Media Islam Madinatul Iman Balikpapan
Berita Nusantara Pesantren

MQK PPU, Pesantren Berperan Cetak Kader Ulama

MADINATULIMAN.COM – Kegiatan lomba Musabaqa Qiratil Kutub (MQK) 2017 yang diikuti 36 santriwan dan santriwati dari 3 pondok pesantren di Aula Kantor Kemenag Penajam Paser Utara (PPU) resmi ditutup, Rabu (6/7/2017) lalu.

Kepala Seksi Pendidikan Agama Islam Kementerian Agama Kabupaten PPU Hj Jumaisyah sebagai ketua panitia menjelaskan, kegiatan MQK bertujuan mendorong dan meningkatkan perhatian serta kecintaan para santri terhadap kitab-kitab rujukan berbahasa Arab. Kegiatan itu juga sekaligus meningkatkan kemampuan santri dalam melakukan kajian dan pendalaman ilmu agama, meningkatkan wawasan dari sumber kitab-kitab berbahasa Arab.

“Untuk memberikan penghargaan kepada santri yang berprestasi di bidang baca kitab kuning, menjalin silaturahim antarpondok pesantren se-Kabupaten PPU,” jelas Jumaisyah.

Selain itu juga, lanjut dia, untuk meningkatkan peran ponpes sebagai lembaga pendidikan Islam dalam mencetak kader ulama, tokoh agama dan tokoh masyarakat di masa depan.

Ditegaskannya, keberadaan ponpes di Kabupaten PPU hendaknya jangan hanya dijadikan sarana untuk mempelajari pendidikan dan kajian-kajian saja, namun selain itu untuk penguasaan kitab-kitab klasik, khususnya kitab-kitab kuning juga perlu diajarkan dengan baik.

Karena kitab-kitab klasik ini biasanya mempelajari berbagai hal yang berkaitan dengan ilmu hadits dan juga ilmu fiqih. Hal ini tentu saja untuk melengkapi kajian-kajian yang ada dalam Alquran.

“Kandungan yang ada dalam kitab-kitab klasik tersebut diyakini dapat mengantisipasi dampak negatif dari pengaruh globalisme, sehingga generasi-generasi Islam bisa memahami Islam dengan lebih baik,” tandasnya.

Selain itu, kata dia lagi, para peserta seleksi MQK juga dipersiapkan untuk seleksi serupa di tingkat provinsi pada Juli ini.

Jumaisyah juga menerangkan, lomba MQK ini terdiri atas 3 tingkatan, yakni Marhalah Ula, Wustho dan Ulya. Dalam lomba ini aspek penilaian didasarkan pada kelancaran membaca, kebenaran bacaan dan pemahaman makna.

Karena itu, masing-masing peserta diberikan waktu 10 menit untuk diuji. Seluruh cabang yang dilombakan pada tingkatan Ula beberapa cabangnya seperti Fiqih, Nahwu, Akhlak, Tarikh dan Tauhid baik putra maupun putri.

Semua cabang dapat diraih oleh santri asal Ponpes Darussyafa, Jannatul Firdaus dan Nurul Hidayah. Untuk tingkatan Ulya pada cabang Fiqih dan Akhlak dapat diraih santri Ponpes Firdaus.

Sementara itu, seluruh santri yang mengikuti lomba MQK terlihat senang dan berbahagia, karena secara keseluruhan mendapatkan penghargaan dan piala bagi juara pertama, kedua dan ketiga serta mendapakan dana pembinaan dari panitia.

Kepala Kemenag PPU H Maslekhan berharap agar kegiatan MQK ini dapat menjadi agenda tahunan sebagai pembinaan umat. Hal yang sama juga disampaikan seluruh pimpinan ponpes yang ikut sebagai peserta, mereka  berharap agar kegiatan yang sama dapat dilaksanakan rutin setiap tahun.

Adapun yel-yel yang selalu didengung-dengungkan adalah “Pondok Pesantren Oke! Pondok Pesantren Yes! Lebih baik pondok pesantren dan pondok pesantren lebih baik. (*/pam/war)

http://balikpapan.prokal.co/read/news/215747-peran-ponpes-cetak-kader-ulama.html

Related posts

LP Ormas Islam Mendesak Polri Terbitkan Aturan Polwan Berjilbab

admin

Pengakuan Mantan Pelajar Islam Garis Keras

admin

Hanya Indonesia yang Liburkan Semua Hari Raya Agama

admin

Tabligh Akbar di Ponpes Syaichona Cholil Sepinggan Balikpapan

admin

Alhamdulillah Hari Raya (Idul Fithri) 1433 H Jatuh Ahad 19 Agustus 2012

admin

Fatwa Resolusi Jihad 22 Oktober Lahirkan Hari Pahlawan Nasional

admin
WP Twitter Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
WhatsApp Share info ke kami