Media Islam Madinatul Iman Balikpapan
Islam Balikpapan

Santri Al-Banjari Diharapkan Siap Untuk Hadapi Tantangan Zaman

MADINATULIMAN.COM –  Berdirinya  Pondok Pesantren (Ponpes) Syaikh Muhammad Arsyad Al-Banjari di Kota Balikpapan bukan tanpa tujuan yang bernilai.

Ponpes yang berlokasi di Jl Soekarno-Hatta Km 19, Karang Joang ini memberikan alternatif pendidikan berbeda dengan lainya. Ponpes ini terapkan pendidikan keislaman salafiyah diniyah.

Siang itu, Tribunkaltim.co mengunjungi Ponpes Syaikh Muhammad Arsyad Al-Banjari. Gapura biru putih berdiri kokoh di pinggir Jalan Soekarno-Hatta menjadi penanda masuk ke area ponpes yang didirikan KH Prof Dr Ahmad Syarwani Zuhri. Dari titik inilah, tugu minaret Masjid Jamiusshalihin ponpes terlihat kokoh.

Saat masuk ke lingkungan ponpes, jalan menurun curam mengarahkan Tribunkaltim.co ke pusat bangunan pengurus ponpes. Tidak berselang lama, Muhammad Ahyat, Humas Ponpes Syaikh Muhamamd Arsyad Al-Banjari menyambut Tribunkaltim.co.

Ahyat pun mulai mengisahkan awal mula berdirinya Ponpes Syaikh Muhamamd Arsyad Al-Banjari. Ponpes dibangun karena keprihatinan sang pendiri KH Syarwani Zuhri atas fenomena sosial yang semakin banyak meninggalkan syariat Islam.

Kata dia, jika dibiarkan tanpa ada payung keagamaan Islam, masyarakat akan lepas kontrol, sikap gaya hidup cenderung kepada nafsu dunia yang melenceng.

"Rasa tanggung jawab pendiri mendidik generasi muda mendapat balutan ilmu Islam yang kaffah atau menyeluruh," ujar Ahyat.

Mendirikan ponpes, bukan dilakukan orang sembarang. Sang pendiri sudah mengembara menimba ilmu keislaman di Madrasah Sulam 'Ulum Desa Sungai Gampa, Pondok Pesantren Darussalam Martapura, Kalimantan Selatan dan Pondok Pesantren Datuk Kelampian Jawa Timur.

Selain di dalam negeri, KH Syarwani Zuhri juga mencari ilmu sampai ke Mekkah, Madinah, Irak, Mesir, Maroko, Yaman dan Sudan selama puluhan tahun. Jadi tidak lagi diragukan keilmuannya.

Pulang ke Indonesia, tahun 1987 melahirkan ide mambangun ponpes di atas lahan seluas 30 hektare.

Sekitar tahun 1990 mulai didirikan fisik bangunan ponpes yang kemudian tepat 13 Maret 1993 diresmikan oleh Pangdam VI Tanjungpura Mayjend ZA Maulani.

Alasan menggunakan nama ponpes dengan sebutan Syaikh Muhammad Arsyad Al-Banjari atau Anumerta Datu Kelampaian karena sosok ini dianggap oleh sang pendiri sebagai ulama panutan yang dikenal sebagai ahli fiqih mazhab Syafi'i yang berasal dari Martapura, Kalimantan Selatan.

"Dijadikan teladan bagi generasi Islam sekarang dan di masa mendatang," ungkapnya.

Menurut Ahyat, masyarakat menerima ponpes, terbukti yang awalnya hanya untuk putra, perkembangan berikutnya di tahun 2004 juga terbuka bagi santri putri.

Kini, tahun 2016, jumlah santri sudah mencapai 470 santri putra dan 146 santri wanita.

Kurikulum yang diajarkan memakai konsep Manhaj Ahli Sunnah Waljama'ah yang merujuk pada Al Quran dan Hadist serta kitab-kitab mutabarah dengan sistem pengajaran ruang kelas dan halaqah atau pengajian bersama-sama dengan membentuk lingkaran.

"Ponpes kami mandiri. Kami punya amal usaha ternak, kebun, juga warung. Kami ajarkan santri bisa mandiri, mampu berinovasi menghadapi tantangan zaman. Santri yang lulus di ponpes ini harus bisa apa saja. Setelah lulus bisa mandiri," ujar ustadz yang hobi bulutangkis ini. (*/kaltim.tribunnews)

Related posts

Muscab IKPM Balikpapan Tetapkan Ust. Yudho Prakoso sebagai Ketua

admin

Lembaga Falakiyah NU Balikpapan Observasi Awal Bulan Muharram

admin

Lanud Balikpapan Shalat Dluha dan Baca Yasin Usai Laksanakan Apel Pagi

admin

Polres Balikpapan Sebar Da’i Kamtibmas di Masjid dan Mushalla

admin

Santri Ponpes Modern Al-Muttaqien Isi Waktu Jelang Berbuka dengan Tadarus

admin

Dukung Pemilu Damai, Para Da’i Balikpapan Ikuti Acara Silaturahmi┬áDa’i Kamtibnas

admin
WP Twitter Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
WhatsApp Share info ke kami