Media Islam Madinatul Iman Balikpapan
KH. Marzuqi Mustamar
KH. Marzuqi Mustamar
Islam Balikpapan

KH. Marzuqi Mustamar : Panitia Harus Bedakan Hewan Qurban dan Sumbangan

MADINATULIMAN.COM – Panitia harus bisa memilih dan memilah hewan yang benar-benar qurban (udlhiyyah) atau sekedar sumbangan. Hewan yang berasal dari bantuan pemkot, pabrik (industri), atau anak-anak sekolah yang mengumpulkan dana untuk menyembelih hewan, statusnya bukan qurban.

“Hewan bantuan dari pemkot, dari dana APBD, itu statusnya sumbangan (bukan qurban). Anak-anak yang mengumpulkan dana untuk menyembelih hewan juga bukan qurban, tetapi latihan qurban”, demikian penjelasan KH. Marzuqi Mustamar tentang hewan Qurban dalam acara Malam Takbiran dan Ngaji Bareng Islam Nusantara di Graha NU Pertigaan Batu Ampar, Balikpapan Utara, Selasa malam (22/8/2018).

Dalam penjelasannya, Kiai Marzuqi mengatakan bahwa hewan yang statusnya sumbangan, tasharrufnya (penyalurannya) longgar daripada daging hewan qurban (udlhiyyah). Hewan sembilan yang statusnya sumbangan (bukan qurban), boleh diberikan kepada non-muslim, kulitnya boleh dijual untuk biaya operasional, boleh dimasak oleh panitia untuk makan.

“Itu boleh karena memang hanya sumbangan, bukan qurban (udlhiyyah)”, terang Pengasuh Pondok Pesantren Sabilur Rosyad Malang Jawa Timur tersebut.

Hewan yang benar-benar qurban harus disembelih dengan diniati menyembelih hewan qurban atas nama orang yang berkurban tersebut. Jika hanya sekedar disembelih tanpa menyebut nama orang yang berkurban, maka panitia berarti tidak amanah. Sebab, penentuan hewan kurban atau tidak, ditentukan saat proses penyembelihan.

“Shara udlhiyyatan au la, jadi qurban atau tidak, itu penentunya pas menyembelih”, jelasnya.

Kiai Marzuqi juga tidak setuju dengan adanya qurban online karena tidak jelas kepemilikan hewan qurban dalam proses penyembelihannya.

“Saya tidak setuju qurban online, karena penyembelih tidak tahu siapa yang orang yang berkurban”, katanya.

Dosen UIN Maliki Malang itu juga mengingatkan panitia qurban terkait dengan persyaratan hewan qurban dan meminta panitia betul-betul teliti.

Dalam kesempatan tersebut, Kiai Marzuqi juga menjelaskan tentang penentuan awal Dzulhijjah, perbedaan waktu antara Indonesia dan Arab Saudi, kriteria hewan qurban, perjuangan ulama dalam kemerdekaan Indonesia, serta istilah Islam Nusantara.

Acara Malam Takbiran dan Ngaji Bareng itu dimulai ba’da Isya’ dengan diawali takbiran bersama, kemudian pembukaan yang disampaikan oleh Ketua Tanfidizyah PCNU Balikpapan KH. Muhlasin.

Related posts

Dinas Pasar Kota Balikpapan Peringati Isra’ Miraj bersama Ust. Hasan Firdaus

admin

Tanggapi Web Syi’ah, MUI Balikpapan Tetap Dukung Fatwa MUI Pusat

admin

FPI Balikpapan Laporkan Daniel Atas Dugaan Penistaan

admin

Gaya Dakwah Muhammadiyah di Balikpapan Dari Waktu ke Waktu

admin

Ketua RMI Balikpapan : Imbau Maghrib Mengaji dan Aktifkan Jam Belajar Malam

admin

Ust. Solehuddin Siregar Beri Tausiyah di Acara Buka Puasa Bersama di Dinas Pendidikan

admin
WP Twitter Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
WhatsApp Share info ke kami