Media Islam Madinatul Iman Balikpapan
Tausiyah

KH Jailani Mawardi (Ketua Komisi Fatwa) ; Introspeksi Diri di Bulan Ramadhan

Introspeksi Diri di Bulan Ramadhan
Oleh KH Jailani Mawardi ( Ketua Komisi Fatwa MUI Kot Balikpapan )

 
Dalam sebuah Hadits Rasulullah SAW, beliau bersabda “Apabila datang Ramadhan, pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup dan setan-setan dibelenggu.” ( HR. Bukhari )
 
Kedatangan Ramadhan akan disambut dengan penuh kegembiraan oleh insan beriman yang selalu merindukan kehadirannya dan menghitung-hitung hari kedatangannya. Banyak keutamaan yang dijanjikan untuk diraih dan didapatkan di bulan mulia ini, di antaranya seperti tersebut dalam hadits yang menjadi pembahasan kita di media ini  kali ini. Dan keutamaan yang tersebut dalam hadits di atas didapatkan sejak awal malam Ramadhan yang mubarak sebagaimana tersebut dalam sabda Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam berikut ini:
 
“Apabila datang awal malam dari bulan Ramadhan, setan-setan dan jin-jin yang sangat jahat dibelenggu, pintu-pintu neraka ditutup tidak ada satu pintupun yang terbuka, sedangkan pintu-pintu surga dibuka tidak ada satu pintupun yang ditutup. Dan seorang penyeru menyerukan: ‘Wahai orang yang menginginkan kebaikan kemarilah. Wahai orang-orang yang menginginkan kejelekan tahanlah.’ Dan Allah memiliki orang-orang yang dibebaskan dari neraka, yang demikian itu terjadi pada setiap malam.” (HR. At-Tirmidzi)
 
Pada bulan yang penuh barakah ini, kejahatan di muka bumi lebih sedikit, karena jin-jin yang jahat dibelenggu dan diikat, sehingga mereka tidak bebas untuk menyebarkan kerusakan di tengah manusia sebagaimana hal ini dapat mereka lakukan di luar bulan Ramadhan.
 
Di hari-hari itu kaum muslimin tersibukkan dengan ibadah puasa yang dengannya akan mematahkan syahwat. Juga mereka tersibukkan dengan membaca Al-Qur`an dan ibadah-ibadah lainnya, Ibadah-ibadah ini akan melatih jiwa, membersihkan dan mensucikannya.
 
Dengan demikian sungguh tidaklah berlebihan bila kita katakan bahwa seharusnya momentum Ramadhan dijadikan langkah awal untuk memperbaiki iman dan takwa kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala, untuk kemudian iman dan takwa itu terus dipupuk dan dirawat di bulan-bulan selanjutnya. Dan jangan dibiarkan terpisah dari jiwa dan raga hingga datang jemputan dari utusan Ar-Rahman (malaikat maut).
 
Khususnya kita –penduduk negeri ini– seharusnya berkaca diri berkaitan dengan segala petaka yang menimpa negeri kita, demikian pula musibah yang datang terus menerus, lagi susul menyusul. Tidaklah semua ini menimpa kita kecuali karena dosa-dosa kita dan jauhnya kita dari iman serta takwa kepada Al-Khaliq.
 
“Telah tampak kerusakan di daratan dan di lautan disebabkan karena perbuatan tangan/ulah manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebagian dari akibat perbuatan mereka, agar mereka kembali ke jalan yang benar.” (Ar-Rum: 41)
 
“Dan apa saja musibah yang menimpa kalian maka hal itu disebabkan oleh perbuatan tangan kalian sendiri dan Allah memaafkan sebagian besar dari kesalahan-kesalahan kalian.” (Asy-Syura: 30)
 
Sehubungan dengan momentum Ramadhan sebagai bulan untuk menambah iman dan takwa, serta terkait dengan banyaknya musibah yang menimpa negeri ini beberapa tahun terakhir ini,  bagus sekali untuk kita nukilkan nasihat dari Samahatusy Syaikh Ibnu Baz rahimahullahu berkenaan dengan musibah yang menimpa anak Adam,   Mudah-mudahan nasehat ini bisa menjadi renungan bagi anak negeri ini.
 
Sebagaimana  beliau menyatakan: “Tidaklah diragukan bahwa gempa yang terjadi ditengah umat manusia adalah merupakan sejumlah tanda-tanda kekuasaan Allah Subhanahu wa Ta'ala, yang dengannya Allah Subhanahu wa Ta'ala hendak menakut-nakuti hamba-hamba-Nya. Seluruh musibah gempa yang terjadi dan perkara lainnya yang membuat kemudharatan para hamba dan menyebabkan gangguan bagi mereka, adalah disebabkan kesyirikan dan maksiat.” “Tidaklah satu kebaikan menimpamu melainkan itu dari Allah dan tidaklah satu kejelekan menimpamu melainkan karena ulah dirimu sendiri.” (An-Nisa`: 79)
 
Asy-Syaikh Ibnu Baz rahimahullahu berkata: “Yang wajib dilakukan oleh seluruh muslimin adalah bertaubat kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala, istiqamah di atas agamanya dan berhati-hati dari seluruh perkara yang dilarang berupa syirik dan maksiat. Sehingga mereka memperoleh pengampunan, kelapangan, keselamatan di dunia dan di akhirat dari seluruh kejelekan, dan Allah Subhanahu wa Ta'ala menolak dari mereka seluruh musibah, lalu menganugerahkan kepada mereka setiap kebaikan.
 
Kehadiran Ramadhan, momentum paling tepat juga sebagai intropeksi diri kita akan kualitas ibadah yang kita laksanakan selama ini, selanjutnya kita bersama-sama lebih konsentrasi dalam pelaksanaan ibadah didalamnya , semoga dengan ini semua kita akan lebih dekat dengan Allah SWT, dan Keberkahan dari-Nya terlimpah kepAda kita semua. Amiin.(*han/BALIKPAPANPOS)

Related posts

Tausiyah KH Achmad Syarwani Zuhri (Ketum MUI Balikpapan) Sambut Ramadhan

admin

KH. Moh. Anas Muchtar : Pentingnya Sertifikasi Halal Melalui LPPOM dan MUI

admin

Ust. Imam Warosyi ; Jika Membayar Zakat Fitrah Berupa Uang

admin

H Sugianto (Ketua Komisi Dakwah MUI Balikpapan) ; Rahasia Shaum

admin

Berdakwah dan Berfatwa hanya dengan “Sampaikan Walau Satu Ayat” ?

admin

Menyikapi Saling Hujat karena Beda Pilihan Politik dalam Islam

admin
WP Twitter Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
WhatsApp Share info ke kami