Media Islam dan Muslim Store No. 1 Balikpapan
Berita Nusantara

Ma’had Darussunnah: Sebanyak 23 Mahasantri Hadits Diwisuda

MADINATULIMAN (Ciputat) – Empat tahun menimba ilmu di Pesantren Internasional Darus Sunnah, Mohammad Hidayat mendapatkan banyak pelajaran berharga. Bukan hanya soal kelihaian akademis, melainkan bagaimana membumikan Islam dalam kehidupan sehari-hari di masyarakat.
|

Pemuda kelahiran Kuningan, Jawa Barat, 1982, itu mengaku terinspirasi sosok karismatik pengasuh sekaligus pendiri Darus Sunnah, Prof Dr KH Ali Mustofa Yaqub.

Imam Besar Masjid Istiqlal Jakarta itu tak hanya mengajar dan mentransfer ilmu, tetapi mendidik dengan penuh keikhlasan. “Kita dianggap seperti anaknya sendiri,” ujar alumnus UIN Syarif Hidayatullah Jakarta ini.

Penggemblengan mental dan karakter, kata penyabet gelar sarjana bidang tafsir hadis di UIN Jakarta ini, sangat ditekankan di Pesantren yang berlokasi di Pisangan Barat, Ciputat, Tangerang Selatan, tersebut.

Ada dua hal yang sangat ditekankan kiai, yakni kedisiplinan dan istiqamah. Keduanya lebih diutamakan ketimbang kecerdasan dan kepintaran yang tak dibingkai moral.

Soal pola hidup juga ditanamkan. Ia bertutur, proses belajar mengajar tak akan dimulai bila lokasi taklim tampak kumuh.

Kini, usai mengikuti prosesi Wisuda Darus Sunnah, pemuda yang kini berusia 31 tahun ini berkomitmen mengabdi ke masyarakat di kampung halamannya.

Ia merasa terpanggil untuk berbagi kajian dan pengetahuan seputar hadis yang ia peroleh di Darus Sunnah sejak 2009.

Ahad (26/5), bersama 23 mahasantri lainnya, Hidayat mengikuti wisuda yang digelar Darus Sunnah. Perhelatan yang berlangsung di Wisma Syarif Hidayatullah, Tangerang Selatan, Ahad (26/5), sukses mencetak kader ilmuwan hadis.

Wisuda kali ini memilih Hidayat sebagai wisudawan terbaik ketiga. Peringkat pertama diraih oleh Muhammad Hanifudin, sedangkan wisudawan terbaik kedua adalah Ai Eli Lathifah.
 
“Ini wisuda yang kesekian kalinya. Kami mendidik sejak 1997,” ujar pendiri sekaligus pengasuh Darus Sunnah, KH Ali Mustofa Yakub, kepada Republika.

Mereka nantinya akan menyebarkan pemahaman keagamaan, khususnya ilmu hadis kepada masyarakat. Tentunya, jelas KH Ali, pemahaman keagamaan yang mereka dakwahkan harus bernuansa universal dan menebar kasih sayang untuk semesta alam.
 
Mereka berasal dari dalam dan luar negeri. Ada yang dari Merauke. Ada juga yang datang dari Maroko. Semuanya mempelajari ilmu-ilmu keislaman, khususnya hadis di Darus Sunnah.
 
Kehadiran alumni Darus Sunnah sangat dibutuhkan masyarakat. Saat ini, banyak pesantren dan sekolah Islam yang justru berorientasi melahirkan sarjana ilmu umum. “Sarjana ilmu agama semakin berkurang,” ujar KH Ali Mustofa menjelaskan.

Kaderisasi ini penting, ungkapnya, mengingat dalam waktu 50 tahun ke depan Indonesia akan kehabisan ulama. Imam besar Masjid Istiqlal Jakarta itu mengemukakan kelangkaan ulama sudah dirasakan saat ini, terutama ulama hadis yang secara khusus menekuni ilmu hadis.

Hal itu terjadi karena pesantren pragmatis menghadapi setiap perkembangan yang terjadi. “Pesantren tidak lagi membuka madrasah, sebagian pesantren membuka sekolah umum,” paparnya.

Pesantren mengikuti kebutuhan pasar di masyarakat. Kenyataannya memang ketika pesantren membuka sekolah kejuruan mampu menerima 120 pelajar, sementara madrasah aliyah hanya ada enam calon santri.

Pesantren, katanya, terbagi dalam lima kelompok, yakni pesantren salaf, modern, modern plus, pesantren campuran, dan pesantren sekuler.

Kedua yang terakhir ini tidak akan menghasilkan ulama. Pesantren salaf yang menghasilkan ulama jumlahnya sangat sedikit karena santrinya juga sangat kurang.
 

Source: ROL

Related posts

Penuhi Kebutuhan Ummat, PBNU Terbitkan Mushhaf An-Nahdlah

admin

Presiden Buka MTQ Internasional II, MTQ Nasional VIII dan Kongres JQH di Istana

admin

MUI Serukan Hidupkan Malam Hari Raya lebih Meriah dari Malam Tahun Baru

admin

Empat Keunggulan Pesantren ; Ta’lim, Tadris, Ta’dib dan Tarbiyah

admin

Wamenag Nazaruddin Umar Ajak Masyarakat Pahami Isi Al-Qur’an

admin

Bos Djarum Tidak Gengsi Makan di Warung Meskipun Berharta Rp 522 Triliun

admin
SILAHKAN BERTANYA
WP Twitter Auto Publish Powered By : XYZScripts.com