Media Islam Madinatul Iman Balikpapan
Syariah

Pembahasan Tentang Qurban dan Kriteria Hewan Qurban

MADINATULIMAN – Korban, istilah arab adalah udlhiyyah secara bahasa bermakna sembelihan / hewan sembelihan. Istilah lain yang digunakan adalah qurban (dekat), hadyu (pemberian/ hadiah) dan nahr (sembelihan). Secara istilah bermakna:

وَهِيَ مَا يُذْبَحُ مِنْ النَّعَمِ تَقَرُّبًا إلَى اللَّهِ تَعَالَى مِنْ يَوْمِ عِيدِ النَّحْرِ إلَى آخِرِ أَيَّامِ التَّشْرِيقِ
“Hewan ternak yang disembelih karena mendekatkan diri kepada Allah Ta’alaa pada ‘idun nahr (idul adlha) sampai akhir hari tasyriq (13 Dzulhijjah)”. (Fathul Wahab)

DASAR DISYARIATKAN QURBAN
Syariat qurban tsabit berdasarkan Al-Qur’an, As-Sunnah maupun Ijma’. Dasar disyariatkannya korban didalam al-Qur’an adalah QS. Al-Kautsar : 2.

فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ
“Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu; dan berkorbanlah”

Nahr yang dimaksud dalam ayat tersebut menurut yang lebih shahih dari berbagai pendapat adalah sembelihan korban. Sementara shalat yang dimaksud adalah shalat ‘idul adlha.

Dasar didalam hadits, salah satunya adalah:

عَنْ أَنَسٍ، قَالَ: «ضَحَّى النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِكَبْشَيْنِ أَمْلَحَيْنِ أَقْرَنَيْنِ، ذَبَحَهُمَا بِيَدِهِ، وَسَمَّى وَكَبَّرَ، وَوَضَعَ رِجْلَهُ عَلَى صِفَاحِهِمَا
Sahabat Anas bin Malik berkata: Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berkurban dengan dua kambing kibas yang dominan putihnya dan bertanduk, beliau menyembelih keduanya dengan tangan beliau sendiri, mengucapkan asma Allah (Basmalah), bertakbir dan meletakkan kakinya diatas leher keduanya”. (HR. Muslim)

HUKUM BER-QURBAN
Hukum qurban adalah sunnah Muakkadah (kesunnahan yang sangat ditekankan) namun bukan wajib. Ini pendapat mayoritas/kebanyakan ulama.

Diantaranya, sebagaimana disebutkan oleh Imam al-Imrani didalam kitab Al-Bayan:

فالأضحية سنة مؤكدة وليست بواجبة، وروي ذلك: عن أبي بكر وعمر وأبي مسعود البدري وابن مسعود وابن عباس، وابن عمر وبلال وإليه ذهب سعيد بن المسيب وعطاء وعلقمة والأسود وأحمد وإسحاق.
“Korban hukumnya sunnah muakkadah bukan wajib, hal itu diriwayatkan dari Abu Bakar, Umar, Ibnu Mas’ud, Ibnu ‘Abbas, Ibnu ‘Umar, dan Bilal, demikin pula pendapat itu dipegang oleh Sa’id bin al-Musayyab, ‘Atha’, Aqlamah, al-Aswad, Ahmad dan Ishaq”

WAKTU BERQURBAN
Sejak selesai shalat Idul ‘Adlha dan khutbahnya (tanggal 10 Dzulhijjah) sampai terbenamnya matahari di akhir hari tasyriq yakni tanggal 13 Dzulhijjah.

مَنْ ذَبَحَ قَبْلَ الصَّلَاةِ فَإِنَّمَا ذَبَحَ لِنَفْسِهِ وَمَنْ ذَبَحَ بَعْدَ الصَّلَاةِ فَقَدْ تَمَّ نُسُكُهُ وَأَصَابَ سُنَّةَ الْمُسْلِمِينَ
“Siapa menyembelih korban sebelum shalat (idul adlha) maka sesungguhnya sembelihan itu untuk dirinya, dan siapa yang menyembelih hewan korban sebelum shalat ied maka sungguh telah sempurna ibadahnya dan sesuai sunnah umat Islam” (HR. Al-Bukhari)

كُلُّ أَيَّامِ التَّشْرِيقِ ذَبْحٌ
“Seluruh hari Tasyriq adalah waktu sembelihan”. (HR. Ahmad dan Ibnu Hibban)

Keterangan dalam didalam kitab Al-Bayan sebagai berikut:

