Madinatuliman.com | Media Islam Terdepan di Balikpapan Kaltim

Switch to desktop

Madinatuliman.com - Media Publikasi, Inspirasi dan Rujukan Terdepan | Media Islam Terdepan Balikpapan

Haul Guru Sekumpul : Habib Abdurrahman Al-Habsyi : “Mbah Ijai Mengajarkan Maulid Di Kalimatan Selatan”

MADINATUL IMAN - Kembali Habib Abdurrahman bin Hasan Al-Habsyi berkunjung ke Madinatul Iman (Kota Balikpapan). Malam minggu (26/05/2012), pimpinan Majelis Taklim dan Dzikir Al-Badr, serta pimpinan Rabithah ‘Alawiyah Jakarta Timur ini memberikan mauidlahnya di Masjid At-Taqwa Balikpapan sebagai kegiatan rutinan beliau sebelum sekali, sekaligus memperingati Haul Syaikh Zaini Abdul Ghani atau yang juga dikenal dengan Mbah Ijai (Guru Sekumpul).
 
Selain beliau, hadir juga Al-Ustadz Zaini Miftah dari Pondok Pesantren Subulussalam Balikpapan dan Al-Habib Muhammad Al-Haddar yang juga berasal dari Kota Balikpapan. Keduanya juga memberikan tausiyahnya sebelum Habib Abdurrahman bin Hasan Al-Habsyi.
 
Sekitar lebih dari 500an bapak-bapak, ibu-ibu dan pemuda-pemudi hadir dalam acara yang dibuka dengan pembacaan Maulid Al-Habsyi tersebut. 
 
Mauidlatul hasanah pertama disampaikan oleh ustadz yang pernah menimba ilmu di Hadramaut yaitu Ustadz Zaini Miftah, dilanjutkan Habib Muhammad Al-Haddar sebagai penceramah kedua. 
 
Dalam mauidlahnya, Habib Muhammad berpesan agar tidak menjadikan cobaan yang diberikan oleh Allah sebagai penghambat untuk mendapatkan tambahan kebaikan (barokah) dan mendekatkan diri kepada Allah (taqarrub ilallah).
 
Adapun Habib Abdurrahman diawal tausiyahnya menjelaskan tentang bulan Rajab. Menurut beliau, bulan Rajab adalah syahrullah, syahrul istighfar dan juga syahrush shalah, sebagaimana yang dikatakan oleh para ulama. Beliau juga mengatakan bahwa hari tertindah bagi umat Islam sesungguhnya adalah hari ketika Nabi Muhammad SAW di lahirkan, itulah hari terindah. Sedangkan hari terindah atau termulya bagi Nabi Muhammad SAW adalah ketika beliau isra’ dan mi’raj. Pada saat itu, Allah mengundang Nabi Muhammad yang sedang dalam kesedihan untuk berjumpa dengan-Nya. 
 
Ketika Nabi Muhammad berada di Sidratul Muntaha, beliau berjumpa dengan Allah. Beliau berjumpa tanpa perlu ditanyakan bagaimana beliau berjumpa (istilah arab : bilaa kayf). Disana beliau mendapat hadiah dari Allah yaitu shalat, hadiah tersebut harus dijaga oleh umat Islam.
 
“Shalat adalah munajat sempurna kepada Allah”, kata beliau. Didalam shalat, seorang hamba telah meng-isra’ mi’rajkan hatinya kepada Allah. 
 
Terkait Mbah Ijai, beliau berkata “Mbah Ijai atau Guru Sekumpul adalah ulama yang telah memperkenalkan dan mengajarkan Maulid Nabi (Maulid Habsyi) di Kalimantan Selatan. Beliau sangat hormat pada cucu-cucu Nabi Muhammad SAW”. Inti yang beliau sampaikan bahwa ulama terdahulu selalu dihormati dan dikenang ketika hidup maupun setelah meninggal dunia, namun berbeda dengan saat sekarang, ulama atau ustadz ketika meninggal terus terlupakan begitu saja. Menurut Habib Abdurrahman, hal itu terjadi karena satu hal yakni ikhlas. Ulama dahulu selalu ikhlas dalam berdakwah, tidak mengharapkan dunia sehingga Allah memulyakan mereka. 
 
Menjelang akhir tausiyahnya beliau menyampaikan bahwa diantara hal yang dianjurkan didalam bulan Rajab sebagaimana dilakukan oleh salafunash shaleh adalah memperbanyak membaca istighafar. Kemudian beliau mengajak pada jama’ah untuk membaca istighfar sebanyak 70 kali secara bersama-sama.
 
Selanjutnya, panjatan do’a kepada Allah menjadi akhir acara tersebut. Jama’ah pun saling berjabat tangan diantara sesama mereka, habaib dan para ustadz (asatidz). []
 
 
Redaktur : AR
 

MADINATULIMAN.COM © 1434 H / 2013 M | MEDIA PUBLIKASI, INSPIRASI DAN RUJUKAN - BALIKPAPAN KALIMANTAN TIMUR

Top Desktop version