Media Islam Madinatul Iman Balikpapan
Berita Internasional

Pernyataan Resmi Al-Azhar terkait Tragedi Berdarah di Mesir pada Jumat Lalu

MADINATULIMAN (Kairo) – Kondisi Mesir semakin memasuki masa-masa kritis. Keengganan demonstran pro Morsi untuk meninggalkan area Rabeah el-Adaweyah, membuat pihak keamanan Mesir berusaha membubarkannya secara paksa. Pembubaran tersebut setelah didukung oleh jutaan rakyat Mesir kontra Morsi yang turun ke jalanan di seluruh Mesir.
 

Melihat banyaknya korban yang berjatuhan akibat bentrok antara pihak keamanan, demonstran pro Morsi, dan pihak ketiga, Al-Azhar sangat menyayangkan kondisi tersebut. Grand Shaikh Al-Azhar, Prof. Dr. Ahmah Thayeb mengeluarkan pernyataan terkait tragedi berdarah yang menelan banyak korban pada hari Jumat (26/7) lalu, yang dilansir oleh situs resmi Kantor Grand Shaikh Al-Azhar. Berikut adalah pernyataan resmi Al Azhar:

Hati Al-Azhar merasa kesakitan sebab derasnya aliran darah yang membasahi bumi Mesir hari ini. Al-Azhar mengecam keras jatuhnya korban-korban tersebut. Tindak anarkisme berdarah ini akan merusak segala upaya rekonsiliasi dan mengembalikan persatuan Mesir yang digagas oleh para ulama Mesir.

Al-Azhar senantiasa berpegang teguh dengan prinsip bahwa tindak anarkis dan keluar dari undang-undang tidak boleh dilakukan melainkan dalam batasan undang-undang yang ada, dan menghormati hak asasi manusia, utamanya hak untuk hidup. Al-Azhar meminta kepada pemerintah transisi untuk segera melakukan investigasi tentang kejadian sebenarnya. Juga Melakukan investigasi hukum dengan segera dan memberikan hukuman secepatnya kepada para pelaku kriminal yang bertanggungjawab atas kejadian tersebut, dari mana pun mereka berasal dan berafiliasi.

Wahai rakyat Mesir, sesungguhnya Al-Azhar asy-Syarif menyeru kepada orang-orang yang berakal dari mana pun golongannya agar segera duduk bersama untuk berdialog secara ikhlas serta penuh tanggung jawab dan perasaan, tanpa harus mengebiri kelompok lain, demi segera keluar dari krisis dan provokasi berdarah ini, serta udara yang terus menebarkan bau darah ini.

Al-Azhar senantiasa memperingatkan bahwa jika dialog tidak dapat dilakukan maka yang akan terjadi adalah kehancuran. Terakhir, Al-Azhar mengingatkan kepada seluruh rakyat Mesir tentang peringatan dari Nabi SAW: “Jika dua orang muslim saling membunuh dengan pedangnya, maka si pembunuh dan korban terbunuh sama-sama masuk neraka.”

Semoga Allah senantiasa menjaga Mesir dan mencegahnya dari keburukan fitnah.

Ahmad Thayeb
Grand Shaikh Al-Azhar

Sumber: onazhar(situs resmi al Azhar)/mosleminfo

Related posts

Al Azhar Akan Buka Cabang Luar Negeri di Malaysia

admin

Pihak Militer Mesir Lengserkan Presiden Morsi

admin

Ikhwanul Muslimin Mesir Kritik Keras Militer, Al-Azhar, dan Gereja

admin

PBB Resmi Akui Status Palestina Sebagai Negara

admin

Kemenag Mesir Cabut Izin 55.000 Imam Masjid

admin

Arab Kristen di Timur Tengah / Dunia Arab

admin
WP Twitter Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
WhatsApp BAGI INFO KE KAMI