Media Islam Madinatul Iman Balikpapan
Hikmah Tafsir Al Qur'an

Kisah Israiliyyat Tentang Dahsyatnya Kekuatan Niat

MADINATULIMAN.COM – Niat nampak sebagai perkara yang kecil, tetapi tidak didalam Islam. Niat memiliki posisi yang penting, apalagi berupa niat yang baik. Bahkan sebelum perbuatan baik dilakukan, niat baik sudah terlebih dahulu dicatat oleh malaikat.

Allah SWT berfirman didalam al-Qur’an:

بَلَى مَنْ أَسْلَمَ وَجْهَهُ لِلّهِ وَهُوَ مُحْسِنٌ فَلَهُ أَجْرُهُ عِندَ رَبِّهِ وَلاَ خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلاَ هُمْ يَحْزَنُونَ
“(Tidak demikian) bahkan barangsiapa yang menyerahkan diri kepada Allah, sedang ia berbuat kebajikan, maka baginya pahala pada sisi Tuhannya dan tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.” (QS. Al Baqarah: 112)

Dalam tafsir diatas, Imam Fakhruddin Ar-Razi dalam kitab tafsirnya, Mafatihul Ghaib, menjelaskan keutamaan niat secara mengutip hadits Nabi dan sebuah kisah Israiliyyat sebagai berikut:

الْمَسْأَلَةُ الْأُولَى: فِي فَضْلِ النِّيَّةِ
قَالَ عَلَيْهِ الصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ: «إِنَّمَا الْأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ» ،
وَقَالَ: «إِنَّ اللَّهَ لَا يَنْظُرُ إِلَى صُوَرِكُمْ وَلَا إِلَى أَعْمَالِكُمْ وَإِنَّمَا يَنْظُرُ إِلَى قُلُوبِكُمْ وَنِيَّاتِكُمْ»
وَفِي الْإِسْرَائِيلِيَّاتِ أَنَّ رَجُلًا مَرَّ بِكُثْبَانٍ مِنْ رَمْلٍ فِي مَجَاعَةٍ فَقَالَ فِي نَفْسِهِ: لَوْ كَانَ هَذَا الرَّمْلُ طَعَامًا لَقَسَمْتُهُ بَيْنَ النَّاسِ فَأَوْحَى اللَّهُ تَعَالَى إِلَى نَبِيِّهِمْ قُلْ لَهُ: إِنَّ اللَّهَ قَبِلَ صَدَقَتَكَ وَشَكَرَ حُسْنَ نِيَّتِكَ وَأَعْطَاكَ ثَوَابَ مَا لَوْ كَانَ طَعَامًا فَتَصَدَّقْتَ بِهِ.
“Masalah pertama, tentang keutamaan niat.
Nabi Saw. bersabda: “Sesungguhnya apa apapun bergantung dengan niatnya”. Beliau Saw. juga bersabda: “Sesungguhnya Allah tidak memandang kepada rupa kalian, tidak pula kepada amal-amal kalian, namun Allah hanya memandang hati kalian dan niat tulus kalian”.
Didalam kisah Israiliyyat terdapat seseorang melewati bukit pasir, lalu berkata dalam hatinya: “Andaikan sebukit pasir ini adalah makanan, maka akan Aku bagikan kepada masyarakat (yang tengah dilanda kelaparan).” Maka kemudian Allah Ta’ala menurunkan wahyu kepada Nabi-Nya: “Katakanlah kepada orang itu: ‘Sungguh Allah telah menerima sedekahnya, menerima niat baiknya, dan menganugerahkan pahala kepadamu laksana sebukit pasir itu adalah makanan, lalu engkau bersedekah dengannya’.”

Kisah diatas mengajarkan kepada kita agar senantiasa berniat baik didalam segala perbuatan kita, berupaya untuk mengharapkan kebaikan didalam hati kita untuk orang lain, sebab apapun niat baik yang terbesit didalam hati kita, ada nilanya disisi Allah Subhanahu wa Ta’ala. []

Related posts

Ulama Besar ‘Al-Ahkam al-Sulthaniyah’ Penjual Air Mawar

admin

Belajar Hikmah Kehidupan Dari Ilmu Nahwu

admin

Peristiwa Dikala Shubuh: Mengucurnya Darah Sang Amirul Mukminin

admin

Ketika Umar Al-Faruq Akan Penggal Kepala Orang

admin

Bersedih Dalam Diam, Menangis Dibalik Senyuman

admin

Menulis Sebagai Tradisi Qur’ani Sejak Dahulu

admin
WP Twitter Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
WhatsApp BAGI INFO KE KAMI