Media Islam dan Muslim Store No. 1 Balikpapan
Masjid Namirah Balikpapan Baru
Masjid Namirah Balikpapan Baru (Foto: rumahdijual com)
Islam Balikpapan Pilihan Utama

Masjid di Balikpapan Ini Tunaikan Idul Adlha 1439 H Berbeda dengan Pemerintah

MADINATULIMAN.COM – Sebagaimana telah diumumkan oleh Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Agama menetapkan bahwa awal Dzulhijjah 1439 H di Indonesia jatuh pada Senin, 13 Agustus 2018, sehingga hari raya Idul Adlha 1439 H (10 Dzulhijjah 1439 Hijriyah) jatuh pada Rabu, 22 Agustus 2018.

Baca : Pemerintah Tetapkan 1 Dzulhijjah Senin 13 Agustus, Idul Adlha 22 Agustus 2018

Ketetapan Idul Adlha 1439 Hijriyah oleh Pemerintah Indonesia ikuti Nahdlatul Ulama (NU), Al-Washliyah, Persis dan ormas Islam lainnya, termasuk organisasi Islam terbesar kedua yaitu Muhammadiyah. Meskipun, Muhammadiyah menggunakan metode penetapan berbeda dengan Pemerintah.

Dalam penetapan awal bulan, Muhammadiyah menggunakan Hisab Hakiki Wujudul Hilal, sedangkan Pemerintah menggunakan kriteria Imkān Ar-Rukyah MABIMS. Pada tahun 2018, Pemerintah, NU, Muhammadiyah dan ormas Islam lainnya melaksanakan Idul Adlha 1439 H, pada Rabu 22 Oktober 2018.

Baca : Tim Rukyatul Hilal Kemenag Balikpapan Tidak Berhasil Melihat Hilal Awal Dzulhijjah

Namun demikian, ada sejumlah umat Islam di Indonesia yang melaksanakan Idul Adlha 1439 H berbeda dengan pemerintah. Mereka melaksakannya pada hari Selasa, 21 Agustus 2018, satu hari lebih maju dari ketetapan Pemerintah.

Salah satunya adalah jamaah An-Nadzir di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan yang telah resmi menetapkan 10 Dzulhijjah 1439 Hijriah yang jatuh pada Selasa, 21 Agustus 2019. Para jamaah An-Nadzir akan menunaikan shalat Idul Adha pada Selasa besok (21/8/2018).

Di Kota Balikpapan, terdapat sejumlah umat Islam yang juga melaksanakan Idul Adlha 1439 H pada hari Selasa, seperti jemaah di Masjid Namirah, Balikpapan Baru. Mereka akan mengadakan sholat Idul Adha pada Selasa besok.

Ketua Yayasan Namirah, Gatot Subandono, mengatakan, tidak bermaksud ingin berbeda dan tidak ada pengaruh dari kelompok tertentu. Menurutnya, ibadah ini semata-mata soal keyakinan dan bukan ikut-ikutan.

“Penetapan Selasa semata-mata mengikuti waktu aktivitas wukuf dalam ibadah haji. Bukan juga mengikuti kebijakan Arab Saudi, tapi aktivitas kegiatan haji di sana,” ujar Gatot, dikutip dari laman Kaltim Post, Senin 20 Agustus 2018.

Dia berharap, perbedaan ini ditanggapi secara positif sebagai sebuah khasanah untuk Muslim. Apalagi masing-masing memiliki dalil. ” Kami harap ini bisa diterima oleh kaum Muslimin sebagai sesuatu yang lumrah. Hal yang penting persatuan umat tetap terjaga,” ujar dia.

Berdasarkan informasi, sejumlah kelompok umat Islam yang juga berhari raya pada hari Selasa adalah orang-orang (eks) HTI, Majelis Mujahidin, JAS, DDI, dan Jamus.

Idul Adlha berbeda dengan pemerintah juga dilaksanakan oleh jemaah Tarekat Naqsabandiyah di Sumatera Barat. Mereka merayakan Hari Raya Idul Adha 10 Dzulhijah 1439 Hijriah pada Senin, 20 Agustus 2018. Lebih cepat dua hari dari ketetapan Pemerintah.

Alasannya, jemaah Tarekat Naqsabandiyah ini memiliki metode tersendiri dalam menentukan kapan dimulainya puasa, Hari Raya Idul Fitri dan Idul Adha. Metode yang diterapkan ialah metode hisab munjid dan rukyatul hilal atau menilik bulan.

Source: Anysource

Related posts

Tabligh Akbar dan Pembangunan Sentral Aktifitas Ponpes Asy-Syifa Balikpapan

admin

NU Balikpapan Tidak Ada Hubungannya dengan ANNAS

admin

Poliklinik Ibnu Sina dan BSMI Balikpapan Salurkan Bantuan Gempa Lombok

admin

Sambut Idul Adlha, MUI Balikpapan Agendakan Pelatihan Pemotong Hewan Qurban

admin

DMI Balikpapan Imbau Umat Islam Laksanakan Shalat Taubat, Qiyamul Lail dan Qunut Nazilah

admin

Kodam VI/Mulawarman Gelar Lomba Hadrah, Ya Lal Wathan dan NKRI Harga Mati jadi Lagu Wajib

admin
SILAHKAN BERTANYA
WP Twitter Auto Publish Powered By : XYZScripts.com