Media Islam Madinatul Iman Balikpapan
Islam Balikpapan

Pelatihan Imam, Khatib dan Mu’adzdzin di Masjid At-Taqwa Balikpapan

MADINATULIMAN – Dalam rangka meningkatkan kualitas para imam, khatib dan mu'addzin, Masjid Agung At-Taqwa Balikpapan melalui seksi ibadahnya menggelar kegiatan Pelatihan dan Orientasi Imam, Khotib dan Mu'adzdzin pada hari Sabtu pagi (14/9/12). 
 

Kegiatan yang dihadiri sekitar puluhan jama'ah ini, sekaligus dirangkai dengan pemantapan aqidah dan amaliyah-amaliyah Ahlussunnah wal Jama'ah bagi segenap pengurus, imam, khotib dan mu'addzin. 
 
Dalam kegiatan tersebut, dipaparkan beberapa materi antara lain "Membumikan Ahlussunnah wal Jama'ah di Era Globalisasi" yang disampaikan oleh Ust. Ahmad Rosyidi Em. S. Dalam paparannya, Ust Ahmad Rosyidi banyak menerangkan mengenai penggertian Ahlussunnah wal Jama'ah dan siapa-siapa saja yang masuk dalam golongan Ahlussunnah wal Jama'ah. 
 
Selain menjelaskan makna Ahlussunnah, Ust. Ahmad Rosyidi juga menegaskan tentang pentingnya Al Jama'ah, tidak hanya Ahlussunnah tapi juga "Al-Jama'ah". Ahlussunnah wal Jama'ah merupakan golongan terbesar umat Islam (jumhurul Muslimin) , yang dalam sejarah, mereka adalah umat Islam yang mengikuti madzhab Al-Asy'ari dan Al Maturidi dalam hal aqidah. Dalam pertarungan ideologis dengan kalangan minoritas (sempalan) selalu dimenangkan oleh kelompok mayoritas umat Islam yaitu madzhab Al-Asy'ari dan Al Maturidi.
 
Menurut Ust Ahmad Rosyidi, kemenangan itu karena mayoritas umat Islam mendasarkan seluruh argumentasinya pada dalil-dalil Al-Qur'an, As-Sunnah dan dalil yang rasional. Ahlussunnah wal Jama'ah tersebut juga identik dengan mayoritas umat Islam saat ini. 
 
"Ahlussunnah wal Jama'ah tersebut adalah kita, mayoritas umat Islam, bukan kalangan minoritas yang mengaku-ngaku sebagai Ahlussunnah, padahal mereka bukan", jelas Koordinator Pendidikan dan Dakwah di Masjid Agung At-Taqwa Kota Balikpapan.
 
Setelah memaparkan dengan panjang lebar mengenai ASWAJA atau Ahlussunnah wal Jama'ah, kemudian dibuka sesi tanya jawab. Antusias peserta pelatihan dapat terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan kepada Ustadz Ahmad Rosyidi, baik yang terkait dengan materi Ahlussunnah wal Jama'ah, maupun kalangan yang bukan ASWAJA.
 
Pemateri berikutnya adalah Fadlilatul Ustadz H. Jailani Mawardi yang memaparkan mengenai persyaratan seorang khotib dan juga imam shalat. Dalam memaparkan materi berupa slide, Ust. Jailani juga memaparkan materi dari kitab kuning Nihayatul Muhtaj karya ulama besar madzhab Syafi'i yaitu Imam Ar-Ramli. 
 
Ust. Jailani menyarankan perlu adanya penulisan naskah khutbah darurat karena dikhawatirkan terjadi hal-hal yang menuntut diulangnya khutbah Jum'at karena faktor tertentu. Demikian juga perlu adanya penulisan naskah khutbah singkat jika suatu saat  terjadi kekosongan khotib yang menuntut orang lain untuk menjadi khotib. 
 
Acara dilanjutkan setelah shalat Dhuhur dan makan siang, dengan pemaparan materi Fiqhul Adzan dam hal-hal yang terkait dengan Adzan dan Iqamah. dari Fadilatul Ustadz H. Muhammadun Lc, Mpd. 
 
Dalam kegiatan tersebut, Ketua umum masjid Agung At-Taqwa Balikpapan, H. Suwandi, SH, MSi. dalam sambutannya mengharapkan agar Masjid Agung At-Taqwa menjadi contoh tauladan bagi masjid-masjid lainnya di kota Balikpapan, sebab masjid At-Taqwa merupakan masjid terbesar di Balikpapan. 
 
Hadir juga Ketua Dewan Panasehat Masjid Agung At-Taqwa, HM Mukmin Faisyal, sekaligus membuka kegiatan "Pelatihan dan Orientasi Imam, Khotib dan Muadzdzin" di Masjid At-Taqwa Balikpapan Madinatul Iman. []
 
Redaktur : AR
Foto : Sebelum acara

Related posts

Umat Beragama Sepakati Konsep Balikpapan Madinatul Iman

admin

Tanggal 15 Januari 2013 Adalah Batas Akhir Penutupan Pelacuran di KM 17

admin

Pembukaan MTQ Ke-43 Digelar di Halaman MUI Balikpapan

admin

NU Kecamatan Balikpapan Barat Gelar Pengajian Rutin

admin

Muscab IKPM Balikpapan Tetapkan Ust. Yudho Prakoso sebagai Ketua

admin

Buka Safari Ramadan, Walikota Himbau Warga Jaga Kondusifitas Ramadhan

admin
WP Twitter Auto Publish Powered By : XYZScripts.com