Media Islam Madinatul Iman Balikpapan
Islam Balikpapan Pesantren

Ponpes Al-Izzah Balikpapan Jadikan Karang Joang Tempat Pecinta Qur’an

MADINATULIMAN.COM – Mulia, itulah makna dari kata Izzah. Itu pula keinginan dewan pendiri Yayasan Pendidikan Islam Terpadu Pondok Pesantren Al-Izzah untuk menjadikan tempat pendidikan di Jalan Sei Wain Km 15, Balikpapan Utara, tersebut sebagai tempat mulia.

 
PENDIRIAN Pondok Pesantren Al-Izzah merupakan ide bersama Ery Supardi, Suhendi Nur, dan Muhlasin, sekitar satu dasawarsa silam. Mereka ingin menyingkirkan image negatif terhadap tempat tersebut. Mengingat kawasan sekitar dipenuhi gemerlap lampu disko, pesta minuman keras, dan tempat pekerja seks.
 
“Kami ingin mengubah daerah “merah” menjadi “hijau”, sehingga paradigma masyarakat terhadap daerah Karang Joang yang dulunya akrab dengan dunia malam berubah menjadi tempat bagi para anak-anak pencinta Alquran. Bahkan bisa melahirkan seorang pendakwah ulung,” ungkap Ery Supardi.
 
Dengan tekat bulat tersebut, dimulailah pembangunan pondok pada 17 April 2002 silam.

Bermodalkan tanah yang dibeli dari warga sekitar RT 33 Nomor 02 secara perlahan bangunan mulai didirikan. Yaitu sebuah musala dan tiga asrama yang menampung 30 santri putra dan 13 pengajar.
 
Setelah jumlah santri berkembang, Pondok Pesantren Al-Izzah diresmikan oleh pemerintah kota pada 2005. Namun, beberapa tahun belakangan jumlah santri kian menyusut bahkan kini satu asrama telah beralih fungsi menjadi tempat pembelajaran bagi anak-anak TK.
 
Ketika ditemui Kaltim Post, Ery menjelaskan Pondok Pesantren Al-Izzah memiliki visi  meningkatkan mutu dan relevansi pesantren sebagai lembaga tafaqquh fiddin. Caranya dengan meningkatkan kompetensi sumber daya alam dan lingkungan secara terpadu, yaitu melaksanakan tata kelola pondok pesantren dengan baik, efektif, dan efisien.
 
“Sehingga memotivasi jamaah dan santri secara mandiri untuk meningkatkan harkat derajat sendiri, sekaligus mengangkat citra pondok. Serta mengimplementasikan inovasi, ilmu pengetahuan, teknologi tepat guna yang ramah lingkungan,” kata pria asal Magetan, Jawa Timur ini.
 
Menurut Ery, pondok pesantren yang didirikannya adalah cahaya dari adanya dinamika  keagamaan secara Islami, yang memiliki spesifikasi khas meliputi warna kehidupan pondok, baik santri dan ulama.

Lanjutnya lagi, melalui pondok pesantren dapat meletakkan sesuatu pada tempatnya dan berkewajiban untuk menunaikan amanah sebagai abid dan khalifah fil ardl. Sebab, pesantren tak hanya sebagai tafaqquh fiddin, melainkan sebagai lembaga dakwah Islamiyah dan sebagai lembaga pengembangan masyarakat.
 
“Maupun menjadi kunci adanya kepastian selamat dunia dan masuk surga,” imbuhnya.

Untuk karakteristik pesantren termasuk ke dalam jenis salafiyah (tradisional). Dengan struktur ketua  Ery Supardi, Suryoto Mansur sebagai bendahara, Sekretaris dan Pengurus Pondok ialah Muhlasin. Dengan tiga seksi bidang pendidikan dikelola Tubari, seksi dakwah dibina Thoyib, dan pembangunan oleh Slamet. (*/yin/tom/k8)

http://www.kaltimpost.co.id/berita/detail/84707-jadikan-karang-joang-sebagai-tempat-pencinta-alquran.html
 

Related posts

Dimalam Nishfu Sya’ban, Umat Islam Penuhi Masjid Agung At-Taqwa Balikpapan

admin

Pondok Pesantren Nur Hidayah Balikpapan Peringati Tahun Baru Islam

admin

SLB Tunas Bangsa Balikpapan Gelar Buka Puasa Bersama

admin

Diperkirakan 10.000 Massa Akan Diturunkan Desak “Km 17” Ditutup

admin

Pondok Pesantren Salafiyah Subulus Salam Balikpapan Kalimantan Timur

admin

Sebanyak 150-an Anak Yatim Dapat Santunan di Ponpes Al-Hamidiyah Balikpapan

admin
WP Twitter Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
WhatsApp BAGI INFO KE KAMI