Media Islam Madinatul Iman Balikpapan
Khazanah Islam

Mana Tulisan Insyāallāh Yang Benar ?

MADINATULIMAN.COM – Persoalan transliterasi إن شاء الله saja dibuat masalah oleh beberapa orang. Tetapi cukup menarik untuk dipelajari bersama. Pada dasarnya tulisan yang benar adalah إن شاء الله, dengan ان sebagai syarat sedangkan شاء adalah fi’il syarat (dalam ilmu nahwu), penulisan keduanya dipisah.

Yang jadi persoalan dan dipermasalahkan oleh beberapa orang ternyata adalah persoalan proses transliterasi, khususnya huruf ش. Perlu diketahui bahwa dalam pedoman transliterasi, huruf ش dialih aksarakan menjadi “SY (es dan ye)”, bukan “SH”.

Bagaimana transliterasi yang benar dari إن شاء الله?. Pada dasarnya, yang terpenting bagi kita adalah pelafalannya benar dengan cara mengetahui teks arabnya, bagaimana pun nulisnya (disambung, dipisah atau lainnya).

Bila rincikan, kira-kira seperti berikut:

إن kalau dialih aksakan jadi In,

شاء menjadi Syāa (beda dengan Syaa atau Sya-a) karena dalam pedoman alih aksara, penulisan ā untuk vokal panjang sedangkan a untuk vokal pendek.

الله menjadi Allāh

In dan Syāa adalah dua kalimat (Indonesia: kata) yaitu إن dan شاء. Sehingga tulisan yang tepat hemat saya, adalah In Syāallāh, Insyāallāh, In Syāa-llāh, dan pada akhirnya, semuanya sama saja, yang penting pelafalan lisannya benar karena semua tulisan latin tidak lain hanya dalam rangka pendekatan terhadap teks arabnya.

Lalu Teks Arab إن شاء الله atau إنشاء الله Yang Benar?

Dari segi TULISAN arab, kalau yang dimaksud adalah jika Allah menghendaki seperti yang biasa kita ucapkan sehari-hari, TULISAN yang benar adalah إن شاء الله, yakni dalam rangka untuk mengkait segala sesuatu dengan kehendak / iradah Allah, seolah-seolah kita mengucapkan “dengan kehendak (keinginan Allah) aku akan melakukan hal tersebut”.

Sedangkan TULISAN arab إنشاء الله memiliki makna yang berbeda.  Kalimat (Indonesia: kata) إنشاء adalah satu kata, beda dengan إن شاء adalah dua kata. Makna إنشاء adalah al-khalqu (ciptaan), contohnya QS. al-Waqi’ah ayat 35:

إِنَّا أَنشَأْنَاهُنَّ إِنشَاء
“Sesungguhnya Kami menciptakan mereka (bidadari-bidadari) dengan langsung (menciptakan seketika)”

Jadi kalau ditulis إنشاء الله, bisa bermakna “kami menjadikan ada (menciptakan) Allah”. Tetapi makna ini dengan catatan tertentu, yakni bisa bermakna tersebut kalau kita mengartikan secara lughawi (bahasa) saja dengan menyandarkan mashdar (إنشاء) pada maf’ul (الله).

Tapi bukan semata-mana itu saja maknanya, melainkan juga bisa bermakna lain. Sebab bisa juga menyandarkan mashdar pada pelakunya (fa’il), sehingga maknanya bisa seperti berikut: “ciptaan adalah sesuatu yang disandarkan kepada Pencipta (Allah)”, singkatnya “ciptaan adalah oleh Pencipta”. Kalimat seperti ini bisa dijumpai didalam surah al-Baqarah ayat 251 :

وَلَوْلاَ دَفْعُ اللّهِ النَّاسَ بَعْضَهُمْ بِبَعْضٍ لَّفَسَدَتِ الأَرْضُ
“Seandainya Allah tidak menolak (keganasan) sebahagian umat manusia dengan sebagian yang lain, pasti rusaklah bumi ini..”

Kata دَفْعُ disini adalah mashdar, disini menjadi mubtada’ yang dibuang khabarnya, sedangkan lafadh Allah adalah mudlaf ilaih, dan al-naas adalah maf’ul bih bagi mashdar. Jadi, إنشاء الله tidak mesti berarti menciptakan Allah.

Wallahu A’lam

Penulis: Abdurrohim

Related posts

Madrasah Al-Umariyyah; Universitas Pertama di Damaskus

admin

Al Azhar adalah Ka’bah Keilmuan Ummat Islam

admin

800 Tahun, Islam Tak Diterima Pribumi Nusantara Secara Massal

admin

Mengenal Fi’il dan Fa’il (Kata Kerja dan Subjek))

admin

Madrasah al-Mustanshiriyyah Cikal Bakal Universitas Modern

admin

Inilah Asal Muasal Kalimat Penutup Pidato : Billahit taufiq wal Hidayah dan Wallahul Muwaffiq ila Aqwamit Thariq

admin
WP Twitter Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
WhatsApp Share info ke kami