Media Islam Madinatul Iman Balikpapan
Berita Nusantara

Puluhan Santri di Kalsel diduga kena Campak-Rubella, Dinkes Tes Darah

MADINATULIMAN.COM Puluhan santri di salah satu pondok pesantren di Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, diduga terserang penyakit campak dan rubella. Tetapi kepastian penyakit tersebut masih harus menunggu hasil uji laboratorium.

Baca: Punya Info Menarik ? Event, Kegiatan dan lainnya. Kirim ke Madinatuliman.com !

“Kami masih menunggu hasil uji laboratorium terhadap 53 santri yang diduga terserang campak atau rubella itu,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar Ikhwansyah di Martapura. Demikian dikutip dari Antara, Rabu (12/9/2018).

Ia mengatakan, pemeriksaan laboratorium sangat diperlukan untuk mengetahui apakah penyakit yang diderita puluhan santri itu hanya campak biasa (morbili) atau rubella yang sangat mudah menular.

Disebutkan, pihaknya sudah mengambil 17 sampel darah untuk mengetahui jenis virus dan sampel urine guna memastikan tipe virus sehingga penderita bisa ditangani sesuai penyakitnya.

“Jika hasil laboratorium sudah ada baru bisa dipastikan penyakit yang diderita puluhan santri itu sehingga bisa diambil langkah yang diperlukan untuk menangani mereka agar bisa sembuh,” ungkapnya.

Menurut dia, tindakan yang sudah dilakukan terhadap santri penderita penyakit kulit itu yakni pengobatan dan pemberian vitamin A sehingga bisa meningkatkan daya tahan tubuh menghadapi penyakit tersebut.

Selain itu, dinas kesehatan juga sudah memberikan masker kepada santri yang sakit. Sehingga, mereka tidak menularkan penyakitnya yang sangat mudah menular melalui udara dan butiran air liur.

“Tindakan yang diambil untuk mencegah penularan penyakit dari santri yang diduga terserang kepada santri lain yang belum terkena dan mereka juga sempat dikarantina di poliklinik pondok,” ucapnya.

Ditekankan, kasus campak maupun rubella yang diduga sudah menyerang santri membuat dinas kesehatan gencar mensosialisasikan pentingnya imunisasi campak dan rubella agar terhindar penyakit itu.

“Sosialisasi akan gencar kami lakukan apalagi rekomendasi dari pihak berkompeten sudah ada dan imunisasi diperbolehkan sehingga diharapkan seluruh pihak terkait mendukungnya,” ujar dia.

Dia katakan, seluruh kelompok usia akan diberikan vaksinasi mulai dari usia 9 bulan sampai 15 tahun yang diberikan baik melalui puskesmas maupun sekolah-sekolah dan pondok pesantren secara bergiliran.

“Saat ini capaian pemberian imunisasi di Kabupaten Banjar masih rendah dibandingkan kabupaten lain di Kalsel yakni 16 persen sehingga harus ditingkatkan lagi melalui upaya sosialisasi,” kata dia.

Ditambahkan, pihaknya akan terus memberikan pengetahuan dan pemahaman tentang imunisasi MR sehingga terhindar dari penyakit berat maupun cacat karena tidak diberikan vaksinasi penyakit itu. [lia]

Source : Merdeka

Related posts

Muslim AS Minta NU Jadi Counter Opinion ISIS

admin

Pengakuan Mantan Pelajar Islam Garis Keras

admin

11 Ormas Islam Tolak Miss World di di Indonesia

admin

Tahun 2018, Kemenag RI Akan Menerima Sebanyak 17.175 CPNS

admin

Delegasi Mesir: Islam di Indonesia Lebih Islam dari Islam di Dunia Arab

admin

Prof Dr KH Ali Mustafa Yaqub MA ; Indonesia Sudah Negara Islam

admin
WP Twitter Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
WhatsApp Share info ke kami