Media Islam dan Muslim Store No. 1 Balikpapan
Islam Balikpapan

Santri Ponpes Al Ummah Juara 1 Lomba Musabaqah Qiraatil Kutub Kaltim

MADINATULIMAN.COM – Sifat belum tentu mencerminkan prestasi. Itu yang tergambar dari Akbar Alwiansyah, pria pendiam ini malah mampu menyabet juara I lomba Musabaqah Qiraatil Kutub (MQK) tingkat Kaltim, April 2014 lalu.
 
PUNYA postur tinggi sekitar 150 sentimeter, remaja 15 tahun ini suaranya lirih namun terdengar tegas. Dia menuntut ilmu di Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Ummah sejak lulus SD karena dorongan orangtua.   

Ajang lomba MQK yang pertama kali diikutinya, dilaksanakan di Samarinda. Alwi –sapaan akrab Akbar Alwiansyah– menang dalam kategori kitab ushul fikih. Kitab tersebut mengulas ilmu hukum dalam Islam, seperti kaidah, teori, dan sumber yang bersumber dari kitab sunnah, ijima, dan qiyas.

Saat menghadapi perlombaan, ia mengaku tak ada persiapan khusus. Waktu yang diberikan hanya setengah bulan. Ia bercerita, setelah menyisihkan para pesaing di tingkat kota, secara otomatis ia dikirim ke Samarinda bersama 35 santri lain asal Kota Minyak.

“Dalam perjalanan menggunakan bus, satu hal niat saya, yakni mampu memberikan yang terbaik. Meskipun ada perasaan sedikit pesimistis,” tuturnya dengan ekspresi wajah datar.

Perjalanan dimulai pukul 11.00 Wita, dari Balikpapan pada 22 April lalu. Sesampainya di tempat tujuan, ia mesti daftar ulang. Kemudian dipersilakan beristirahat di asrama khusus putra. Sebab perlombaan dilaksanakan keesokan harinya.

“Ternyata seru bisa berkenalan dengan santri-santri dari daerah lain. Sekalipun pernah diusilin, tapi mereka baik,” ucap remaja kelahiran Enrekang, Sulawesi Selatan, 10 Juni 1999 ini.

Rabu pagi pukul 08.00 Wita, seluruh peserta telah berkumpul di aula. Perlombaan berlangsung selama satu hari penuh. Alwi yang mendapat giliran maju untuk menjawab pertanyaan dari dewan juri. Perasaan grogi menderap bersama langkah kakinya. Di hadapan kelima orang juri, 25 soal lisan diberikan secara bergilir. Meski mengakui ada dua soal tidak berhasil terjawab.

“Para juri terlihat tegas dan bijak, tapi ada kalanya pula mereka suka bergurau. Padahal sudah keringat dingin, tiba-tiba malah dibuat ketawa,” kenangnya.

Keesokan hari saat pengumuman pemenang lomba, namanya disebut menjadi juara I. Jantungnya pun berdegup kencang. Ia berdiri di tengah keramaian sempat tidak percaya. Perlahan mendekati panggung untuk menerima hadiah. “Bahkan saya tidak berani menduga, bahwa saya yang juara I,” kata remaja yang kini duduk di bangku kelas 1 SMA ini. (*/yin/rom/k8/kaltimpost)
 

Related posts

Ibu-Ibu Hadiri Pengajian Tan Mei Hwa

admin

Ketua LDNU Balikpapan Mengaku Bahagia Ada Peringatan Hari Santri Nasional

admin

Fatayat NU Balikpapan Gelar Konferensi di Hotel Mega Lestari

admin

Ribuan Anak Ikuti Dongeng Haji dan Kurban Yang Digelar PKPU Balikpapan

admin

Gus Azmi Lantunkan Lagu Ya Lal Wathan dan Mars Banser di Balikpapan Bershalawat

admin

Santri Al-Banjari Diharapkan Siap Untuk Hadapi Tantangan Zaman

admin
SILAHKAN BERTANYA
WP Twitter Auto Publish Powered By : XYZScripts.com