Media Islam Madinatul Iman Balikpapan
Kaltim News

Pelatihan di Gedung Serba Guna (GSG): Manajemen Masjid Sangat Penting

MADINATULIMAN (SANGATTA) – Wakil Bupati (Wabup) Ardiansyah mengatakan manajemen masjid sangat penting, guna mengedepankan profesionalisme dan tanggung jawab para takmir masjid. Dalam perjalanan dan perkembangan Islam, banyak membuktikan prinsip keislaman harus terus digiatkan dan diperjuangkan. Pernyataan itu disampaikan Wabup ketika membuka pelatihan manajemen masjid yang diikuti sekitar 50 orang takmir masjid di Gedung Serba Guna (GSG), Bukit Pelangi Sabtu (16/3) lalu.
 

Kegiatan itu Digelar Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kutim. "Berbicara mengenai perjalanan sejarah Islam di Eropa, pasti pikiran kita akan melayang ke Spanyol dan Wina. Ternyata Eropa pernah dipimpin kafilah islam selama 800 tahun. Kita kenal Cordova, Byzantium, Roma, dan sebagainya. Namun kini kita melihat perkembangannya sudah sangat berubah, kita hanya tinggal mengenangnya melalui sejarah.
 
Di situ dapat dilihat, tidak ada jaminan Islam di Eropa dapat bertahan," terang Wakil Bupati dihadapan takmir masjid yang mengikuti pelatihan manajemen masjid. Melihat kenyataan tersebut, muncul pertanyaan apakah Islam mampu bertahan lama di indonesia. Bagaimana selama 800 tahun Islam memimpin, ternyata tidak ada jaminan mampu bertahan hingga kiamat. "Padahal orang-orang pada waktu itu sangat bangga dengan keislamannya.
 
Bahkan ilmu pengetahuan Islam sangat berkembang di Spanyol, baik ilmu fiqih, pengetahuan alam. Dan sekarang tinggal sejarah. Allah di dalam Alquran hanya menjamin dua daerah yang aman keislamannya. Yaitu Mekkah dan Madinah, sementara untuk yang lain tidak ada jaminan. Kita perkecil lagi, apakah ada jaminan Islam berkembang terus di Kaltim.
 
Diperkecil lagi, apakah ada jaminan Islam terus berkembang di Kutim. Kita perkecil lagi apakah Islam terus ada di tengah keluarga kita," tanya Ardiansyah pada peserta. Dijelaskan, agar para takmir mampu menjadikan pertanyaan tersebut sebagai sebuah kajian. "Saya kira hal tersebut dapat menjadi perhatian para takmir, seusai pelatihan.
 
Masjid sebagai sumber pengetahuan umat Islam, di sana banyak kajian-kajian yang harus kita tuangkan. Saya yakin ini dapat menjadi pemicu dan pemacu, agar DMI Kutim terus memberikan pemahaman kepada seluruh umat Islam. Semoga masjid-masjid yang ada mampu menumbuhkan dan menghasilkan ulama-ulama. Saya takut jika perkembangan Islam di negeri ini seperti di muqadimah yang saya sampaikan tadi,” terang Wakil Bupati.
 
Ketua DMI Kutim Muhammad Rustam Toha menyebutkan, tujuan pelatihan ini untuk memberikan pembekalan pada para takmir masjid dengan wawasan keislaman yang universal. Sehingga mampu mengelola masjid dengan baik dan kondusif, serta kemudian terjalin silaturahmi antara DMI Kutim dengan takmir dalam upaya mengefektifkan fungsi masjid di tengah-tengah umat.
 
"Kami berharap timbul daya dorong yang kuat kepada seluruh umat untuk menyemarakkan dunia ini dengan nilai-nilai Islam yang universal. Nilai-nilai Islam tidak akan pernah terwujud kecuali dengan sentuhan amal dakwah yang kokoh dan produktif, sehingga terjadi pemerataan syiar di berbagai daerah," jelasnya.(kmf3/che/kaltimpos)

Related posts

Dekati Masyarakat, Pejabat Polda Shalat Shubuh di Masjid At-Taqwa Balikpapan

admin

Sultan Kutai Kartanegara Kalimantan Timur Wafat Dalam Usia 94 Tahun

admin

Pawai Pembangunan, UNU Kaltim dan DLH Manfaatkan Sampah Daur Ulang

admin

Makam Kuno Berusia 659 Tahun Ditemukan di Kelurahan Waru PPU

admin

LPTQ Kukar Kaltim 4 Hari Study Tour Ke Lombok

admin

Kecamatan Sepaku – PPU : Maulid Nabi Jangan Cuma Tradisi Belaka

admin
WP Twitter Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
WhatsApp Share info ke kami