Media Islam Madinatul Iman Balikpapan
Islam Balikpapan Pesantren

Ponpes Subulus Salam Balikpapan Mencetak “Khalifah”

BALIKPAPAN – Pondok Pesantren (Ponpes) Subulus Salam kian berkembang. Tak sedikit pusat asrama pendidikan agama di Jalan Soekarno Hatta Km 4,5, Kelurahan Batu Ampar itu mencetak santri berprestasi.
 
BANGUNAN pondok yang terlihat sederhana tapi besar itu masih berbahan kayu dan sebagian lagi telah kukuh dengan beton. Tiga bangunan utama berupa asrama putra, asrama putri, dan musala.

Ponpes yang terletak tak jauh dari Pondok Pesantren Putri Asy-Syifa ini cukup mudah dijangkau. Kaltim Post yang bertandang ke Ponpes Subulus Salam pun disambut dua ustaz, yaitu Abdul Ghofur dan Muhammad Gurdan. Dua ustaz itu pula yang menjelaskan sejarah singkat berdirinya ponpes tersebut.

“Pondok tidak sekadar tempat belajar, tapi mampu memenuhi dahaga akan agama dan sarana menciptakan kader khalifah pada masa depan,” ucap Ghofur, guru bidang kaligrafi ini. “Santri di ponpes ini sudah banyak memenangkan perlombaan baik tingkat kota, provinsi, dan nasional,” sambungnya.

Ponpes ini memiliki program pendidikan kesetaraan melalui kerja sama Kementerian Agama (Kemenag) dan Dinas Pendidikan Balikpapan. “Kami terlibat dalam program Wajib Belajar Pendidikan Dasar (Wajar Dikdas) bagi SMP/MTs. Dan program paket C setara SMA/MA,” bebernya.

Ia menceritakan, sejarah berdirinya pondok ini, berawal dari kedatangan KH Muhammad Fadhli Suntung ke Balikpapan, dari daerah Amuntai, Kalimantan Selatan. Tepatnya saat itu ia tiba di daerah Sepakat, Kampung Baru pada 1975 silam.

Sebuah madrasah kecil dibangun di atas laut. Mulai aktif mengajar di Taman Pendidikan Alquran (TPA) di Kampung Baru untuk anak-anak. Kian berkembang menjadi Madrasah Alquran, namun belum resmi memiliki nama.

Pada akhirnya para tokoh masyarakat mengajak mendirikan ponpes. Tahun 1985 berdiri dengan nama Madrasah Asy-Syifa. Fadhli Suntung yang membeli tanah di Km 4,5, yang kemudian memindah Ponpes Asy-Syifa di sana.

Entah karena alasan apa, ponpes itu dipecah. Pada 1992 berdiri bangunan Ponpes Subulus yang merupakan pecahan dari Ponpes Asy-Syifa. Kemudian diresmikan Wali Kota Balikpapan Tjutjup Suparna, saat itu, pada 17 Juni 1993. Lokasi kedua pusat asrama pendidikan agama berdekatan.

Ghofur mengatakan, pengajar di ponpes ini ada 16 orang. Mereka sebagian besar berasal dari luar Balikpapan. Dari 16 orang itu, terdiri 1 kiai, 13 ustaz, dan 2 ustazah. Tercatat ada 115 santri putra dan 85 santri putri yang menuntut ilmu di sana. (*/yin/rom/k8)

http://m.kaltimpost.co.id/berita/detail/83704-demi-ilmu-untuk-bekal-akhirat
 

Related posts

Kaltimpos : Infrakstuktur Memadai di Ponpes Modern Al Muttaqien Balikpapan

admin

Pemantapan Keaswajaan Fatayat NU Kota Balikpapan

admin

Pimpinan Daerah Muhammadiyah Balikpapan Giatkan Pengajian

admin

MUI dan Balikpapan Pos Buat Program Ngaji Bareng Ustadz di Balikpapan

admin

Wasiat Syekh Ali Jaber dalam Khutbahnya di Masjid At-Taqwa Balikpapan

admin

FPI Balikpapan Laporkan Daniel Atas Dugaan Penistaan

admin
WP Twitter Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
WhatsApp Share info ke kami