Media Islam Madinatul Iman Balikpapan
Berita Internasional

Presiden Mesir dan Mursyid ‘Am Ikhwanul Muslimin Terancam Hukuman Mati

MADINATULIMAN (Kairo) – Para politisi dan praktisi hukum Mesir melakukan serang verbal kepada para pimpinan Jamaah Ikhwanul Muslimin (IM) pasca bocornya rekaman pembicaraan antara para pimpinan IM dan Hamas. Rekaman tersebut menyingkap adanya keterlibatan IM dalam tragedi berdarah saat terjadi revolusi Mesir, 25 Januari 2011. Mereka menyatakan bahwa jika rekaman tersebut benar, maka para pimpinan IM harus dibawa ke meja hijau dengan tuduhan pengkhianatan terhadap negara dan melakukan komunikasi ilegal dengan negara asing (mata-mata).
 

DR. Syauqi Sayyid pakar perundangan Mesir mengatakan bahwa narasi rekaman pembicaraan yang bocor ke publik tersebut merupakan bukti bahwa Jamaah IM tidak memiliki rasa nasionalisme, tidak mempedulikan kemaslahatan negara, dan hanya melihat kepentingan kelompoknya saja. Oleh karenanya, para pimpinannya harus segera diseret ke pengadilan dengan tuduhan pengkhianatan terhadap negara.

Syauqi menambahkan bahwa tuduhan akan pengkhianatan tersebut merupakan tindak pidana berat yang terkait secara khusus dengan keamanan negara. Hukumannya yang paling berat adalah hukuman mati, terlebih jika sampai terbukti telah membocorkan rahasia negara kepada para pimpinan gerakan Hamas Palestina. Hukuman tersebut bisa lebih ringan menjadi hukuman seumur hidup seandainya pembicaraan tersebut tidak membahayakan negara secara langsung.

Hamdi al-Fakhrani mantan anggota DPR Mesir mengatakan bahwa tuduhan yang paling tepat dialamatkan kepada Jamaah IM adalah komunikasi ilegal dengan negara asing (mata-mata). Ini tergolong tindak pidana berat. Bocoran pembicaraan antara IM dan Hamas menegaskan bahwa Hamas ada di balik tragedi berdarah di perbatasan Rafah dan saat berkecamuk revolusi 25 Januari, serta membobol rumah-rumah tahanan dan kantor-kantor kepolisian di Mesir.

Hamdi menambahkan bahwa rekaman pembicaraan antara IM dan Hamas tersebut menguatkan pernyataan Shubhi Shalih pimpinan IM yang mengatakan bahwa saat ini IM sudah ada di 80 negara, dan berhasil menguasai 8 negara. Itu artinya, organisasi IM internasional yang sedang mengatur Mesir saat ini. Ini merupakan pernyataan yang bertentangan dengan undang-undang dan konstitusi, serta menegaskan bahwa IM sangat membahayakan keamanan nasional.

Dia juga menjelaskan bahwa permasalahannya ada pada Jaksa Umum saat ini yang tidak melayangkan tuntutan apapun untuk menentang IM. Sejak menjabat sebagai Jaksa Umum dia senantiasa bekerja untuk melindungi IM dari berbagai hukuman atas tindak pidana yang mereka lakukan. Kejaksaan selalu mengatakan bahwa belum ada bukti cukup untuk melakukan hal itu.

Muhammad Abu Hamid mantan anggota DPR mengatakan bahwa rekaman pembicaraan antara IM dan Hamas yang bocor tersebut bukan yang kali pertama. Oleh karenanya, menurutnya, ini harus ditindak lanjuti dengan menyeret para pimpinan IM ke meja hijau dengan tuduhan pengkhianatan terhadap negara. Juga perlu adanya pembubaran Jamaah IM dan melarangnya untuk melakukan aktivitas apa pun. Relasi antara IM dan Hamas sudah sangat jelas sekali. Hal serupa juga diamini oleh pakar hukum dan aktifis HAM, Muhammad Zari’.

Sedangkan menurut Mukhtar Nuh mantan jajaran pimpinan Jamaah IM mengatakan bahwa jika persoalan ini memang benar, maka boleh dilakukan tuntutan peradilan terhadap IM, terlebih jika memang sudah ditemukan bukti-bukti yang menguatkannya. (akbr/ sm/mosleminnfo).
 

Related posts

Kereta Api Cepat Makkah-Madinah Beroperasi 2014

admin

Ikhwanul Muslimin Mesir Kritik Keras Militer, Al-Azhar, dan Gereja

admin

Hoax Video Paus Benediktus Masuk Islam melempar Jumroh

admin

Umat Katolik di Venezuela Tertarik Pelajari Islam di Venezuela

admin

Kini, 2 dari 3 Walikota Terbaik Dunia adalah Muslim

admin

Alhamdulillah Klub Sepak Bola Jerman Akan Bangun Masjid

admin
WP Twitter Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
WhatsApp BAGI INFO KE KAMI