ويدخل أول وقت الأضحية، إذا مضى بعد دخول وقت صلاة العيد قدر ركعتين وخطبتين، سواء صلى أو لم يصل، واختلف أصحابنا في قدر الصلاة والخطبتين: فمنهم من قال: يعتبر أن يذهب قدر صلاة رسول الله – صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ – بـ: (قاف) و (اقتربت) ، وقدر خطبتين كاملتين. منهم من قال: الاعتبار بأن يذهب قدر ركعتين خفيفتين، وخطبتين خفيفتين.
“Telah masuk waktu berkorban yaitu apabila berlalu setelah masuk waktu shalat ied kira-kira kadar shalat 2 raka’at dan 2 khutbah, baik melaksanakan shalat atau tidak shalat. Ulama Syafi’iyah berbeda pendapat tentang kadar shalat dan 2 khutbah tersebut, ada yang mengatakan kira-kira kadar shalat Rasulullah dengan bacaan surah Qaf dan Iqtarabat (al-Qamar) dan kadar 2 khutbah yang sempurna, dan ada pula yang mengatakan kadar shalat 2 raka’at dan 2 khutbah yang ringan”.

KRITERIA HEWAN QURBAN
Hewan kurban harus berupa ternak dari jenis onta, sapi dan kambing baik jantan maupun betina.

وَلِكُلِّ أُمَّةٍ جَعَلْنَا مَنسَكاً لِيَذْكُرُوا اسْمَ اللَّهِ عَلَى مَا رَزَقَهُم مِّن بَهِيمَةِ الْأَنْعَامِ
“Dan bagi tiap-tiap umat telah Kami syariatkan penyembelihan (kurban), supaya mereka menyebut nama Allah terhadap binatang ternak yang telah direzkikan Allah kepada mere
ka” (QS. Al Hajj : 34)

Syarat hewan-hewan tersebut, sebagai berikut:
1. Unta sempurna berusia 5 tahun atau masuk tahun ke-6.
2. Sapi dan kambing (ma’az) sempurna berusia 2 tahun atau masuk tahun ke-3.
3. Kambing jenis domba (dla’n) berusia 1 tahun atau sudah tanggal giginya yang depan meskipun belum sampai usia 1 tahun.

Keterangan:
Ma’az (مَعَز ), kambing yang memiliki bulu dan ekor yang lebih pendek dari ghanam/domba (غنم), biasanya disebut sebagai kambing kacang (jawa) Sedangkan dla’an (ضأن), termasuk jenis ghanam, memiliki wol (bulu domba), terdiri dari beberapa jenis dan ini yang sering disebut domba / kambing kibasy.

Imam Ibnu Ruslan didalam Nadhamnya mengatakan:

ولم تجز بينة الهزال # ومرض وعرج في الحال
وناقص الجزء كبعض أذن # أو ذنب كعور في الأعين
أو العمى أو قطع بعض الألية # وجاز نقص قرنها والخصية
“Tidak diperbolehkan hewan yang sangat kurus, sakit, pincang, cacat bagian tubuhnya seperti sebagian telinga atau ekornya sebagaimana pula buta sebelah matanya, buta keduanya atau terputus pantatnya. Diperbolehkan hewan yang cacat tanduknya dan hewan yang dikebiri.”

QURBAN GABUNGAN (KOLEKTIF)
Boleh berkurban secara kolektif (gabungan) lebih dari satu orang untuk satu ekor hewan sapi, kerbau atau unta dengan rincian sebagai berikut:

– 1 (satu) ekor unta dapat untuk untuk 7 orang.
– 1 (satu) ekor sapi/kerbau dapat untuk 7 orang
– 1 ekor kambing/domba tidak boleh dimiliki oleh lebih dari 1 orang tapi boleh diniatkan pahalanya untuk 2 orang atau lebih.

ويجوز أن يضحي بالبعير والبقرة الواحدة عن سبعة.
“Dan diperbolehkan berqurban dengan 1 onta dan sapi atas nama 7 orang”. (Al Fiqh Al-Manhaji)

 

Related posts

Tadarus dan Mengeraskan Suara Ketika Membaca Al-Qur’an

admin

Shalat Tahiyatul Masjid dan Hukumnya

admin

Landasan dan Hukum Shalat Hari Raya (Idul Fithri dan Idul Adlhaa)

admin

Hari Raya (‘Idul Adlha atau Idul Fithri) Bertepatan Dengan Hari Jum’at

admin

Khilafah Hanya 30 Tahun: Wajibkah Mendirikan Khilafah?

admin

Hukum Shalat Memakai Kaos Kaki Bagi Wanita dan Laki-Laki

admin
WP Twitter Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
WhatsApp Share info ke kami