Media Islam Madinatul Iman Balikpapan
Balikpapan Kita

Lamongan Tertarik Konsep Madinatul Iman

TUKAR INFORMASI : Rombongan Komisi D DPRD Kota Lamongan berdiskusi dengan jajaran Pemkot Balikpapan di Ruang Rapat I Balaikota, kemarin.

Kota Balikpapan kembali menjadi tujuan kunjungan kerja (kunker) dari daerah lain. Jika baru-baru ini menerima Komisi B Provinsi Riau, Selasa (26/3) kemarin giliran Komisi D DPRD Kabupaten Lamongan, Provinsi Jawa Timur yang berkunjung. Tujuannya belajar beberapa hal yang sukses dilakukan di Kota Minyak, harapanya bisa ditiru di daerah asalnya terutama di bidang kesejahteraan rakyat (kesra).

 

RUSLI DJABBERI

BESARNYA perolehan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kota Balikpapan yang mencapai Rp2,3 triliun, ternyata menjadi magnet tersendiri bagi Komisi D DRPD Kabupaten Lamongan, Jawa Timur ke Balikpapan. Tingginya angka APBD tersebut, mendorong wakil rakyat asal Kota Soto ini mengetahui pola penganggaran di bidang kesejahteraan rakyat, terutama berkaitan dengan alokasi di bidang pendidikan dan kesehatan.

Ingin mendapatkan tips penyaluran anggaran di bidang kesejahteraan rakyat, ternyata rombongan yang berjumlah 12 orang dengan dipimpin langsung Ketua Komisi D DPRD Lampngan, Sulaiman SH MSI justru lebih tertarik dengan konsep Madinatul Iman yang disampaikan Staf Ahli Wali Kota Bidang Sosial, Aminuddin SSos.

"Jujur, kami sangat tertarik dengan konsep Madinatul Iman. Kenapa, karena di Balikpapan meski kotanya terus berkembang tetap religius. Di Lamongan itu, belum berkonsep demikian padahal kabupaten yang paling banyak pesantren dan Madrasah Ibtidaiyah-nya di Indonesia," ungkap Sulaiman.

Ketertarikan daerah yang punya keterikatan sejarah dengan ikan lele ini, tidak lain dikarenakan konsep Madinatul Iman bisa diterapkan dengan kondisi kota yang beranekaragam suku dan agama. Bahkan, status pintu gerbang Kaltim pun tidak mempengaruhi penerapan Madinatul Iman.

Selain itu, Komisi D juga salut pencapaian PAD dan besarnya APBD Kota Balikpapan. Angka Rp2,3 triliun sangat jauh dari APBD Kabupaten Lamongan yang hanya mencapai Rp1,5 triliun. Spesifik, mereka juga bertanya besaran alokasi untuk pendidikan, termasuk upaya Balikpapan menyikapi adanya perubahan status sekolah RSBI dan SBI yang diberlakukan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

"Untuk perubahan status tersebut sama sekali tidak mempengaruhi sekolah. Ssaat pelaksanannya memang pihak sekolah tidak melakukan pungutan, karena biaya semua sekolah gratis. Jadi, mutu pendidikan tetap unggulan hanya status sekolah saja yang berubah," jawab Wahyu Iriyanto, Kabid Pendidikan Menengah Disdik Balikpapan.

Wahyu juga menjawab tentang bagaimana persiapan Balikpapan menghadapi Ujian Nasional (UN) dan Kurikulum Baru. Di luar itu, anggaran untuk SMA juga cukup besar diterima masing-masing sekolah. Khusus SMA, setiap siswa  mendapatkan bantuan dana bantuan operasional sekolah (BOS) pusat sebesar Rp2 juta, kemudian ada juga BOS Provinsi dan Kota.

Sedangakan, untuk SMK lebih besar, yakni Rp2,5 juta. Terdiri dari BOS Balikpapan Rp1 juta dan BOS Provinsi Kaltim sebesar Rp1,5 juta. "Kalau PAUD, memang perkembangannya sangat pesat. Intensif guru pendidiknya sendiri sebesar Rp300 ribu dari alokasi provinsi," lanjut Wahyu.

Masalah kesehatan, rombongan DPRD Lamongan juga ingin mengetahui sejauh mana animo masyarakat dalam berobat antara rumah sakit daerah atau swasta. "Di Lamongan, kecenderung masyarakat banyak memiliki rumah sakit swasta. Bagaimana di Balikpapan sendiri," tanya Wakil Ketua Komisi D, KH Abdul Wahi MSI didampingi Sekretaris Drs Anshori.

Saat ini, di Balikpapan kecenderung malah fifty-fifty. "Rumah sakit swasta dan milik pemerintah bersaing kualitas. Di Balikpapan, RSUD tengah dalam proses pembangunan, kalau milik Pemrov Kaltim baru diresmikan gedung RSKD dengan fasilitas tercanggih di Kaltim," ujarnya.

Bukan hanya itu, mengenai anggaran Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda) hingga Jaminan Kesehatan Persalinan (Jamkespal) juga tidak luput dari penukaran informasi. Dalam kesempatan tersebut, Bappeda Sekdakot Balikpapan juga menyampaikan alokasi APBD untuk bidang kesehatan yang mencapai Rp202 miliar cukup efektif, meski jumlahnya tidak besar seperti di Lamongan.

"Penjelasan seperti ini yang kita perlukan. Sangat banyak, hal yang baru dan akan coba kita terapkan di lamongan nantinya. Terutama, tentang serapan anggaran yang sangat minim di bidang kesehatan. Tetapi animo masyarakat berobat sangat besar terutam di setiap puskesmas di Balikpapan," tutup Sulaiman.

Sebagai tanda silaturahim, Pemkot menyerahkan plakat bergambar logo manuntung yang diserahkan langsung Aminuddin. Sedangkan, rombongan Komisi D DPRD Lamongan menyerahkan plakat loga Lamongan bergambar ikan lele dan ikan bandeng, lambang daerah penghasil ikan air tawar terbesar di Indonesia ini.(*/BALIKPAPANPOS)
 

Related posts

8 tempat di Balikpapan yang Disinggahi Ustadz Abdul Somad

admin

Pesona Indah Masjid Madinatul Iman Islamic Centre Balikpapan Kaltim

admin

Komunitas Gembel Balikpapan Buka Lapak Baca Buku Gratis di Taman 3 Generasi

admin

Pengelola Mangrove Center Sayangkan Aksi Penebangan

admin
WP Twitter Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
WhatsApp Share info ke kami