Media Islam dan Muslim Store No. 1 Balikpapan
Berita Internasional

Militer Serukan Demo Jumat Depan Setelah Jelaskan Kondisi Mesir

MADINATULIMAN (Kairo) –  Kondisi politik Mesir semakin tidak pasti. Militer Mesir selalu dijadikan kambing hitam oleh sebagian kalangan atas lengsernya Muhammad Morsi dari kursi kekuasaan. Militer pun tidak rela tuduhan jahat itu terus meluncur bak bola salju yang semakin membesar. Rabu (24/7) Menteri Pertahanan Mesir Letnan Jenderal Abdul Fatah al-Sisi berpidato dalam seremonial wisuda mahasiswa Fakultas Angkatan Laut dan Angkatan Udara. Di dalam pidatonya, al-Sisi menyatakan bahwa pidatonya tersebut bukan khusus untuk para mahasiswa, namun ditujukan kepada seluruh rakyat Mesir.
 

“Saya katakan dengan sangat jelas dan terang-terangan, bahwa kami telah bertindak dengan penuh amanah dan mulia setelah kami menyerahkan kekuasaan kepada pemimpin sipil pasca 30 Juni 2013. Kami tidak akan pernah berkhianat atau melakukan konspirasi melawan siapa pun. Bahkan kami telah memberikan pertimbangan terkait kondisi Mesir saat itu,” jelas al-Sisi dalam pidatonya.

“Kami telah menawarkan banyak usulan kepada mantan presiden (Morsi –red). Kami telah banyak berdiskusi dengan partai-partai politik. Kami telah katakan kepada partai-partai berideologi agama agar berpikir demi negara dan bangsa. Kami juga mengatakan bahwa posisi presiden adalah sangat sensitif. Siapa pun yang mengemban jabatan ini maka dia harus menjadi pemimpin untuk seluruh rakyat Mesir,” tambahnya.

Di sela-sela pidatonya, al-Sisi juga menceritakan tentang dialog antara dirinya dengan Syekh al-Huwaini (pembesar ulama Salafi Mesir –red). Al-Huwaini pernah bertanya kepadanya: “Apakah menurutmu kami perlu mengajukan calon presiden?” “Saat itu saya menjawabnya ‘tidak’, karena kalian masih perlu belajar lagi dan beradaptasi. Mesir ke depan kondisinya sangat rumit. Dan akhirnya dia (al-Huwaini) berterima kasih kepada saya,” cerita al-Sisi.

Letnan Jenderal al-Sisi, meminta semua pihak untuk merujuk lagi setiap perkataannya sejak menjabat sebagai Menteri Pertahanan, demi mengetahui kondisi sebenarnya. Saat dirinya mengajak agar diadakan rekonsiliasi nasional antar seluruh kekuatan politik, mantan presiden (Morsi –red) memujinya. Akan tetapi di hari berikutnya Morsi menghubunginya dan meminta maaf karena tidak dapat memenuhi ajakan tersebut.

“Kami telah memberitahu mantan presiden akan prediksi kami atas krisis politik Mesir. Kami tidak pernah mengkhianati mantan presiden. Militer Mesir adalah militer untuk seluruh rakyat Mesir secara merata. Militer tidak akan tunduk kepada kepemimpinan kelompok manapun. Identitas militer sangat jelas dan mulia,” tegas al-Sisi.

Al-Sisi juga mengatakan kepada seluruh tentara: “Angkat tinggi kepalamu. Kita adalah manusia-manusia yang hanya takut kepada Tuhan.”

“Kami telah menyodorkan kepada mantan presiden semua pernyataan militer sebelum dikeluarkan ke publik. Kami tidak akan pernah menipu presiden. Kami telah memberikan tenggang waktu seminggu untuk memberikan solusi atas krisis Mesir saat itu. Kami pun mencari solusi atas krisis tersebut. Waktu 48 jam yang kami berikan di detik-detik terakhir itu bukan sebuah hal yang mengagetkan siapa pun,” tambah al-Sisi.

“Kami telah mengajukan kepada mantan presiden agar melakukan referendum atas jabatannya. Bersama Perdana Menteri dan mantan ketua MPR Muhammad Salim Awwa, saya mengajukan usulan tersebut agar ada solusi atas kondisi krisis politik saat itu. Akan tetapi jawabannya selalu “Tidak”. Militer ini hanya dapat diperintah oleh rakyat Mesir. Apakah kalian meyakini bahwa ungkapan “Sebaik-baik tentara di bumi” adalah ungkapan kosong tanpa makna?” tambah al-Sisi.

Al-Sisi juga bersumpah sebanyak tiga kali bahwa militer Mesir masih kompak. Hal ini demi menepis isu adanya perpecahan di tubuh militer. “Demi Allah, demi Allah, demi Allah, militer mesir masih kompak. Militer Mesir tidak seperti militer manapun,” tegas al-Sisi.

Al-Sisi mengajak seluruh rakyat Mesir untuk turun ke jalan demi menegaskan keinginan dan keputusan rakyat. Jika terjadi tindak anarkis dan teror, maka rakyat diminta memberi mandat kepada militer dan polisi untuk menghadapi tindakan anarkisme dan terorisme tersebut.

“Hari Jumat depan adalah janji kami bersama seluruh rakyat Mesir. Militer dan polisi diberi mandat untuk mengamankan demonstrasi. Ini bukan berarti saya menginginkan terjadinya tindakan anarkis dan teror,” ajak al-Sisi.

“Saya duduk bersama mantan presiden untuk berdiskusi sebelum dia berpidato di gedung konferensi, demi rekonsiliasi nasional. Itu terjadi pada jam 11 hingga jam 1 siang. Presiden berjanji kepada saya untuk berpidato secara konprehensif demi rekonsiliasi nasional. Akan tetapi saya kaget dari pidato yang dia bacakan. Saya pun bertanya-tanya apakah ini pidato yang telah kami sepakati? Ini adalah pidato yang mencekik leher semua orang,” tutup al-Sisi. (elwathan/imm/mosmleminfo)

Related posts

AS-Pemberontak Suriah Bergabung Lawan ISIS

admin

Komite di MTAI Mesir di Bubarkan dan akan Diisi Ulama dari Luar Mesir

admin

Grand Syaikh Al-Azhar Dr. Ahmad Tayyib Terima Penghargaan Internasional

admin

Kandidat Kubu Moderat-Reformis Hassan Rouhani Jadi Presiden Iran

admin

Pemberontak Penggal Kepala Ulama Sunni Suriah

admin

Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) Yaman Gelar Pelatihan untuk Para Aktivis

admin
SILAHKAN BERTANYA
WP Twitter Auto Publish Powered By : XYZScripts.com