Media Islam dan Muslim Store No. 1 Balikpapan
Berita Nusantara

Menag : Tidak Ada Konsep Baku tentang Khilafah dalam Islam

MADINATULIMAN.COM – Rakor Fungsi Intelkam Tahun 2015 di Mabes Polri, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin (LHS) didaulat menjadi narasumber. Menag memaparkan Faham ISIS dalam Pandangan Islam, serta membahas konsep khilafah, takfir, dan jihad  di hadapan para perwira polisi. Senin (16/2/2014).

Terkait khilafah, Menag mengungkap, bahwa dalam Islam, tidak ada konsep baku tentang khilafah. Menurutnya, saat Rasulullah meninggal, para sahabat berdebat tentang, siapa yang akan menggantikannya. Mereka kemudian bermusyawarah  dan akhirnya Abu Bakar as-Syiddieq terpilih sebagai pemimpin, pengganti Rasul. “Dengan demikian, Abu Bakar, terpilih melalui Musyawarah,” terang Menag.

Belajar dari proses perdebatan panjang saat dia terpilih, lanjut Menag, maka saat mencari pengganti, Abu Bakar memakai sistem tunjuk, bukan Musyawarah. Saat itu, Abu Bakar menunjuk Umar bin Khattab sebagai penggantinya. Dengan berjalannya waktu, saat mencari penggantinya, Umar memakai metode yang berbeda, tidak bermusyawarah, tidak pula menunjuk. Umar, membentuk tim kecil yang beranggotakan 6 sahabat plus satu, yakni putranya Abdullah bin Umar. “Tim 6 plus satu ini lah yang menentukan siapa pengganti Umar. Semua sahabat boleh jadi penggantinya, kecuali anak Umar sendiri, yakni Abdullah bin Umar yang masuk sebagai tim plus,” tutur Menag.

Dikatakan Menag bahwa tim 6 menghasilkan keputusan untuk mengangkat Utsman bin Affan menjadi Khalifah pengganti Umar.  Adapun penunjukan Ali bin Abu Thalib untuk menggantikan Utsman dilakukan dengan memakai sistem musyawarah.

Jadi,  tidak ada konsep jelas. Yang ada adalah lebih pada mengedepankan substansi dari kepemimpinan, yakni menjunjung tinggi keadilan, HAM, persamaan hak dan lain sebagainya,” terang Menag.

Menag juga bercerita, bahwa dalam sejarah Islam hingga kini, Bani Umayah, yang didirikan oleh Muawiyah bin Abu Sofyan, merupakan satu-satunya kekhalifahan tunggal. Setelah itu, tidak ada. Yang ada, muncul banyak dinasti (kekhalifahan) dalam satu waktu. Jadi, kekhalifahan yang ada bersifat irisan. “Dengan demikian, cita-cita ISIS untuk mendirikan kekhalifahan tunggal berdasarkan syari’ah Islam, sangat tidak bisa dipahami,” ujar Menag.

 

http://www.kemenag.go.id/index.php?a=berita&id=239692

Related posts

IAIN Pontianak Menyambut Baik Workshop Manuskrip Al-Qur’an Nusantara

admin

Dituding Syiah dan Bela Gus Muwafiq, Haddad Alwi Diusir Saat Shalawatan

admin

Alhamdulillah Idul Fitri 1 Syawal 1434 H (2013 M) Akan Bersamaan

admin

400 Kiai Jatim Bahas Radikalisme Agama di Pesantren Tebuireng

admin

Menag: Petugas Haji Harus Berupaya Agar Jamaah Mabrur

admin

Pemerintah Tetapkan Idul Adlha 1435 H Jatuh pada 5 Oktober 2014

admin
SILAHKAN BERTANYA
WP Twitter Auto Publish Powered By : XYZScripts.com