Media Islam dan Muslim Store No. 1 Balikpapan
Berita Nusantara

Pengamat: Waspadai Tiga Hal dengan Munculnya ISIS

MADINATULIAN.CO (Jakarta) – Pengamat Politik UIN Gun Gun Heryanto mengatakan ada tiga hal yang harus diwaspadai terkait ajakan dari sekelompok warga Indonesia untuk bergabung ke Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS). Pasalnya, ajakan ISIS di Indonesia masih belum terlalu massif.

"Mumpung belum begitu massif harus diwaspadai. Ajakannya belum begitu terbuka. Ini memang punya embrio yang harus diwaspadai betul, karena bisa menjadi inkubator bagi orang-orang yang punya mimpi formalisasi negara. Bisa saja ini bersifat transnasional," jelasnya kepada Media Indonesia, Jumat (1/8/2014).

Adapun tiga hal yang harus diwaspadai tersebut, kata Gun Gun, pertama modus ajakan yang sifatnya bisa secara personal maupun organisasi. "Yang personal bisa melalui hubungan antar pribadi misalnya penetrasi ke komunitas-komunitas, yang biasanya dari orang yang dikenal. Sedangkan, dari sisi organisasi, bisa dengan mencoba masuk dan mempengaruhi orang yang duduk di organsisasi. Gerakan ini sifatnya tidak hanya ideologis tapi juga sudah mengarah ke tindakan militeristik," papar Gun Gun.

Kedua, lanjut dia, yang harus diwaspadai adanya deklarasi simbolik yang beredar melalui situs ataupun media sosial, seperti youtube, yang semakin eksis. "Ketiga, penguasaan tokoh atau khalayak kunci, seperti ustad, kiai, dan tokoh ormas. Kalau mereka terpengaruh, itu bisa semakin membuat ISIS semakin berkembang," tambahnya.

Karena itu, menurut Gun Gun, pemerintah jangan hanya mengimbau tapi juga harus ada gerakan preventif serta antisipatif. "Preventif ada informasi berjenjang, misalnya kerja sama dengan LSM, komunitas agama untuk memberikan informasi terstruktur.

Tidak hanya imbauan yang sifatnya makro untuk mencegah di tengah turbulensi politik saat ini," terangnya.

Antisipasi tersebut harus dilakukan, kata Gun Gun, agar gerakan tersebut tidak dianggap sebagai gerakan yang dibenarkan oleh masyarakat. "Harus diantisipasi, dampaknya bukan hanya semacam pola pikir tapi juga gerakan. Saya agak riskan suatu organisasi mempunyai semangat dan bergerak di luar konstitusi. Jangan sampai geraka ini menjadi dianggap benar," tuturnya.

Lebih lanjut, ia mengatakan terkait adanya deklarasi dukungan di kampus UIN. Ia menilai bahwa pihak UIN sndiri tidak terlibat. "Setahu saya UIN tidak ada dukungan terkait hal itu. Kebetulan saja ada di gedung Syahida Inn."

(Wil/metro)
 

Related posts

Ngaji Kitab Kuning Online via Internet di Masjid Al-Akbar

admin

Ketua Umum MUI : Islamnya MUI itu Islam Nusantara, Islam Berkemajuan

admin

12 Juli dan Sejarah Koperasi di Indonesia

admin

Tren Full Day School Meniru Pendidikan Pesantren

admin

Beasiswa S1 S2 dan S3 Arab Saudi Untuk Kader NU (Nahdlatul Ulama)

admin

Kitab “Fathul Mujib” Karya Kiai Afifuddin Muhajir Dicetak Ulang

admin
SILAHKAN BERTANYA
WP Twitter Auto Publish Powered By : XYZScripts.com