisasikan RUU ini ke ormas-ormas besar. “Agar ormas-ormas besar tadi seperti ormas-ormas yang tidak jelas, yang punya misi tertentu yang mewakili asing, kami tidak mau disamakan. Maka kami dengarkan suara pimpinan ormas terkait RUU ini,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Pansus RUU Ormas Abdul Malik Haramain mengatakan, penundaan juga dilakukan karena masih ada penyusunan bagian penjelasan yang belum rampung. “Akhirnya ditunda dan alasan penundaan itu sebenarnya teknis karena substansi secara principal, isinya sudah disepakati semua fraksi termasuk perubahan terakhir yang diusulkan Muhammadiyah itu sudah kita akomodir. Hanya penjelasan belum rapi, ada beberapa redaksi yang belum rapi, faktor teknis prosedur aja,” kata Malik.

Dengan belum selesainya penyusunan bagian penjelasan RUU ini, kata Malik, maka Pansus pun tidak akan membawanya ke rapat paripurna. Ia berpandangan bahwa seluruh fraksi telah sepakat untuk tidak membatalkan keseluruhan pembahasan RUU Ormas. Pasalnya, RUU ini, kata Malik, masih dianggap penting.

Rencana pengesahan RUU Ormas ini sempat mendapat penolakan dari Muhammadiyah, Nahdlatul Ulama, Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), Majelis Ulama Indonesia (MUI), Kontras, ELSAM, dan Imparsial. Sejumlah elemen buruh pun menolak kehadiran RUU ini. Mereka rencananya akan melakukan aksi unjuk rasa besar hari ini namun akhirnya urung dilakukan karena pengesahan RUU Ormas ditunda.[az/kompas/lazuardibirru.org]

Related posts

LPOI Minta BNPT Telusuri Perekrut ISIS di Indonesia

admin

Menteri Agama Suryadharma Ali: Aksi Terorisme Membuat Umat Islam Tersakiti

admin

Islam Agama Peradaban dan Ilmu Pengetahuan

admin

Prof. DR. Mahfud MD : Pelengseran KH Abdurrahman Wahid Melanggar Hukum

admin

95 Persen Content Media Sosial adalah Sampah

admin

NU Kaltara Merencanakan Pembangunan Perguruan Tinggi

admin
WP Twitter Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
WhatsApp Share info ke kami