Media Islam Madinatul Iman Balikpapan
Kiriman Pembaca

Menyelam Dalam Manaqib Habib Ali Alhabsy

MADINATULIMAN.COM – Alhabib Ali alhabsy wali yang menyejukan dihati. Siapa saja yang membaca sejarah dahulu beliau sebelum membaca kitab simtud duror, maka kelezatan yang hanya dia dapatkan. Habib Ali telah meninggal sejarah jasad, tetapi, ilmunya hidup, akhlaknya hidup, kewaliannya hidup, dan masih banyak kehidupan yang dirasakan bagi yang memiliki sir(rahasia) dalam hati.

 
Kitab simtud duror karangan beliau merupakan karangan yang mengalahkan semua sastrawan pada masa itu. Pada waktu, memang ada seseorang syeikh yang ahli dalam bahasa dan jawaranya dalam merangkai kata-kata, tetapi, habib Ali berkata :  jika sheikh tersebut ingin mengalahkan untain mutiara (simtud duror) ini, maka tidak ada satu pun yang bisa. 
 
Disebabkan, setiap kali pendiktian itu berasal dari Nabi Muhammad saw. Beliau merupakan anak dari habib Muhammad alhabsy. Sedikit cerita, Habib Muhammad alhabsy merupakan mufti syafi’iyah di mekkah. Beliau mufti yang banyak menta’dzimi (menghormati) beliau karena keilmuannya. Murid-murid beliau tersebar dimana-mana. Saat ditinggali ke mekkah oleh ayahnya, habib Ali masih berumur sekitar 7 tahunan. Mulai tumbuh dewasa, ayahnya mengirim surat untuk habib ali menuju mekkah tempat kediaman beliau untuk diajarkan oleh Ayahnya ilmu.
 
Habib Ali sendiri bercerita, penghormatan dan taat ku kepada ibuku sangat tinggi. Hingga sampai kemusyawarah. Diwaktu itu, habib Ali masih kecil dan anak kesayangan ibunya. Habib Ali bertanya kepada ibunya, ibunya menjawab dengan penuh ketidak ikhlasan : “karena yang memanggil ayahmu, datangilah ayahmu ke mekkah”. Karena ini perkataan ibunya, beliau melaksanakan perintahnya. Kisah ini sama seperti kisah alm habib Abdurrahman kwitang. Suatu saat habib Abdurrahman dirindukan ibunya ketika beliau keluar negeri. Ditelpon istri beliau untuk dimintai pulang oleh ibunya. Tanpa berpikir panjang, beliau terbang kejakarta.
 
Kisah para pendahulu sangat mencairkan hati kita. Habib Ali alhabsy sering bertemu kakeknya, Nabi Muhammad saw. Tidak ada hari tanpa bertemu nabi. Beliau termasuk seseorang yang memiliki akhlak luar biasa. Suatu hari, beliau ingin keguru, beliau bernama habib abu bakar. Habib ali datang menemui habib abu bakar. Sesampai didepan rumah, habib Ali melihat ada kunjungan tamu kendalem (rumah) beliau.
 
Akhlak para awliya yang berasal dari akhlak nabi, tidak boleh masuk dan menoleh sedikit pun keisi rumah seseorang sebelum disuru masuk. Saat itu habib Ali mengucapkan salam. Ternyata, yang bergegas keluar bukan gurunya, tapi tamunya. Lalu tamunya kembali kehabib abu bakar dan menyampaikan apa yang beliau lihat. Setelah itu, habib Ali menunggu. 
 
Dalam rangka habib Ali berkunjung kerumah guru beliau adalah meminta berkah gurunya. Tetapi, air bekas makan yang kotor, disirimkan keatas kepala beliau. Alhabib Ali tidak langsung pulang. Beliau masih tetap menunggu. Guru beliau menyuru tamu tersebut atau muridnya meliihat kembali, apakah beliau masih ada diluar apa telah pergi. Ternyata beliau masih ada. Sedemikian rupa ujian keimanan yang diberikan gurunya kepada beliau, gurunya berkata : inilah ali. Aku hanya ingin mengujinya saja. Dan ternyata dia pantas mendapatkan ilmuku.” Betapa luar biasanya seseorang murid menaruh kasih saying dan akhlak kepadanya. 
 
Bagaimana dengan zaman yang morat-marit, hilang arah. Guru dipukul dan dituntut kemeja hijau. Makanya, kata alhabib umar bin hafidz : siapa saja yang tetap mengikuti jalan pendahulu, maka ia tidak akan tersesat. Seseorang yang bodoh tetapi memiliki adab, lebih baik daripada seseorang yang pinter tapi tidak memiliki adab.”
 
Seiwun tempat menetapnya Alhabib Ali alhabsy. Beliau membangun masjid dan pengajian ditempat tersebut. Beliau sangat dermawan dan tidak sombong. Karomahnya beliau tidak pernah habis.. 
 
Jadi pertanyaan sekarang adalah keheranan kepada ‘anti ziarah’ kemakam para wali. Diakhir atau diyaumul hisab, para pemberi syafa’at akan berdiri didepan mimbar-mimbarnya. Mereka akan memberikan syafa’at kepada sang pecinta yang mencintai mereka. 
 
Beda halnya dengan nabi Muhammad. Nabi Muhammad sudah pasti memberikan syafa’at. Keturunan nya nabi-dzurriyat- itu memberikan keberkahan kepada kita yang memiliki sifat rakus, suka maksiat, dengki, iri hati, dan masih banyak lainnya.  Kita tidak tahu amal apa yang akan membuat kita masuk kedalam golongan kanan  seperti didalam Al-qur’an : mereka orang-orang yang menikmati surga dengan penuh kebahagiaan.  Semoga kita dikumpulkan bersama para nabi dan kaum sholeh.
 
Sesungguhnya para wali tidak pernah mati. hindari untuk memusuhi para wali Allah.firman Allah :" barangsiapa yang memusuhi para waliku, maka aku siap berperang melawannya", disinilah letak perbedaan kita dengan kekasih Allah. perlunya kita menyejukkan hati adalah dengan membaca manaqib para kaum sholeh. agar hidup diarungi dengan kebaikan seterusnya.
 
 
Penulis : Abdillah husain
*Penulis dan Penelilti Muslim, Alumni Pesantren Ribath Almurthada

Related posts

PM Palestina Sambut Baik Rombongan Umroh plus Gaza-Palestina 2013

admin

Ikhlas Dan Dimensinya Dalam Kehidupan

admin

Wasiat Allah SWT Tentang Taqwa

admin

Oleh-Oleh dari Tanah Suci

admin

Fenomena Adzan Jum’at 3 Kali di Maroko (Maghribi)

admin

Para Ulama Dari Zaman Ke Zaman Tentang Maulid Nabi Muhammad

admin
WP Twitter Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
WhatsApp Share info ke kami