Media Islam Madinatul Iman Balikpapan
Pilihan Utama Warta Dalam Kota

Kisruh Kepengurusan Masjid Agung At-Taqwa Balikpapan Karena Salah Paham

MADINATULIMAN.COM – Konflik kepengurusan Masjid Agung At-Taqwa Balikpapan akhirnya pecah. Persoalan internal menjadi konsumsi publik pada Jumat (28/9/2018). Setelah beberapa spanduk di pajang di area masjid yang terletak di Jalan Jenderal Sudirman, Klandasan Ulu, Balikpapan Kota.

“Agung At-Taqwa Milik Masyarakat. Bukan Milik Walikota Rizal Effendi”. Demikian isi spanduk tersebut. Kepala Kemenag Balikpapan Hakimin menuturkan, kisruh terjadi karena hanya kesalahpahaman. Sebab penunjukan Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi sebagai ketua umum sudah melalui musyawarah bersama yang digelar Kemenag, Majelis Ulama Indonesia (MUI), tokoh agama dan tokoh masyarakat.

Pertemuan itu, seingat Hakimin berlangsung enam bulan lalu. Pertemuan serta pemilihan mengikuti mekanisme dan prosedur. Status Masjid At-Taqwa sebagai masjid agung, di mana dalam pengurusan melibatkan pemerintah dan masyarakat bukan kelompok ataupun individu. “Selama ini, ada permasalahan dan harus memiliki titik terang jadi harus islah. Islah ini melibatkan Kemenag, MUI, dan kelompok serta masyarakat atau ahli agama lainnya,” sebutnya.

Dirinya menduga kejadian ini merupakan efek dari kecemburuan segelintir orang. Sehingga dengan sengaja ingin memanfaatkan situasi. Selain Walikota, melalui pertemuan islah itu juga menunjuk Letkol Salehuddin Siregar, selaku ketua umum harian di Masjid Agung At-Taqwa Balikpapan. “Kami hanya mengharapkan masyarakat atau umat Islam jangan sampai terbawa arus dan menyudutkan walikota maupun ketua harian, semua itu kan sudah dipilih melalui musyawarah,” ujar Hakimin.

Sementara itu, Rizal Effendi dalam keterangannya menuturkan, pemkot terpaksa terlibat karena permasalahan terkait berebut pengurus tempat ibadah. Sayang, begitu pemerintah terlibat muncul desakan dari pihak-pihak yang bersengketa. “Jika tidak memuaskan pihak tertentu, lalu disalahkan. Saya ini sebenarnya malu untuk menjelaskan. Sebaik mungkin jika persoalan rumah ibadah, karena niatnya untuk ibadah dan milik semua umat, setiap permasalahan sebisa mungkin dipecahkan dengan baik dan bermusyawarah,” jelasnya.

Dirinya tak menampik, permasalahan kepengurusan Masjid Agung At-Taqwa sudah bertahun-tahun. Sehingga pemkot terlibat. Wali Kota lalu diminta sebagai penengah dan dipilih jadi ketua umum. “Bukan Rizal Effendi atas nama pribadi. Tapi Wali Kota Balikpapan. Atas diskusi dari Majelis Ulama Indonesia, Dewan Masjid Kota Balikpapan, Kementerian Agama Balikpapan, dan pihak pihak terkait terbentuklah kepengurusan baru. Terpilih ketua harian yang dianggap netral,” ungkapnya.

Hanya saja, sambung dia, penolakan terhadap pengurus yang terbentuk tidak diterima beberapa pihak hingga konflik pecah. “Pemerintah kota tidak ada niatan sama sekali “merebut” atau “menguasai” rumah ibadah tertentu. Toh pemerintah kota memiliki Masjid Islamic Center Balikpapan yang juga pengelolaannya akan diserahkan kepada tokoh tokoh agama kota,” sebutnya. (lil/riz2/k18)

Source : kaltimprokal.co

Related posts

Disdik Balikpapan Berharap Sekolah Tidak Memberikan PR kepada Siswa

admin

Sekolah Swasta Balikpapan Rugi Rp 49 Miliar Akibat Pelanggaran PPDB

admin

Wali Kota Himbau Pejabat dan Pegawai Pemkot Bayar ZIS ke BAZ

admin

Baret Merah Hanya Kopassus, Ormas Dilarang Pakai Atribut Militer

admin

Densus 88 dan Polres Balikpapan Amankan 2 Terduga ISIS di Balsel

admin

PKK Balikpapan Terbaik Se-Kalimantan Timur

admin
WP Twitter Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
WhatsApp Share info ke kami